MENTOK, BABEL NEWS - Kekeringan yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir membuat sejumlah kolong sumber air baku milik Perumdam Tirta Sejiran Setason (TSS) di Mentok krisis. Namun, Bupati Bangka Barat, Markus memastikan, pemerintah daerah dan Perumdam TSS telah melakukan berbagai langkah untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Terbaru, pengerukan sedimentasi telah dilakukan di tiga kolong PDAM di Mentok, yakni Kolong Menjelang, Kolong Agro Tirto dan Kolong Terabik dari hasil kerja sama dan kolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung. Selain itu, Perumda TSS, juga rutin menyalurkan dan memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan.
"Sudah kita pikirkan solusi-solusinya. Sekarang juga PDAM (Perumdam TSS-red) sudah luar biasa bagi-bagi airnya (ke masyarakat-red), kita apresiasi," kata Markus, Rabu (28/10).
Menurutnya, kekeringan yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir ini adalah faktor cuaca panas dan kemarau yang terjadi hampir di seluruh wilayah di Bangka Belitung. Apalagi memang kolong-kolong PDAM yang ada di Mentok saat ini merupakan kolong tadah hujan, bukan kolong dengan sumber mata air. "Kita sudah memikirkan dan akan mengusulkan embung baru dan sumur bor," ujarnya.
Pihaknya pun saat ini sedang membahas dan mencari solusi terhadap para pelanggan PDAM yang terdampak kekeringan, termasuk urusan biaya langganan air bersih. Kendati demikian, Markus menyebut bahwa sampai saat ini belum ada keluhan ataupun laporan dari masyarakat mengenai tagihan biaya langganan air PDAM.
"Itu lagi kita diskusikan, lagi kita bicarakan di internal kita. Nanti kita putuskan seperti apa bagusnya, kita cari solusi terbaik," jelasnya.
Sebelumnya, musim kemarau yang terjadi tahun ini membuat Pemerintah Kabupaten Bangka Barat harus mengambil langkah dan solusi jangka panjang. Beberapa diantaranya yakni pengusulan sebanyak 3 embung baru di Kecamatan Mentok dan membuat sumber bor di desa-desa. (u2)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.