WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG SELATAN – Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) menggelar International Conference on Urban Sustainability, Mobility, and Engineering (ICUSME) 2026 di Kampus UPJ, Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, pada Rabu (21/10/2026) lalu.
Konferensi internasional yang diselenggarakan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UPJ ini membahas peran teknologi, rekayasa, pendidikan, dan kolaborasi lintas disiplin dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan.
Mengusung tema Engineering Smart, Sustainable, and Climate-Resilient Urban Systems, ICUSME 2026 menghadirkan dua pembicara utama, yakni Prof. Dr. Jian-bang Deng dari Tamkang University, Taiwan, dan Rektor UPJ Prof. Elisabeth Rukmini, Ph.D.
Keduanya membahas tantangan kota masa depan dari perspektif berbeda, mulai dari mobilitas tenaga profesional lintas negara dan ketahanan masyarakat hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pembangunan kota dan pendidikan tinggi.
Dalam paparannya, Prof. Jian-bang Deng mengangkat topik Navigating Southern Horizons: Translocal Career Building, Highly Skilled Migration, and Community Resilience in the Global South.
Ia membahas perubahan pola mobilitas tenaga profesional Taiwan, termasuk perpindahan ke Indonesia dan Vietnam.
Berdasarkan penelitian kualitatif dan wawancara dengan profesional Taiwan di Jakarta dan Ho Chi Minh City, kajian tersebut menyoroti peran jaringan lintas negara dalam membangun hubungan sosial dan mendukung ketahanan ekonomi perkotaan.
Menurutnya, mobilitas tenaga profesional tidak hanya berkaitan dengan perpindahan untuk bekerja, tetapi juga membangun jaringan, menghubungkan institusi, serta membuka akses terhadap sumber daya dan peluang ekonomi di berbagai wilayah.
“Mobilitas tenaga profesional lintas negara membentuk jaringan yang menghubungkan institusi, komunitas, dan sumber daya di berbagai kota," ujar Jian-bang Deng.
"Memahami jaringan ini penting untuk melihat bagaimana hubungan sosial dan ekonomi turut mendukung kemampuan kota beradaptasi terhadap perubahan,” tambahnya.
Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa ketahanan perkotaan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan teknologi.
Hubungan sosial, mobilitas manusia, serta kemampuan masyarakat dan institusi beradaptasi juga menjadi faktor penting dalam menghadapi perubahan ekonomi dan geopolitik.
Sementara itu, Rektor UPJ Prof. Elisabeth Rukmini membawakan materi bertajuk The Phygital Urban Future: Keeping Humans at the Center of Engineering and Higher Education.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi digital dan AI semakin memengaruhi cara kota dirancang, dikelola, dan digunakan masyarakat.
Perpaduan ruang fisik dan digital atau phygital menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam merancang lingkungan perkotaan masa depan.
Namun, perkembangan teknologi tersebut perlu diimbangi dengan pendekatan yang menempatkan manusia sebagai pusat inovasi.
"Teknologi seharusnya memperluas kemampuan manusia, bukan menggantikan perannya," ungkap Elisabeth.
Lebih lanjut dikatakan, prinsip tersebut juga berlaku dalam pendidikan tinggi, terutama dalam pemanfaatan AI, pembelajaran daring, kredensial mikro (micro-credentials), dan asesmen berbasis AI.
Elisabeth menekankan bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran perlu mempertimbangkan kebutuhan peserta didik serta tetap melibatkan peran pendidik dalam memberikan pendampingan.
“Pengembangan teknologi untuk kota masa depan perlu menempatkan manusia sebagai pusatnya. Kita perlu menilai inovasi tidak hanya dari peningkatan kinerja sistem, tetapi juga dari kemampuannya memperluas kapasitas, menjaga martabat, dan membuka kesempatan bagi masyarakat,” kata Elisabeth.
Lima bidang kajian perkotaan
Selain sesi pembicara utama, ICUSME 2026 menghadirkan sesi paralel yang mempertemukan peneliti dan akademisi untuk membahas lima bidang kajian terkait keberlanjutan perkotaan.
Kelima bidang tersebut meliputi Sustainable Urban Infrastructure Engineering, yang membahas infrastruktur hijau, transportasi berkelanjutan, energi perkotaan, pengelolaan air, dan limbah.
Bidang kedua, Smart City Technologies and AI for Urban Systems, berfokus pada penerapan AI, Internet of Things (IoT), urban digital twin, Building Information Modeling (BIM), Sistem Informasi Geografis (GIS), dan analisis data perkotaan.
Selanjutnya, Climate-Resilient Urban Systems mengangkat rekayasa adaptasi iklim, solusi berbasis alam, pemantauan lingkungan, kualitas udara, dan kesehatan perkotaan.
Bidang keempat, Social Inclusion, Equity, and Urban Resilience, membahas partisipasi masyarakat dalam perencanaan kota, ketimpangan sosial, kemiskinan perkotaan, kesetaraan gender, migrasi, serta perubahan demografi.
Adapun bidang kelima, Urban Economic Development and Sustainability, mengeksplorasi ekonomi hijau, mata pencaharian berkelanjutan, industri kreatif, ekosistem inovasi, ekonomi berbasis teknologi, dan pembiayaan pembangunan kota berkelanjutan.
Beragam topik tersebut menegaskan pentingnya pendekatan lintas disiplin dalam pembangunan perkotaan.
Pengembangan teknologi dan rekayasa perlu didukung kebijakan yang tepat, pemahaman terhadap dinamika sosial, penguatan ekonomi, serta keterlibatan masyarakat.
Libatkan sejumlah perguruan tinggi
Penyelenggaraan ICUSME 2026 turut melibatkan sejumlah perguruan tinggi sebagai mitra atau co-host, yakni Universitas Tarumanagara (UNTAR), Universitas Bunda Mulia (UBM), Tanri Abeng University (TAU), Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI), dan Tamkang University, Taiwan.
Kolaborasi tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan dan hasil penelitian mengenai persoalan perkotaan dari berbagai latar belakang keilmuan dan pengalaman wilayah.
Melalui konferensi ini, UPJ mendorong pengembangan riset yang relevan dengan kebutuhan kota sekaligus memperluas jejaring akademik internasional.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung inovasi dan pembangunan perkotaan berkelanjutan melalui keterkaitan antara ilmu pengetahuan, kebutuhan industri, dan persoalan nyata di masyarakat.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.