TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Belitung menyalurkan bantuan pendidikan melalui program CERDAS tahun 2026 kepada 1.050 murid dari keluarga kurang mampu. Setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta, sehingga total anggaran yang disalurkan mencapai Rp1,05 miliar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung, Tommy Wardiansyah, mengatakan program CERDAS merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meringankan beban ekonomi orang tua dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak. Hal tersebut disampaikan Tommy Wardiansyah dalam laporan pelaksanaan penyaluran bantuan pendidikan program CERDAS tahun 2026 yang dilaksanakan di Panggung Halaman Gedung Nasional pada Kamis (29/10).
"Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Belitung berkomitmen agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak dan menyelesaikan jenjang pendidikan dasar," ujar Tommy Wardiansyah.
Pada tahun anggaran 2026, bantuan Program CERDAS menyasar 1.050 murid yang terdiri dari 500 murid jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), serta 550 murid jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Penerima bantuan merupakan peserta didik dari keluarga kurang mampu yang terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) kelompok desil I hingga desil V, sesuai ketentuan dan hasil verifikasi data penerima.
Penyaluran bantuan dilakukan secara nontunai melalui Kartu BSB Cash dengan dukungan Bank Sumsel Babel Cabang Tanjungpandan. Mekanisme tersebut diharapkan dapat mendukung transparansi, ketertiban administrasi, keamanan transaksi, serta akuntabilitas pengelolaan anggaran.
Tommy Wardiansyah menjelaskan, program CERDAS merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Belitung dalam mendukung pemerataan pendidikan dan mencegah anak putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi. Selain memberikan bantuan biaya pendidikan, pemda juga terus berupaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah, termasuk melalui rehabilitasi ruang kelas dan pembangunan ruang kelas baru.
Berdasarkan laporan Dindikbud Kabupaten Belitung, pada 2026 terdapat rehabilitasi 12 ruang kelas SD di empat sekolah yang bersumber dari APBD. Sementara melalui program revitalisasi sekolah yang bersumber dari APBN, rehabilitasi dilakukan terhadap 53 ruang kelas di 14 sekolah SD.
Pada jenjang SMP, rehabilitasi tiga ruang kelas di satu sekolah dilaksanakan melalui program revitalisasi sekolah yang bersumber dari APBN. Selain itu, pemerintah daerah mengalokasikan pembangunan dua ruang kelas baru di dua sekolah SMP melalui APBD.
"Meski demikian, kebutuhan perbaikan ruang kelas masih menjadi perhatian. Berdasarkan rekapitulasi kondisi ruang kelas per Desember 2025, terdapat 268 ruang kelas SD dan 54 ruang kelas SMP yang mengalami kerusakan," ungkap Tommy Wardiansyah.
Setelah pelaksanaan program penanganan pada 2026, laporan tersebut mencatat masih terdapat 203 ruang kelas SD dan 51 ruang kelas SMP dalam kondisi rusak. Selain itu, sembilan SD negeri direncanakan menerima program revitalisasi sekolah tahap ketiga. (dol)
Penanganan Anak Putus Sekolah
KEPALA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung, Tommy Wardiansyah mengatakan, upaya pencegahan dan penanganan anak putus sekolah juga dilakukan melalui program Kembalikan Anak Belajar (KEJAR).
Program ini menyasar anak-anak yang berpotensi putus sekolah maupun mereka yang telah berhenti sekolah agar dapat kembali menempuh pendidikan, baik melalui jalur formal maupun nonformal atau pendidikan kesetaraan.
Dalam laporan tersebut, angka putus sekolah di Kabupaten Belitung menunjukkan tren penurunan pada triwulan ketiga 2026 dibandingkan akhir 2025. Pada jenjang SD, jumlah anak putus sekolah turun dari 46 orang pada akhir 2025 menjadi 19 orang pada triwulan ketiga 2026. Pada jenjang SMP, jumlahnya berkurang dari 62 orang menjadi 45 orang. Sementara itu, pada pendidikan kesetaraan, jumlah anak putus sekolah turun dari 58 orang pada akhir 2025 menjadi delapan orang pada triwulan ketiga 2026.
Tommy Wardiansyah juga menyampaikan bahwa indikator pendidikan Kabupaten Belitung mengalami peningkatan pada 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, angka harapan lama sekolah mencapai 12,10 tahun, meningkat dari 12,09 tahun pada tahun sebelumnya. Adapun rata-rata lama sekolah tercatat 9,11 tahun, naik dari 9,05 tahun pada tahun sebelumnya.
"Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Belitung dalam meningkatkan kualitas serta daya saing sumber daya manusia, sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2025-2029," katanya. (dol)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.