TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Atlet Kabupaten Ketapang, Fuad Tajuludzma, berhasil meraih medali emas pada cabang olahraga (cabor) triathlon nomor duathlon putra dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat 2026.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Fuad. Terlebih, di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Ia tetap mampu membagi waktu untuk menjalani latihan dan mempersiapkan diri menghadapi pertandingan.

Fuad mengungkapkan, keberhasilan meraih medali emas merupakan hasil dari kerja keras, latihan, dan perjuangan yang selama ini dijalaninya.

Ia mengaku sangat bahagia dan bersyukur bisa memberikan prestasi untuk Kabupaten Ketapang.

"Saya tentu sangat bahagia, bangga, dan bersyukur. Semua kerja keras, latihan, serta perjuangan selama ini akhirnya terbayar dengan meraih medali emas," ungkap Fuad saat dikonfirmasi, Jumat 6 November 2026.

Ia mengatakan, prestasi tersebut bukan menjadi akhir dari perjuangannya sebagai atlet.

Sebaliknya, medali emas Porprov Kalbar 2026 menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengejar prestasi yang lebih tinggi.

Baca juga: Kapuas Hulu Sabet 13 Medali Sementara Porprov Kalbar 2026, Cabor Sambo Borong 5 Emas

Menurutnya, salah satu tantangan yang dihadapi saat pertandingan adalah mengendalikan rasa gugup dan menjaga fokus.

Selain itu, kondisi fisik yang terkuras selama perlombaan juga menjadi tantangan tersendiri

"Hal paling berat menurut saya saat pertandingan adalah perasaan gugup, kemudian saya sangat berusaha untuk tetap menjaga fokus saat pertandingan, tentu hal ini bukanlah hal yang mudah," atanya.

Fuad juga mengakui persiapan yang dilakukannya belum sepenuhnya maksimal. Kesibukan pekerjaan sebagai anggota Polri membuat waktu latihan menjadi terbatas.

Meski demikian, ia tetap berusaha memanfaatkan waktu luang untuk menjaga kondisi fisik dan meningkatkan kemampuan.

Bahkan, Fuad terbiasa bangun sekitar pukul 03.30 WIB untuk menjalani latihan sebelum memulai aktivitas kedinasan.

"Untuk membagi waktu latihan, saya biasanya bangun lebih awal sekitar pukul 03.30 subuh. Saya memanfaatkan waktu tersebut untuk berlatih sebelum memulai aktivitas dan tugas kedinasan sebagai anggota Polri," jelasnya.

Ia menegaskan, disiplin dan manajemen waktu menjadi kunci agar tanggung jawab sebagai anggota Polri dan atlet tetap bisa berjalan beriringan.

Sementara itu, Pelatih Kepala Tim Triathlon Kabupaten Ketapang, Shulhan Al-Idrus, mengatakan persiapan Fuad untuk menghadapi Porprov Kalbar 2026 telah dilakukan sejak 2025.

Menurut Shulhan, proses persiapan tersebut tidak mudah karena Fuad juga memiliki kesibukan dalam menjalankan tugas kedinasan.

Namun, atlet tersebut mampu mengatur waktu untuk menjalani latihan secara konsisten.

"Persiapan untuk Fuad Tajuludzma cukup lumayan lama juga dari tahun 2025 kemarin dengan kondisi kesibukan dinas dia yang lumayan sibuk jadi dia juga membagi waktunya untuk persiapan Porprov di tahun 2026 ini pada cabor triathlon di nomor Duathlon Putra," ujar Shulhan.

Shulhan menjelaskan, keunggulan Fuad terlihat pada nomor sepeda. Pada putaran kedua, Fuad berhasil meninggalkan pesaing yang berada di posisi kedua setelah sebelumnya sempat bersaing cukup dekat saat nomor lari.

"Untuk keunggulan Fuad itu kemarin di saat sepedanya dia meninggalkan lawannya yang di peringkat ke 2 itu di saat putaran lap sepeda yang ke 2," jelasnya.

Ia menambahkan, tantangan selama pertandingan lebih banyak dipengaruhi kondisi alam, terutama cuaca yang cukup panas.

Menariknya, medali emas yang diraih Fuad ternyata melampaui target awal tim pelatih.

Shulhan menyebutkan, sebelumnya pihaknya hanya menargetkan medali perak untuk nomor tersebut.

"Waktu target kemarin sih cuma target mendali perak akan tetapi Allah kasi yang lebih baik dari yang di targetkan sebelumnya," tuturnya.

Shulhan berharap Fuad bersama atlet triathlon Kabupaten Ketapang lainnya dapat terus berkembang sehingga berpeluang memperkuat Kalimantan Barat pada ajang Pra-PON hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.

Ia juga menyampaikan harapan kepada panitia dan pengurus triathlon Kalimantan Barat agar penyelenggaraan kompetisi ke depan semakin baik dan profesional.

Menurutnya, evaluasi masih diperlukan, terutama terkait aturan pertandingan yang dinilai perlu dibuat lebih jelas agar seluruh peserta memahami ketentuan yang berlaku.

"Pesan untuk panitia atau pengurus triathlon Kalimantan Barat semoga lebih baik, lebih profesional, dan lebih bagus eventnya. Harus evaluasi di event yang kemarin masih banyak yang kurangnya terutama aturannya harus lebih jelas," pungkasnya.

Sementara itu, kiprah atlet Kabupaten Ketapang pada Porprov Kalbar 2026 sejauh ini menunjukkan hasil positif.

Kontingen Ketapang telah mengoleksi lima medali emas, masing-masing satu emas dari cabang olahraga triathlon, satu emas dari taekwondo, serta tiga emas dari cabang olahraga sambo. (*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.