TRIBUNNEWS.COM – Cesc Fabregas memiliki cara tersendiri untuk menjaga momentum positif Como pada musim 2026/2027. Selain memberikan tambahan waktu libur kepada para pemain, pelatih asal Spanyol itu terus menanamkan nilai kekeluargaan dan kebersamaan di dalam skuad.
Strategi tersebut menjadi bagian penting dari upaya Como mempertahankan konsistensi di tengah padatnya jadwal kompetisi.
Klub berjuluk I Lariani itu sedang menjalani musim yang menjanjikan, baik di Liga Italia maupun kompetisi Eropa.
Di Liga Italia, Como menempati posisi keempat klasemen sementara dengan koleksi 20 poin dari sembilan pertandingan. Mereka hanya terpaut lima poin dari Inter Milan yang berada di puncak klasemen.
Sementara itu, di kompetisi Eropa, Como telah mengumpulkan enam poin dari tiga pertandingan dengan catatan dua kemenangan dan satu kekalahan.
Meski peluang bersaing di Liga Italia terbuka lebar, Fabregas belum ingin berbicara terlalu jauh mengenai perebutan gelar Scudetto.
Menurutnya, Como masih harus membuktikan konsistensi sebelum layak disebut sebagai tim besar.





Fabregas menilai perkembangan timnya terlihat dari kemampuan melewati pertandingan sulit, terutama ketika harus bermain berkali-kali dalam waktu singkat.
"Tim hebat? Kami masih harus membuktikan bahwa kami adalah tim hebat. Ini adalah ujian kedewasaan. Tahun lalu, kami mungkin tidak akan memenangkan pertandingan seperti ini," ujar Fabregas, dikutip dari Goal International.
Setelah mengalahkan Fiorentina, Fabregas mengakui bahwa jadwal pertandingan yang padat menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain.
Namun, Como mampu menunjukkan ketahanan mental dan keinginan kuat untuk meraih kemenangan.
"Ini adalah pertandingan keempat dalam sepuluh hari, dan tidak mudah untuk memahami bagaimana kami bisa menang. Kami memiliki ketahanan, kualitas, dan keinginan untuk menang," lanjutnya.
Baca juga: Nilai Skuad Como Terus Melonjak, Cesc Fabregas Akui Kagum Proyek Mirwan Suwarso
Fabregas juga menekankan bahwa pertandingan tidak selalu bisa dimenangkan dengan skor telak.
Baginya, kemampuan mempertahankan fokus setelah kebobolan menjadi salah satu indikator kedewasaan tim.
"Menang di Italia tidak pernah mudah. Atas apa yang kami lakukan dalam pertandingan ini, saya memberikan pujian besar kepada tim saya," tuturnya.
Cara Fabregas Jaga Momentum Como
Selain membenahi aspek taktik dan fisik, Fabregas berusaha menjaga keharmonisan ruang ganti Como.
Setelah pertandingan terakhir, ia terlihat berkumpul bersama para pemain di lapangan. Momen tersebut menjadi gambaran pendekatan yang ingin dibangunnya, yakni memperkuat ikatan emosional dan rasa kebersamaan di dalam tim.
Fabregas menyadari bahwa Como sedang menghadapi situasi yang belum pernah dialami klub sepanjang sejarahnya. Menghadapi persaingan di level tertinggi, termasuk pertandingan melawan klub-klub besar seperti Manchester United, menuntut kesiapan yang bukan hanya bersifat teknis, tetapi juga mental.
Karena itu, ia ingin para pemain saling mendukung dan bekerja bersama untuk menemukan solusi ketika menghadapi tekanan.
Bagi Fabregas, rasa kekeluargaan menjadi fondasi penting agar Como mampu menjaga performa di tengah tuntutan kompetisi domestik dan Eropa.
"Saya hanya mengatakan kepada mereka bahwa kita adalah sebuah keluarga. Kita harus menemukan setiap solusi untuk apa yang kita lakukan dalam kehidupan baru ini untuk Como," kata Fabregas.
"Kita tidak boleh lupa bahwa ini adalah pertama kalinya dalam sejarah klub kita mengalami situasi seperti ini," tambahnya.
Pendekatan tersebut juga terlihat dari keputusan Fabregas memberikan satu hari libur tambahan kepada para pemain.
Langkah itu diambil di tengah jadwal yang padat, dengan harapan skuad dapat menjaga kebugaran sekaligus mempertahankan semangat kolektif.
Namun, tambahan waktu istirahat tersebut tidak berarti Como boleh kehilangan fokus. Fabregas tetap meminta timnya bersiap menghadapi tantangan berikutnya.
Venezia Jadi Ujian Berikutnya sebelum Hadapi Lens
Como dijadwalkan menghadapi Venezia pada Minggu (1/11/2026) dalam lanjutan pekan ke-11 Liga Italia.
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Como untuk melanjutkan tren positif sekaligus menjaga posisi mereka di papan atas klasemen.
Fabregas menilai Venezia perlu diwaspadai, terutama karena tim tersebut menunjukkan perkembangan permainan di bawah arahan Davide Nicola.
"Kita harus siap menghadapi Venezia pada hari Minggu, karena mereka bermain lebih baik dengan Davide Nicola," ujar Fabregas.
Setelah menghadapi Venezia, Como akan kembali menjalani pertandingan di kompetisi Eropa melawan Lens pada 5 November.
Rangkaian laga tersebut membuat Como harus mampu membagi energi dan menjaga konsentrasi. Hasil positif di liga akan menjadi modal penting sebelum mereka kembali mengalihkan perhatian ke persaingan Eropa.
Fabregas pun menegaskan bahwa timnya tidak boleh berpuas diri dengan pencapaian sejauh ini.
"Kita harus terus mempertahankan momentum ini," tegasnya.
Dengan kombinasi pengelolaan kebugaran, pendekatan kekeluargaan, dan tuntutan untuk terus berkembang, Fabregas berusaha memastikan Como tidak sekadar menikmati awal musim yang impresif, tetapi juga mampu mempertahankan konsistensi hingga kompetisi memasuki fase yang lebih menentukan.
(Tribunnews.com/Ali)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.