Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Vano Ohello (34) membantah tudingan yang menyebut dirinya menyiram minuman keras jenis sopi ke wajah Christov Alcatrass Lawalata saat insiden di kawasan Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Jumat (6/11/2026) dini hari.

Vano menegaskan, cairan yang disiramkannya bukanlah sopi, melainkan air mineral. 

Tindakan itu dilakukan karena dirinya kesal melihat rombongan yang melintas diduga dalam keadaan mabuk sambil berteriak dan melontarkan kata-kata makian sehingga mengganggu ketenangan warga.

"Yang saya siram itu air mineral, bukan sopi. Karena rombongan mereka mabuk dan berteriak maki-maki, buat kegaduhan," kata Vano kepada TribunAmbon.com, Sabtu (7/11/2026).

Vano menjelaskan, sebelum insiden terjadi, dirinya bersama Alva Sindang (33) sedang berada di depan rumah. 

Saat itu, enam orang yang berboncengan menggunakan tiga sepeda motor melintas dari arah perempatan SMA Pertiwi menuju kawasan Mangga Dua.

Menurutnya, rombongan tersebut terus berteriak dan mengeluarkan kata-kata makian sehingga memancing reaksinya.

"Mereka terus maki-maki dan berteriak, makanya pas sampai di depan rumah saya siram mereka pakai air mineral," ujarnya.

Baca juga: Oknum Brimob di Maluku Diduga Aniaya Dua Pemuda di Mangga Dua Ambon, Korban Alami 14 Jahitan

Baca juga: Jadwal Perjalanan KM Sirimau Rute Sorong Tanggal 8 November 2026

Setelah disiram, rombongan itu berhenti di depan rumahnya hingga terjadi adu mulut. 

Dalam situasi tersebut, salah seorang pria yang belakangan diketahui bernama Christov Alcatrass Lawalata disebut menantangnya untuk berkelahi.

"Dia bilang, 'pukul beta sudah'. Tapi saya tidak terpancing. Saya cuma dorong kepalanya. Setelah itu dia langsung pukul saya. Saya menghindar lalu membalas sehingga sempat terjadi perkelahian," tutur Vano.

Menurut Vano, situasi kemudian semakin memanas ketika beberapa orang dari rombongan diduga ikut mengeroyok dirinya.

Di sisi lain, Alva Sindang mengaku berusaha melerai perkelahian tersebut. 

Namun, ia justru mengaku menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan seorang anggota Brimob yang bertugas sebagai pengawal Gubernur Maluku, Aipda Getsmi Lusikooy.

"Saya berusaha melerai. Tiba-tiba oknum Brimob itu pegang jaket saya. Saya sempat berontak, lalu dia merobek jaket saya dan memukul saya dua kali tepat di pelipis kiri. Saya tidak sempat melakukan perlawanan," kata Alva.

Akibat pukulan tersebut, Alva mengaku mengalami luka serius hingga harus menjalani 14 jahitan, masing-masing tujuh jahitan di bagian luar dan tujuh jahitan di bagian dalam. Mata kirinya juga mengalami lebam dan bengkak.

Sementara itu, Vano mengaku kembali didatangi Aipda Getsmi setelah keributan mereda. 

Ia mengira persoalan akan diselesaikan secara baik-baik, namun justru mengaku kembali dipukul.

"Saya pikir dia mau menyelesaikan masalah. Tapi begitu sampai di depan saya, dia langsung pukul mata kiri saya," ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, Vano mengalami lebam dan bengkak pada mata kiri, luka pada lutut dan jari kaki kiri, serta benjolan disertai pendarahan di bagian kanan kepala.

Atas peristiwa itu, Vano dan Alva telah melaporkan dugaan penganiayaan ke Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease. 

Selain laporan pidana, dugaan pelanggaran kode etik yang melibatkan Aipda Getsmi Lusikooy juga telah dilaporkan ke Bidang Propam Polda Maluku.

Melalui kuasa hukumnya, Henry Lusikooy, Christov menyebut cairan yang disiramkan ke wajahnya diduga merupakan minuman keras jenis sopi sebelum akhirnya terjadi perkelahian.

Namun, keterangan tersebut dibantah langsung oleh Vano Ohello yang menegaskan bahwa cairan yang disiramkan hanyalah air mineral, bukan minuman keras jenis sopi. 

Kasus ini kini masih ditangani penyidik Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease serta Propam Polda Maluku.(*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.