Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Pemprov Jawa Timur terus memperluas agenda pasar murah ke berbagai wilayah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Pasar murah bakal semakin digencarkan menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat pada akhir tahun.

Baca juga: Rakyat Sampang Dikejar Target Produksi Garam, Harga Jual dan Kesejahteraan Petambak Jadi Tantangan

Pasar murah menjadi salah satu program prioritas Gubernur Jawa Timur sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Salah satu pelaksanaannya digelar di Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Minggu (1/11/2026).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Iwan mengatakan, pasar murah memiliki empat tujuan strategis.

Pertama, menjaga stabilisasi harga kebutuhan pokok yang mulai mengalami kenaikan.

Kedua, mempertahankan daya beli masyarakat.

Ketiga, mendekatkan akses kebutuhan pokok kepada masyarakat.

Keempat, memberdayakan industri kecil dan menengah (IKM).

"Pertama, untuk stabilisasi harga yang sekarang mulai merangkak naik. Kedua, menjaga daya beli masyarakat. Ketiga, mendekatkan kebutuhan pokok kepada masyarakat, dan yang keempat adalah pemberdayaan industri kecil dan menengah (IKM)," ujarnya.

Menurut Iwan, pasar murah tidak hanya menjadi sarana masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku IKM untuk memperluas pemasaran produknya.

Dalam setiap penyelenggaraan pasar murah, sekitar 10 pelaku IKM dilibatkan untuk menawarkan beragam produk kepada masyarakat.

"Kalau terus dikalikan, akan terbentuk satu ekosistem ekonomi di dalam pasar murah ini," katanya.

Melalui keterlibatan tersebut, Pemprov Jatim berharap pasar murah mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang saling mendukung antara penyedia kebutuhan pokok, pelaku usaha, dan konsumen.

Harga beras hingga daging ayam lebih terjangkau

Dalam pelaksanaan pasar murah di Lamongan, masyarakat bisa mendapatkan beragam komoditas pangan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.

Beras premium dijual Rp14.000 per kilogram, beras SPHP Rp11.000 per kilogram, serta minyak goreng Rp13.000 per liter.

Selain itu, telur ayam ras tersedia dengan harga Rp20.000 per kemasan, gula pasir Rp14.000 per kilogram, dan daging ayam ras Rp32.000 per kemasan.

Sejumlah komoditas lainnya juga disediakan, mulai dari tepung terigu, bawang merah, bawang putih, hingga cabai.

Kehadiran pasar murah tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan harga lebih hemat, sekaligus mengantisipasi potensi kenaikan harga menjelang akhir tahun.

 

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pasar murah di wilayahnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi pemerintah dalam mendekatkan akses kebutuhan pokok kepada masyarakat.

"Kami menyambut baik kegiatan pasar murah ini. Semoga dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan menjaga daya beli," tutur Yuhronur Efendi, yang akrab disapa Kaji Yes.

Sementara itu, warga Lamongan wilayah pantura menyambut antusias pelaksanaan pasar murah tersebut.

Mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli berbagai kebutuhan pokok, mulai dari beras, telur, hingga daging ayam yang dijual dengan harga lebih murah dibandingkan pasaran.

Salah seorang warga, Muyasaroh, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut.

"Alhamdulillah terbantu, karena harganya lebih murah dari pasaran," ujarnya.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.