KOBA, BABEL NEWS - Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTK) Kabupaten Bangka Tengah merancang sejumlah program pelatihan kerja yang mendorong peserta untuk bisa mandiri secara ekonomi melalui jalur wirausaha. Upaya ini dirancang sebagai upaya menjawab tantangan penciptaan lapangan kerja di tengah masyarakat.
Kepala DPMPTK Kabupaten Bangka Tengah, Risaldi Adhari menyampaikan, dalam melakukan perencanaan program, pihaknya menitikberatkan pada jenis-jenis pelatihan yang tidak memerlukan modal awal yang besar bagi para pesertanya. Menurutnya, pendekatan tersebut diambil agar setelah menyelesaikan pelatihan, peserta tidak harus menunggu atau bergantung untuk diterima bekerja di suatu instansi atau perusahaan.
"Jadi upaya kita juga mendorong masyarakat ini untuk mandiri dan nantinya bisa berwirausaha," ujar Risaldi Adhari, Rabu (4/11).
Diakuinya, saat ini setiap pelatihan diproyeksikan agar peserta mampu bertransformasi menjadi pelaku usaha mandiri, meskipun pada tahap awal memulainya dalam skala Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"Nah, jadi pada dasarnya kami menyusun program pelatihan ini lebih banyak pelatihan-pelatihan yang kira-kira tidak membutuhkan modal yang besar pada saat mereka lulus dari pelatihan tersebut, sehingga mereka tidak tergantung untuk diterima sebagai pekerja," jelasnya.
Dirinya menyebutkan, sebagai contoh dalam pelatihan pembuatan roti, para peserta umumnya tidak lagi memerlukan pengadaan alat berat yang mahal karena rata-rata rumah tangga telah memiliki fasilitas dasar seperti mixer, baskom, hingga oven untuk memanggang dengan skala kecil.
Hal serupa juga berlaku pada bidang keterampilan lain seperti menjahit, di mana mayoritas peserta sudah memiliki mesin jahit sendiri di rumah masing-masing. "Tapi mereka mampu untuk menjadi pengusaha, walaupun dalam skala UMKM. Nah, mereka ini nantinya dengan modal yang secukupnya, contoh pelatihan roti, rata-rata di rumah sudah punya mixer, punya baskom, punya apa untuk membakar roti ini, oven kayak gitu nah, walaupun dalam skala kecil," tambahnya.
Diakuinya, melalui desain kurikulum yang aplikatif dan berbasis potensi pendukung di lingkungan rumah tangga, program ini diharapkan mampu mencetak wirausahawan baru yang siap langsung terjun ke tengah masyarakat. "Target utamanya adalah agar ilmu yang diperoleh dapat segera diaplikasikan untuk menciptakan produk bernilai ekonomis," ujarnya.
Sebelumnya, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTK) Bangka Tengah bekerja sama dengan Balai Vokasi dan Pelatihan Produktivitas (BVPP) Belitung menggulirkan sejumlah program pelatihan bagi para angkatan kerja. Terdapat tiga jenis pelatihan yang disiapkan mulai dari peracikan kopi, instalasi listrik dan menjahit.
Kepala Bidang Ketenagakerjaan DPMPTK Bangka Tengah, Teguh Prabowo menyampaikan, kolaborasi tersebut difokuskan pada pengembangan keterampilan teknis masyarakat lokal agar mampu bersaing secara profesional. "Jadi kami menyelenggarakan beberapa pelatihan yang bekerja sama dengan BVPP Belitung. Pesertanya itu dari masyarakat Kabupaten Bangka Tengah," kata Teguh Prabowo, Kamis (15/10).
Diakuinya, pelibatan BVPP Belitung diharapkan dapat melahirkan tenaga kerja yang berdaya saing tinggi, kompetitif, serta produktif di berbagai sektor industri. "Pelatihan ini adalah menyiapkan tenaga kerja yang berdaya saing, kompetitif, dan produktif, dan sesuai dengan keinginan dunia usaha maupun dunia industri yang ada pada saat ini. Masing-masing pelatihan jumlah pesertanya itu ada 16. Jadi total semuanya 16 kali 3 sekitar 48 orang yang kita latih," jelasnya.
Teguh Prabowo menambahkan, langkah berkelanjutan ini dilakukan sebagai salah satu upaya strategis pemerintah dalam menyerap tenaga kerja lokal sekaligus menekan angka pengangguran yang ada di daerah. "Langkah selanjutnya, kita tidak akan berhenti untuk melaksanakan pelatihan-pelatihan ini sebagai salah satu upaya bidang tenaga kerja untuk menyerap atau mengurangi angka pengangguran," ujar Teguh Prabowo.
Diakuinya, dalam pelaksanaannya bakal digelar pelatihan khusus bagi masyarakat yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Rencananya, pelatihan dirancang agar dapat memberikan keterampilan baru yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini. "Kita juga ada pelatihan bekerja sama dengan BVPP Belitung khusus bagi orang yang ter-PHK. Nanti ada kegiatannya, Insya Allah di bulan November 2026," tambahnya.
Selanjutnya, ada juga pelatihan kontruksi baja ringan, yang telah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) "Kami juga ada lagi kegiatan yang menggunakan APBD, yakni (pelatihan) baja ringan. Satu lagi sedang kami susun," pungkasnya. (w4)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.