- Ketua RT 010 RW 06 Kelurahan Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Slamet Syarifudin, membeberkan kronologi penemuan jasad mahasiswa berinisial MF (24) yang terbungkus kantong tidur atau sleeping bag.
Penemuan jasad MF bermula dari kekhawatiran keluarganya di Australia karena korban tidak mengangkat telepon sejak Rabu (7/10/2026) malam.
"Saat kejadian itu saudaranya yang di Australia telepon malam-malam nggak diangkat-angkat. Jadi Kamis paginya nyuruh Gojek untuk datang ke kosan," ujar Slamet saat ditemui di lokasi, Senin (12/10/2026).
Pengemudi ojek online yang tiba sekitar pukul 10.00 WIB kemudian berkoordinasi dengan penjaga indekos dan seorang penghuni lainnya untuk mengecek kamar MF.
Karena tidak mendapat respons dari dalam kamar, mereka sepakat mendobrak pintu untuk memastikan kondisi korban.
"Begitu didobrak, keadaan korban sudah terbujur kaku. Di situ dia memakai jaket sleeping bag warna coklat agak kehitam-hitaman, kayak pakaian selam gitu."
"Ada selimut spring bed warna merah menutupi separuh badan," kata Slamet.
Melihat kondisi korban, penghuni indekos dan penjaga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Slamet selaku Ketua RT setempat.
"Saya datang, saya bilang jangan ada yang megang. Takutnya jadi rentetannya panjang. Saya langsung telepon Babinsa, Bimas, dan Polsek Kebon Jeruk," tegasnya.
Ditemukan Obat
Slamet menuturkan, saat dirinya masuk ke kamar untuk memastikan kondisi korban, tubuh MF sudah keras dan kaku.
Selain terbungkus sleeping bag, korban juga mengenakan sejumlah perlengkapan lain yang terlihat tertata rapi.
"Begitu dibuka sama tim (polisi), korban pakai handuk basah, masker, terus pakai sleeping bag itu. Udah tertata banget, rapi gitu. Jadi kayak orang udah persiapan banget," ungkap Slamet.
Petugas dan warga juga menemukan botol berisi sisa cairan obat-obatan di lantai dekat tempat tidur korban.
"Obat-obatan tergeletak di lantai. Obat yang masih ada itu bentuknya cairan (sirup), tinggal kira-kira setengah," tambahnya.
Slamet juga menyebut terdapat cairan yang keluar dari mulut dan bagian belakang kepala korban hingga menimbulkan bau tidak sedap setelah pintu kamar dibuka.
Menurut Slamet, MF dikenal sebagai pribadi tertutup dan jarang bersosialisasi dengan warga maupun penghuni indekos lainnya selama lebih dari satu tahun tinggal di sana.
Selain tercatat sebagai mahasiswa tingkat akhir Universitas Gunadarma, MF juga diketahui bekerja di sebuah klinik kesehatan.
"Orang udah setahun lebih ngekos di situ. Mahasiswa semester akhir sembari kerja di klinik," jelas Slamet.
Sempat Keluhkan Sakit
Sebelum ditemukan meninggal dunia, MF sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya kepada pihak keluarga.
"Beliau ngeluh sakit ngomong sama saudaranya. Buktinya saudaranya nelepon nggak ada kabar, ada kekhawatiran katanya ngeluh kurang enak badan," katanya.
Kini, jenazah MF telah diserahkan kepada keluarga dan dibawa ke kampung halamannya di Bukittinggi, Sumatera Barat, untuk dimakamkan.
Tak Ada Tanda Kekerasan
Kapolsek Kebon Jeruk, AKP Darto Napitupulu, memastikan pemeriksaan medis awal di RS Polri Kramat Jati tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Darto juga meluruskan informasi yang menyebut tubuh korban sengaja dililit kain secara rapat.
Ia menjelaskan, jasad pemuda asal Bukittinggi, Sumatera Barat, tersebut sebenarnya terbungkus kantong tidur atau sleeping bag.
"Itu mayat kebetulan memakai baju sleeping bag," ujar Darto saat dikonfirmasi, Minggu (11/10/2026).
"Sudah dilakukan visum di RS Polri Kramat Jati, dan hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia," lanjutnya.
Meski demikian, polisi belum mengungkap penyebab pasti kematian MF.
Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik terhadap sampel yang diambil dari lokasi kejadian.
"Untuk penyelidikan lebih lanjut, saat ini sampel dan bukti-bukti sedang diperiksa di Laboratorium Forensik Mabes Polri," kata Darto.(*)
Program: Saksi Kata
Sumber: Tribun Jakarta
Editor: Akmal Khoirul Habib
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.