TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Seorang pria yang hidup seorang diri dalam kondisi sakit dan menumpang di sebuah rumah kosong di Kota Bengkulu menjadi perhatian Satpol PP Kota Bengkulu setelah kisahnya dibagikan melalui media sosial.

Pria tersebut tinggal di rumah kosong di kawasan eks-lokalisasi, RT 08 RW 02, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu.

Kondisi tempat tinggalnya terlihat dalam video yang diterima redaksi TribunBengkulu dari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Bengkulu, Dr. Sahat Marulitua Situmorang, pada Minggu (25/10/2026).

Dalam video tersebut, pria itu terlihat duduk di sebuah bangku kayu di dalam rumah.

Ia mengenakan kaus putih dan celana pendek berwarna gelap.

Kondisi bagian dalam rumah juga terlihat dalam rekaman tersebut.

Dindingnya berwarna hijau kebiruan, sedangkan bagian langit-langit tampak berlubang di beberapa titik hingga memperlihatkan rangka kayu atap.

Sejumlah lembaran papan dan material lainnya tampak menggantung di bagian atas ruangan.

Di dekat pria tersebut, terlihat seorang petugas berseragam berdiri di dalam rumah.

Pria tersebut disebut bertahan hidup dalam kondisi sakit tanpa ditemani keluarga.

Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, ia mengaku mengandalkan bantuan dari orang-orang di sekitarnya.

Dalam video yang diunggah, Sahat berbincang dengan pria tersebut mengenai asal daerah dan kondisi kehidupannya saat ini.

Ketika ditanya mengenai asalnya, pria itu menyebut Cilacap.

Sahat kemudian menanyakan apakah keluarganya berada di daerah tersebut.

“Cilacap. Keluarga bapak ada di Cilacap?” tanya Sahat dalam video.

Dalam percakapan tersebut, pria itu juga ditanya mengenai kebutuhan makan sehari-hari.

Ia mengaku mendapatkan makanan dari orang-orang yang membantunya.

“Makannya dari orang-orang aja saya mah,” ungkap pria tersebut.

Identitas Pria Masih Perlu Dipastikan

Melalui keterangan yang disampaikan, Sekretaris RT 08, Ujang Junaidi, menjelaskan informasi mengenai pria tersebut kepada Sahat Marulitua Situmorang.

Pria itu mengaku berasal dari Kabupaten Cilacap.

Namun, ketika diminta menunjukkan identitas, fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) yang disebutkan dalam keterangan justru menunjukkan data yang diterbitkan oleh Pemerintah Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.

Dalam fotokopi identitas tersebut, pria itu tercatat lahir di Kota Prabumulih pada 1971.

Alamat yang tertera adalah Jalan Stasiun Penimur, Kelurahan Patih Galung, RT 05 RW 05, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.

Perbedaan informasi mengenai asal daerah tersebut membuat identitas dan keberadaan keluarga pria itu perlu ditelusuri lebih lanjut.

Dalam video, Sahat juga menyampaikan rencana untuk mencoba menghubungkan informasi mengenai pria tersebut dengan pemerintah Kabupaten Cilacap.

Keluarga Diharapkan Mengetahui Keberadaannya

Melalui unggahan tersebut, Sahat berharap keluarga pria itu dapat mengetahui keberadaan dan kondisinya saat ini.

Informasi mengenai pria yang sedang sakit dan tinggal seorang diri di rumah kosong tersebut diharapkan dapat membantu mempertemukannya kembali dengan keluarga besar.

Keterangan yang dibagikan juga menjadi upaya untuk membuka informasi mengenai keberadaan pria tersebut, terutama bagi keluarga yang mungkin mengenali ciri-ciri maupun identitasnya.

Dalam keterangannya, Sahat menyampaikan harapan agar keluarga besar pria tersebut dapat berjumpa kembali, mengenali, serta mengetahui kondisinya yang saat ini memerlukan perhatian keluarga.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.