TRIBUNJOGJA.COM - Anime Dorohedoro dikenal sebagai salah satu karya paling unik dan berani dalam dunia anime.
Dirilis dengan visual yang tidak lazim dan cerita yang penuh kekacauan, anime ini menawarkan pengalaman menonton yang jauh dari kata nyaman, namun justru itulah daya tarik utamanya.
Baca juga: 7 Rekomendasi Anime Horor yang Cocok Ditonton Saat Malam Jumat
Berikut 12 fakta penting tentang Dorohedoro yang perlu diketahui sebelum menyelami dunianya yang brutal dan absurd:
Salah satu ciri paling menonjol dari Dorohedoro adalah gaya visualnya yang gelap dan unik.
Anime ini menampilkan dunia bernama Hole, sebuah wilayah kumuh yang dipenuhi bangunan usang, lorong sempit, serta atmosfer kelam yang terus menyelimuti setiap adegan.
Detail lingkungan digarap dengan tekstur yang padat dan tidak rapi, menciptakan kesan dunia yang keras, penuh kekerasan, dan jauh dari kehidupan yang nyaman.
Desain karakter dalam Dorohedoro juga menjadi pembeda kuat dibandingkan kebanyakan anime lain.
Wajah-wajahnya digambarkan tidak simetris, tubuh-tubuh besar dengan otot mencolok, serta ekspresi yang sering kali terlihat liar dan mengintimidasi.
Unsur grotesk hadir melalui luka, jahitan, topeng iblis, hingga transformasi tubuh yang ekstrem, membuat karakter tampak lebih menyerupai makhluk aneh daripada pahlawan.
Grotesk adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bentuk atau karakter yang menyimpang dari yang dianggap normal atau estetik, sehingga menciptakan efek yang mengejutkan atau menakutkan.
Pendekatan visual tersebut bukan sekadar pilihan estetika, melainkan bagian penting dari cara cerita disampaikan.
Visual yang gelap dan brutal ini memperkuat atmosfer cerita yang penuh misteri dan kekerasan, sekaligus menegaskan bahwa dunia Dorohedoro adalah tempat di mana aturan normal tidak lagi berlaku.
Sepanjang ceritanya, Dorohedoro dipenuhi simbol-simbol yang menyerupai satanisme, keberadaan sekte tertutup, serta praktik ritual gelap yang muncul berulang kali.
Tengkorak, simbol iblis, topeng mengerikan, hingga ruang-ruang ritual menjadi bagian dari visual yang terus hadir, memperkuat kesan dunia yang berada di luar nilai moral.
Semua elemen ini ditampilkan secara terbuka dan tanpa upaya untuk dilunakkan.
Keberadaan simbol dan ritual tersebut tidak berfungsi sebagai pemanis visual semata, tetapi terhubung langsung dengan konflik serta latar belakang para karakter.
Dunia penyihir dalam Dorohedoro digambarkan sebagai tempat yang kejam, di mana kekuasaan, eksperimen sihir, dan pengorbanan menjadi hal yang lumrah.
Praktik-praktik gelap tersebut membentuk cara berpikir karakter, memengaruhi hubungan antar tokoh, serta mendorong terjadinya kekerasan yang terus berulang.
Kombinasi antara simbol gelap dan narasi yang tanpa kompromi menciptakan atmosfer yang menekan sejak awal cerita.
Penonton dibuat merasa tidak tenang, seolah berada di dunia yang selalu berada di ambang kehancuran.
Rasa terganggu inilah yang justru menjadi identitas kuat Dorohedoro, membedakannya dari anime fantasi lain yang cenderung menampilkan dunia magis dengan nuansa lebih ringan.
Cerita Dorohedoro bergerak dengan tempo yang relatif lambat dan menempatkan misteri sebagai penggerak utama narasi.
Setiap episode tidak langsung menyuguhkan jawaban, tetapi justru menambah pertanyaan baru yang saling berkaitan.
Pola penceritaan ini membuat penonton harus mengikuti detail kecil, dialog, serta peristiwa acak yang perlahan membentuk gambaran besar tentang dunia dan konflik yang ada.
Tokoh utama dalam cerita ini adalah Kaiman, seorang pria dengan tubuh manusia dan kepala reptil yang mengalami kehilangan ingatan.
Ia terbangun di dunia yang penuh kekerasan tanpa mengetahui siapa dirinya sebelum dikutuk, maupun siapa penyihir yang bertanggung jawab atas perubahan wujudnya.
Bersama Nikaido, Kaiman berkeliling mencari petunjuk dengan cara memburu para penyihir, sebuah metode ekstrem yang mencerminkan kerasnya dunia Dorohedoro.
Alur cerita sengaja dibangun penuh teka-teki dan ketidakpastian.
Informasi penting sering kali disampaikan secara terpotong-potong, tanpa penjelasan yang jelas atau urutan kronologis yang rapi.
Pendekatan ini membuat penonton tidak mendapatkan kepastian instan, sekaligus memperkuat nuansa kebingungan dan kegelisahan yang dialami Kaiman sepanjang pencarian jati dirinya.
Anime Dorohedoro dikenal luas karena menampilkan tingkat gore yang tinggi dan tidak berusaha menyembunyikan kekerasan yang terjadi di dalam ceritanya.
Adegan pertarungan sering kali disertai percikan darah, potongan tubuh, serta kematian yang digambarkan secara gamblang.
Visual kekerasan tersebut hadir hampir di setiap konflik, mencerminkan dunia yang brutal dan tidak mengenal belas kasihan.
Kekerasan dalam Dorohedoro tidak ditampilkan sebagai kejutan semata, tetapi menjadi bagian penting dari cara dunia dan karakter dibangun.
Setiap aksi brutal berkaitan dengan motivasi tokoh, struktur kekuasaan di dunia penyihir, serta kerasnya kehidupan di Hole.
Pertarungan dan pembunuhan menjadi sesuatu yang dianggap lumrah, sehingga penonton diajak memahami bahwa kekerasan adalah bahasa utama dalam semesta ini.
Tanpa elemen hyper-violence tersebut, Dorohedoro akan kehilangan identitasnya sebagai cerita gelap yang tanpa kompromi.
Kekerasan justru memperkuat ketegangan, absurditas, dan ironi yang melekat dalam narasi.
Elemen ini membuat cerita terasa lebih jujur terhadap dunia yang digambarkan, sekaligus memberi kekuatan naratif yang membedakannya dari anime fantasi pada umumnya.
Adaptasi anime Dorohedoro diproduksi oleh Studio MAPPA dengan Yuichiro Hayashi sebagai sutradaranya.
Studio ini dikenal berani mengambil pendekatan visual yang tidak konvensional, termasuk memadukan teknik animasi 3D dan 2D untuk menghadirkan dunia Dorohedoro secara utuh.
Pilihan ini dilakukan untuk mempertahankan detail kasar serta nuansa gelap yang menjadi ciri khas manga aslinya.
Pendekatan tersebut memungkinkan lingkungan kumuh, efek sihir, dan adegan kekerasan tampil lebih dinamis dan padat secara visual.
Tekstur dunia Hole terasa berat dan kotor, sementara pergerakan karakter tetap menonjolkan kesan brutal dan bertenaga.
MAPPA berusaha menjaga atmosfer gelap dan kacau tanpa menghilangkan identitas visual yang sudah melekat kuat pada karya aslinya.
Meski demikian, penggunaan animasi 3D dalam Dorohedoro sempat menuai pro dan kontra di kalangan penggemar.
Sebagian penonton mengapresiasi keberanian dan keunikan pendekatan tersebut, sementara yang lain merasa peralihan gaya visual terasa asing.
Terlepas dari perbedaan pendapat, adaptasi ini tetap dianggap berhasil menghadirkan dunia Dorohedoro dengan karakter yang kuat dan atmosfer yang konsisten.
Baca juga: Sudah Nonton Semua? Ini Top 10 Anime dengan Skor IMDb Paling Tinggi!
Hal menarik lain dari Dorohedoro terletak pada desain tubuh para karakternya yang tidak mengikuti standar visual anime pada umumnya.
Hampir seluruh tokoh, baik laki-laki maupun perempuan, digambarkan memiliki postur tubuh besar, berotot, dan terlihat kuat secara fisik.
Bentuk tubuh tersebut memberi kesan bahwa setiap karakter terbiasa hidup dalam lingkungan yang penuh kekerasan dan konflik.
Penggambaran fisik yang kekar ini tidak hadir tanpa alasan.
Dunia Dorohedoro menuntut penghuninya untuk bertahan hidup melalui kekuatan, baik saat menghadapi penyihir, monster, maupun sesama manusia.
Tubuh yang kuat menjadi simbol daya tahan dan kemampuan bertahan di tengah dunia yang kejam dan tidak mengenal belas kasihan.
Pendekatan desain semacam ini juga mempertegas identitas visual Dorohedoro.
Karakter perempuan tidak digambarkan rapuh atau bergantung pada tokoh lain, sementara karakter laki-laki tidak selalu tampil heroik secara konvensional.
Keseluruhan desain tersebut menegaskan bahwa kekuatan fisik adalah bagian penting dari keseharian, sekaligus mencerminkan kerasnya dunia tempat mereka hidup.
Nikaido merupakan salah satu karakter terkuat dalam Dorohedoro dan memiliki peran penting dalam jalannya cerita.
Ia adalah seorang penyihir dengan kemampuan langka yang berkaitan langsung dengan manipulasi waktu, kekuatan yang menjadikannya sosok yang sangat diburu dan ditakuti.
Sihir ini tidak muncul dalam bentuk konvensional, melainkan terwujud melalui sebuah kotak logam unik yang menyerupai revolver.
Kotak tersebut berisi lima peluru kristal yang masing-masing memiliki fungsi untuk memutar waktu ke masa lalu.
Dengan menembakkan peluru itu, Nikaido dapat kembali ke titik waktu tertentu bersama siapa pun yang sedang ia sentuh.
Selama perjalanan waktu berlangsung, perubahan pada alur kejadian dapat terjadi, meski pada akhirnya realitas akan menyesuaikan kembali saat waktu tembakan tercapai.
Meski terkesan sangat kuat, kemampuan ini memiliki batas yang jelas.
Setiap peluru hanya dapat digunakan satu kali, dan setelah peluru terakhir ditembakkan, kotak logam tersebut akan hancur dan tidak bisa digunakan lagi.
Batasan ini membuat kekuatan Nikaido tidak hanya berbahaya, tetapi juga penuh risiko, menempatkannya dalam dilema besar setiap kali ia harus memilih untuk menggunakan sihirnya.
Asu, iblis yang kerap membantu Nikaido sepanjang cerita, ternyata menyimpan identitas yang mengejutkan.
Dalam versi manga Dorohedoro, Asu diketahui sebagai Kawajiri, kakak angkat Nikaido yang dibesarkan bersama olehnya sejak kecil.
Fakta ini memberikan lapisan emosional baru pada hubungan mereka, karena sosok yang selama ini tampak sebagai iblis pelindung ternyata memiliki ikatan keluarga yang kuat dengan Nikaido.
Perubahan Kawajiri menjadi iblis terjadi ketika ia mengikuti ujian iblis pada usia 16 tahun.
Setelah berhasil melewati ujian tersebut, wujud dan keberadaannya berubah secara permanen menjadi makhluk iblis bertubuh besar.
Transformasi ini tidak hanya mengubah fisiknya, tetapi juga memengaruhi cara pandang dan perilakunya terhadap dunia di sekitarnya.
Sejak menjadi iblis, kepribadian Kawajiri mengalami perubahan drastis.
Ia dikenal sebagai sosok yang kejam, berbicara dengan kejujuran yang menusuk tanpa empati, serta gemar merendahkan siapa pun yang dianggap lebih lemah darinya.
Sikap ini mencerminkan sifat iblis yang sepenuhnya muncul, sekaligus memperlihatkan kontras tajam dengan masa lalunya sebagai penyihir biasa.
Dorohedoro merupakan anime yang secara sadar membiarkan banyak pertanyaan tetap terbuka sepanjang ceritanya.
Berbagai kejadian aneh, karakter misterius, serta aturan dunia yang tidak dijelaskan secara gamblang terus bermunculan tanpa penjelasan rinci.
Pola ini membuat penonton tidak pernah benar-benar merasa berada di posisi yang aman atau memahami sepenuhnya apa yang sedang terjadi.
Keanehan demi keanehan tersebut menciptakan rasa gelisah yang konstan.
Penonton dipaksa untuk menerima ketidakteraturan dunia Dorohedoro, di mana logika sering kali terasa kabur dan jawaban tidak datang pada waktu yang diharapkan.
Situasi ini mencerminkan kondisi para karakter yang hidup dalam kebingungan dan ketidakpastian yang sama.
Ketidakpastian inilah yang justru menjadi bagian penting dari pengalaman menonton Dorohedoro.
Bukannya memberikan kepuasan instan melalui penjelasan yang lengkap, anime ini mengajak penonton untuk tenggelam dalam suasana kacau dan penuh misteri.
Adaptasi anime Dorohedoro hingga saat ini masih jauh dari akhir cerita versi manga.
Banyak peristiwa penting dan perkembangan karakter yang belum ditampilkan, sehingga alur cerita di anime baru menyentuh sebagian kecil dari keseluruhan narasi.
Hal ini membuat sejumlah konflik utama masih berada dalam tahap pengenalan dan belum mencapai puncaknya.
Berbagai misteri besar yang menjadi inti cerita, termasuk asal-usul dunia, identitas karakter kunci, serta konsekuensi dari kekuatan sihir yang digunakan, masih dibiarkan terbuka.
Anime lebih berfokus membangun atmosfer dan memperkenalkan dunia yang kompleks, tanpa memberikan penyelesaian menyeluruh terhadap pertanyaan-pertanyaan utama.
Kondisi tersebut membuat penonton yang menginginkan jawaban lengkap perlu beralih ke versi manga.
Melalui manga, alur cerita berkembang lebih jauh dan memberikan penjelasan yang lebih mendalam mengenai konflik serta latar belakang karakter.
Dengan demikian, anime dapat dipandang sebagai pintu masuk menuju kisah Dorohedoro yang lebih luas dan kompleks.
Ebisu merupakan penyihir yang bertanggung jawab atas perubahan kepala Kaiman menjadi kepala reptil.
Sihir yang ia miliki bersifat mutagenik, mampu mengubah bentuk tubuh korbannya secara ekstrem dan tidak terkontrol.
Kemampuan ini menjadi salah satu elemen penting yang memicu konflik utama dalam cerita, sekaligus menjadi awal dari pencarian identitas Kaiman.
Ketidakstabilan sihir Ebisu berkaitan erat dengan ketergantungannya pada Black Powder sejak usia dini.
Konsumsi zat tersebut memengaruhi perkembangan sihirnya, membuat efek yang dihasilkan menjadi tidak konsisten dan penuh risiko.
Akibatnya, setiap penggunaan sihir tidak hanya mengubah fisik target, tetapi juga membawa dampak lanjutan yang sulit diprediksi.
Efek samping dari sihir Ebisu tergolong serius.
Korban yang terkena sihirnya dapat mengalami amnesia parah dan kehilangan kendali atas perilaku mereka, berubah menjadi sosok brutal yang menyerang siapa pun di sekitarnya.
Dalam versi manga Dorohedoro, identitas asli Kaiman akhirnya mulai terungkap melalui rangkaian peristiwa yang krusial.
Kematian Ebisu menyebabkan seluruh sihir dan kutukan yang pernah ia ciptakan menjadi batal, termasuk kutukan yang mengubah kepala Kaiman menjadi reptil.
Peristiwa ini menjadi titik balik penting dalam alur cerita dan membuka tabir mengenai jati diri tokoh utama.
Setelah kutukan tersebut menghilang, wujud asli Kaiman pun kembali terlihat.
Terungkap bahwa selama ini ia sebenarnya adalah Aikawa, seorang manusia biasa sebelum terkena pengaruh sihir.
Pengungkapan ini memberikan jawaban atas misteri panjang yang selama ini menggerakkan cerita, sekaligus mengubah arah perkembangan karakter secara drastis.
Namun, kebenaran tersebut tidak hadir sebagai akhir yang membebaskan.
Setelah kutukannya hilang, ia justru kehilangan ingatan sebagai Kaiman dan hanya mengingat dirinya sebagai Aikawa.
Kondisi ini menambah lapisan tragedi dalam pencarian jati dirinya, karena identitas yang diperjuangkan selama ini justru menghilang bersamaan dengan terungkapnya kebenaran.
Baca juga: 10 Rekomendasi Anime dengan Art Style yang Sangat Unik
Dengan dunia yang absurd, brutal, dan penuh misteri, Dorohedoro bukan anime untuk semua orang.
Namun bagi penonton yang menyukai cerita gelap dengan pendekatan artistik yang berani, anime ini menawarkan pengalaman yang unik dan sulit dilupakan. (MG Daffa Aisha Ramadhani)