TRIBUNPONTIANAK. CO. ID, PONTIANAK - Kontingen Kabupaten Sambas sukses mencatatkan sejarah manis dengan mengamankan medali emas perdana mereka dari cabang olahraga (cabor) dayung pada ajang bergengsi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Kalimantan Barat 2026.
Prestasi gemilang ini diraih melalui nomor Traditional Boat Race (TBR) 12 Porprov yang digelar pada hari Jumat 6 November 2026 di perairan Alun-Alun Sungai Kapuas, Kota Pontianak.
Pertandingan final yang berlangsung sengit pada Race 10 membuktikan ketangguhan mental dan fisik para pedayung Sambas.
Mereka melesat menyentuh garis finis di urutan pertama, menenggelamkan asa perahu kontingen Kabupaten Mempawah yang harus puas di posisi kedua, serta Kabupaten Ketapang di urutan ketiga.
Di balik kedigdayaan perahu Sambas membelah riak Sungai Kapuas, terdapat cerita panjang tentang pelestarian tradisi lokal yang kemudian disulap menjadi olahraga prestasi.
Ketangguhan fisik para atlet rupanya ditempa dari akar budaya masyarakat pesisir Sambas yang sangat lekat dengan perlombaan perahu tradisional atau yang akrab disapa sampan bidar.
Manajer sekaligus Pelatih Tim Dayung Kabupaten Sambas, Alex, mengungkapkan secara gamblang rahasia di balik pembentukan skuad juaranya ini.
Ia memaparkan bahwa kerangka tim memang secara khusus dibangun dari bibit-bibit unggul para pedayung tradisional.
Baca juga: Sabet Emas Perdana Porprov! Melalui Nomor TBR 12 Orang, Skuad Dayung Sambas Rajai Sungai Kapuas
"Karena Kabupaten Sambas ini termasuk mempunyai tim terbanyak untuk dari sampan bidar. Jadi kita ambil dari seleksi dari tim-tim yang ada di Kabupaten Sambas. Dari seleksi itu kita dapatlah sekitar 14 orang dari tim-tim di Kabupaten Sambas untuk mewakili Porprov di provinsi ini," urai Alex membeberkan proses perekrutan pasukannya.
Alex secara tegas membenarkan bahwa latar belakang anak asuhnya adalah murni dari komunitas perahu tradisional yang kerap merajai berbagai event lokal.
"Iya, dari atlet sampan bidar semuanya. Karena tradisional dan event provinsi (prestasi) ini kita saling berhubungan, Pak," imbuhnya dengan senyum bangga.
Untuk menyatukan ego dan kekuatan dari 14 pedayung yang berasal dari berbagai tim bidar berbeda, jajaran pelatih menerapkan program Pemusatan Latihan (TC) yang sangat disiplin sebelum mereka bertolak ke Pontianak.
Alex memilih perairan lokal sebagai kawah candradimuka guna membiasakan para atlet bertarung menaklukkan arus sungai yang sebenarnya.
"Ya, kami dipusatkan di Sungai Sambas Kecil. (Latihan dimulai) dari Water Front sampai arah menuju ke area Sungai Sambas lah, Sambas kota," tegas Alex menceritakan rute berat pemusatan latihan yang harus dilahap para pedayungnya setiap hari.
Hasil gemblengan keras di Sungai Sambas Kecil ini diamini langsung oleh sang Kapten Tim, Fiki Saputra. Raut kelelahan sekaligus kebahagiaan terpancar jelas dari wajahnya usai mengalungkan medali emas.
"Alhamdulillah, cukup memuaskan dari hasil yang kami nantikan. Selama satu bulan kami menjalani latihan ekstra yang cukup keras, dan alhamdulillah sangat memuaskan dengan mendapat medali emas," ungkap Fiki.
Bagi sang kapten, mendayung hingga garis finish dengan kecepatan penuh bukanlah paksaan, melainkan gairah yang mengalir sejak kecil.
"Ini semacam hobi dari kecil, lalu masuk ke bidang dayung sampai sekarang. Memang sudah biasa dayung. Alhamdulillah bisa disebut sering dapat juara," kenang pemuda tangguh ini.
Atas sumbangsih emas perdana yang krusial ini, pelatih dan kapten sepakat mendedikasikannya untuk seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah yang telah totalitas mendukung kemajuan dayung Sambas.
"Terima kasih kami ucapkan atas dukungan moril maupun materi. Khusus lagi untuk KONI Sambas, PODSI Sambas, dan Pemerintah Kabupaten Sambas yang sangat-sangat mendukung kami," tutup Alex penuh haru.
Sebagai tambahan penyemangat, sang kapten pun tak lupa menitipkan pesan magis bagi rekan-rekan kontingen Sambas lainnya yang masih berlaga.
"Tetap semangat, latihan dengan giat lagi. Mudah-mudahan bisa mendapat medali emas juga sama macam kami. Jangan putus asa!" pungkas Fiki mengobarkan semangat juang kontingen Serambi Mekkah.
Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) adalah pesta olahraga multi-cabang tingkat regional di Indonesia yang diselenggarakan secara rutin oleh KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) di tiap provinsi.
Informasi Umum Porprov
Fungsi Utama: Ajang seleksi, pembinaan atlet daerah, dan persiapan menuju ajang nasional seperti PON (Pekan Olahraga Nasional).
Peserta: Atlet pilihan dari setiap kabupaten dan kota di dalam provinsi terkait.Jadwal: Umumnya diadakan setiap 2 hingga 4 tahun sekali. (*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.