BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Kasus pencurian juga dilaporkan terjadi di SDN Percontohan Surgi Mufti 5 Banjarmasin. Peristiwa ini memiliki pola yang hampir sama dengan kejadian yang menimpa SDN Sungai Andai 3 Banjarmasin.
Insiden terjadi saat sekolah masih menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Pihak sekolah baru mengetahui adanya pencurian pada Jumat pagi (23/10/2026), ketika seluruh tenaga pendidik dan kependidikan datang ke sekolah.
Kepala SDN Percontohan Surgi Mufti 5, Nur Azibah, mengatakan dugaan sementara pencurian terjadi saat kawasan sekolah mengalami pemadaman listrik dalam waktu cukup lama pada Selasa (20/10/2026).
Dari pantauan, kemungkinan pencurian terjadi sore Selasa (20/10/2026) sampai malam sekitar jam 7 atau jam 8 malam baru menyala lampu.
"Kami dari sekolah baru mengetahuinya itu hari jumat pagi. Memang masih PJJ tapi kami dengan guru-guru memang ada yang dikerjakan di sekolah makanya kami turunan ke sekolah," ungkap Nur Azibah, ditemui Kamis (29/10/2026).
Baca juga: Pencurian di SDN Sungai Andai 3 Banjarmasin, Diduga Terjadi Saat Sekolah Melaksanakan PJJ dan WFH
Kecurigaan bermula saat pihak sekolah menemukan sebuah benda yang belakangan diketahui merupakan bagian dari perangkat CCTV sekolah. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, diketahui kamera pengawas tersebut telah dirusak.
"Baru kami mengetahui setelah melihat ada benda, ternyata itu mesin CCTV dari situ akhirnya kami mencari. Melihat ada CCTV yang rusak, kami kemudian membuka lemari besi ternyata ada barang sekolah yang hilang, yaitu proyektor ada tiga unit, laptop satu unit, dan satu unit hardisk yang kami identifikasi telah hilang," jelas Nur Azibah.
Atas kejadian tersebut, pihak sekolah pun langsung melaporkan kasus tersebut ke Polsek Banjarmasin Utara. Pada hari yang sama, petugas Reskrim disebut dengan cepat mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa rekaman kamera pengawas yang masih dapat diakses.
Baca juga: Terlibat Pencurian Motor di Tabalong, Residivis Asal Mantuil Banjarmasin Dibekuk di Palangka Raya
"Untuk kejadian ini kami sudah lapor ke Polsek Banjarmasin Utara. Kemudian sorenya ada petugas Reskrim datang melakukan olah TKP dan bersama-sama membuka rekaman CCTV," kata Nur Azibah.
Akibat pencurian tersebut, pihak sekolah memperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp32 juta. Kasus ini disebut masih dalam penyelidikan kepolisian.(Banjarmasinpost.co.id/Saifurrahman)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.