Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Kebakaran dua rumah di Desa Tebat Tenong Dalam, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, Senin (26/10/2026) dini hari, menewaskan seorang lansia bernama Utima (71).

Utima ditemukan dalam kondisi hangus terbakar di dalam kamar rumahnya.

Kepala Desa Tebat Tenong Dalam, Samsul Ahmadi, mengaku terkejut saat mengetahui korban masih berada di dalam rumah ketika kebakaran terjadi.

Saat kejadian, warga sempat berteriak dan mengira pasangan suami istri tersebut sudah berhasil keluar dari rumah.

Namun, ternyata hanya Batul, suami Utima, yang berhasil menyelamatkan diri.

Menurut Samsul, Utima diduga tidak sempat bangun atau menyelamatkan diri karena api dengan cepat membesar.

Terlebih, korban diketahui mengalami gangguan pendengaran.

"Saya juga kaget saat mengetahui korban ternyata masih di dalam rumah ketika kebakaran terjadi. Jenazahnya ditemukan di dalam kamar," kata Samsul saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com.

TEWAS - Foto suasana proses evakuasi terhadap jenazah korban pada Senin (26/10/2026). Seorang lansia tewas usai tidak sempat keluar pasca kebakaran dua rumah.
TEWAS - Foto suasana proses evakuasi terhadap jenazah korban pada Senin (26/10/2026). Seorang lansia tewas usai tidak sempat keluar pasca kebakaran dua rumah. (Tribun Bengkulu/M Rizki Wahyudi)

Tinggal Berdua dengan Suami yang Juga Lansia

Samsul mengatakan, selama ini Utima tinggal bersama suaminya, Batul, yang juga sudah lanjut usia.

Pasangan tersebut tinggal di rumah yang terbakar pada Senin dini hari.

Sementara itu, anak mereka sudah berkeluarga dan tinggal di rumah sendiri yang lokasinya tidak jauh dari kediaman orang tuanya.

Menurut Samsul, api yang cepat membesar diduga membuat Utima tidak sempat menyelamatkan diri.

Apalagi, korban memiliki gangguan pendengaran.

"Selama ini memang tinggal berdua saja mereka, tapi rumah anaknya tidak jauh dari sana, itu api sangat cepat membesarnya pak semalam," paparnya.

Kebakaran tersebut tidak hanya menghanguskan rumah Batul dan Utima, tetapi juga rumah milik warga lain bernama Madin yang berada di sebelahnya.

"Jadi ada dua yang terbakar, itu rumahnya bersebelahan," lanjutnya.

Utimа Dikenal Ramah dan Rajin Berbaur dengan Warga

Di mata Samsul, Utima dikenal sebagai sosok yang baik, ramah, dan rajin bergaul dengan masyarakat sekitar.

Korban juga kerap berkumpul bersama warga serta ikut membantu ketika ada kegiatan di lingkungan desa.

"Orangnya baik, ramah, dan rajin berbaur dengan warga. Kalau ada kegiatan masyarakat, beliau juga berkumpul dan membantu," ujarnya.

Kepergian Utima dalam peristiwa kebakaran tersebut menjadi kabar yang mengejutkan bagi warga yang mengenalnya.

Suami Korban Mengungsi ke Rumah Anak

Setelah kejadian, jenazah Utima telah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat.

Sementara itu, Batul untuk sementara tinggal di rumah anaknya yang berada tidak jauh dari rumah mereka yang terbakar.

Keluarga Madin, yang rumahnya juga ikut terbakar, turut mengungsi sementara ke rumah anaknya.

"Pasca kebakaran, karena kondisi rumah mereka sudah habis terbakar, mereka mengungsi sementara mereka, ke rumah anak-anaknya," tutup Kades.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 00.30 WIB tersebut menghanguskan dua rumah semi permanen serta menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Kerugian materi akibat kejadian itu diperkirakan mencapai Rp 350 juta.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.