SURYA.co.id, SURABAYA - Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Universitas Surabaya (Ubaya) Jawa Timur, tak sekadar diisi dengan upacara.
Kampus tersebut memberikan panggung bagi mahasiswa berprestasi melalui defile lintas bidang sekaligus menegaskan komitmen membuka akses pendidikan tinggi lewat beasiswa, Rabu (28/10/2026).
Dalam kegiatan itu, prestasi mahasiswa di bidang akademik, penalaran, minat dan kegemaran, olahraga, hingga seni ditampilkan sebagai wujud kontribusi generasi muda bagi bangsa.
Rektor Ubaya, Dr. Ir. Benny Lianto, M.M.B.A.T., Ph.D., mengatakan, semangat Sumpah Pemuda perlu diterjemahkan menjadi pencapaian nyata yang dapat membanggakan Indonesia.
“Pemuda sekarang harus memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan wujud prestasi untuk bangsa dan negara,” kata Benny.
Menurut dia, prestasi mahasiswa di berbagai bidang, termasuk yang diraih pada tingkat nasional dan internasional, menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki potensi untuk membawa nama Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.
Beasiswa Jadi Jalan bagi Mahasiswa Potensial
Selain menampilkan capaian mahasiswa, Ubaya memberikan beasiswa sebagai bentuk dukungan terhadap generasi muda yang memiliki potensi untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Benny mengungkapkan, setiap semester sekitar 25 persen mahasiswa Ubaya menerima berbagai bentuk beasiswa.
“Tujuan beasiswa ini adalah memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi anak bangsa Indonesia yang punya potensi baik untuk kuliah dan merasakan kuliah di Universitas Surabaya,” ujarnya.
Menurut Benny, kesempatan memperoleh pendidikan tinggi perlu dibuka seluas-luasnya bagi anak bangsa yang memiliki potensi.
Dukungan beasiswa diharapkan membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan sekaligus mengejar cita-cita mereka.
Penerima Beasiswa Ingin Bawa Nama Ubaya ke Tingkat Internasional
Salah satu penerima beasiswa, Teofila Ita Puspita, mahasiswa Fakultas Hukum Ubaya, mengaku antusias mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Ia menilai momentum tersebut menjadi pengingat untuk terus berjuang dan meningkatkan prestasi selama menjalani pendidikan tinggi.
“Sebagai penerima beasiswa, saya bisa meningkatkan perjuangan saya sebagai mahasiswa untuk tetap berprestasi dan membawa nama Universitas Surabaya di tingkat nasional maupun internasional,” kata Teofila.
Dalam upacara tersebut, Teofila mengenakan busana adat yang terinspirasi dari R.A. Kartini.
Pilihan busana itu membawa pesan tentang emansipasi perempuan serta pentingnya kesempatan bagi perempuan Indonesia untuk mengenyam pendidikan tinggi.
Teofila mengatakan, sebelum menerima beasiswa, dirinya telah mengikuti berbagai kegiatan akademik dan nonakademik.
Ia menyebut pernah meraih juara pertama Lomba Kompetensi Siswa di Pusnas serta medali emas di bidang farmasi.
Beasiswa yang diterimanya mencakup pembebasan uang gedung sebesar 100 persen dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 100 persen selama empat tahun masa studi di Ubaya.
Dukungan tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi Teofila untuk terus meningkatkan prestasi dan memberikan dampak positif bagi kampus maupun Indonesia.
Melalui peringatan Sumpah Pemuda, Ubaya menempatkan prestasi dan akses pendidikan sebagai dua hal yang saling mendukung dalam pengembangan generasi muda.
Mahasiswa tidak hanya didorong untuk meraih pencapaian, tetapi juga memanfaatkan kesempatan pendidikan untuk berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.