TRIBUNBATAM.id, AGAM - Bencana Alam di Sumbar mengakibatkan kerusakan dan sejumlah warga hilang. Ada yang ditemukan dalam kondisi selamat namun ada juga yang sudah meninggal dunia.
Sejauh ini, tim dari penanggulangan bencana terus melakukan pencarian terhadap korban yang hilang.
Sebanyak tiga korban tambahan banjir bandang di Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kembali dievakuasi tim gabungan, Kamis (27/11/2025), sore.
Dengan adanya temuan terbaru sebanyak tiga orang ini, menambah daftar panjang korban yang meninggal.
Data ini melengkapi tujuh korban meninggal yang lebih dahulu dievakuasi tim gabungan.
Staf Kecamatan Malalak, Yoggi Alvi Hamdani, mengatakan total sudah 10 korban meninggal yang dievakuasi tim gabungan.
“Dari total 10 korban meninggal, masih ada enam korban yang masih belum diketahui keberadaannya,” ujar Yoggi.
Jumlah orang hilang tersebut masih bersifat sementara, karena proses pendataan belum berjalan secara penuh.
Ia menyebut data yang ada terkait jumlah korban hilang ini masih bersumber dari dua posko pengungsian.
“Masih ada satu posko yang belum berhasil didata penuh karena tidak terjangkau. Soalnya jalan terputus ke posko tersebut, jaringan tidak ada, lampu mati,” ujarnya.
Yoggi memperkirakan masih ada korban tambahan yang hilang jika seluruh data terkumpul.
Ia menerangkan lokasi pengungsian yang terisolir hingga malam ini ada dua posko yaitu di Campago dan Limo Badak.
Jumlah pengungsi mencapai 500 orang, tapi tidak bisa diakses oleh petugas karena akses jalan putus, baik roda dua dan roda empat.
“Pejalan kaki juga susah untuk mengakses jalan di dua posko tersebut,” ujarnya.
Kedua posko itu menurutnya berada di Malalak Utara, kondisi di sana jalan putus, listrik pudur dan jaringan telepon tidak ada.
Bahkan di dua lokasi itu kondisi persediaan makanan sudah menipis, sedangkan distribusi tidak bisa dilakukan.
Sebelumnya diberitakan, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang di Toboh, Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat terus bertambah.
Hingga Kamis (27/11/2025) pagi, total korban jiwa yang ditemukan telah mencapai tujuh orang.
Staf Kecamatan Malalak, Yoggi Alvi Hamdani, menjelaskan bahwa tim gabungan yang terdiri dari pemuda dan pihak terkait berhasil menemukan lima jenazah baru pada hari Kamis (27/11/2025).
Penemuan lima jenazah ini menambah dua jenazah yang telah ditemukan sehari sebelumnya pada Rabu (26/11/2025).
Oleh karena itu, total korban meninggal dunia akibat banjir bandang yang teridentifikasi mencapai tujuh orang.
Berdasarkan laporan awal, total korban yang dilaporkan hilang akibat bencana ini adalah 14 orang.
Dengan ditemukannya tujuh korban meninggal, maka masih tersisa sembilan orang lagi yang dalam pencarian.
Yoggi menekankan bahwa data ini masih bersifat sementara dan jumlahnya bisa bertambah, mengingat belum semua laporan korban dapat dihimpun secara menyeluruh.
Proses pencarian dan evakuasi di lokasi bencana menghadapi sejumlah kendala, terutama karena kondisi di lapangan yang sulit.
Pihak Kecamatan Malalak Timur sangat mengharapkan bantuan dari tim SAR segera datang untuk mempermudah operasi pencarian.
Salah satu lokasi yang terdampak sangat parah dan rata dengan air adalah tempat wisata Honsen Batangeh dan Café Honsen.
Di lokasi ini, terdapat satu korban jiwa yang posisinya terakhir diketahui terbawa arus sejauh 500 meter dari Honsen, hingga terdampar di tepi Jalan Simaka.
Korban tersebut sampai berita ini ditulis belum berhasil dievakuasi, dan suaminya dilaporkan masih menjalani perawatan di puskesmas setempat.
Yoggi berharap evakuasi dapat segera dilakukan mengingat kondisi di lokasi masih diselimuti hujan lebat.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan bagi warga yang melakukan evakuasi mandiri. (TribunPadang.com/Panji Rahmat)