TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado memperpanjang status tanggap darurat bencana cuaca ekstrem dan musim kemarau ke tahap II selama 14 hari.

Kepala BPBD Manado Donald Sambuaga menuturkan, perpanjangan tersebut dilakukan berdasarkan hasil verifikasi lapangan dan kebutuhan penanganan yang masih berlangsung.

Terdapat dua pertimbangan utama perpanjangan status tanggap darurat.

"Pertama adalah kebutuhan air bersih yang masih perlu diverifikasi dan kejadian kebakaran hutan dan lahan pada Oktober 2026," kata dia di Kantor Wali Kota Manado, Senin (26/10/2026).

Kemarau panjang menyebabkan 919 kepala keluarga atau 2.751 jiwa terdampak kekeringan di wilayah Kecamatan Bunaken Kepulauan.

"Rinciannya, Kelurahan Bunaken sebanyak 574 KK atau 1.732 jiwa, dan Kelurahan Manado Tua Dua sebanyak 345 KK atau 1.019 jiwa," katanya.

Indikator di lapangan menunjukkan sumber air warga masih mengering.

Distribusi air yang dilakukan belum mencukupi kebutuhan masyarakat.

Selama periode tanggap darurat tahap I, BPBD Kota Manado telah mencatat total distribusi air bersih sebanyak 158 ribu liter.

"Distribusi dilakukan secara bertahap, yaitu pada 12 Oktober di Bunaken sebanyak 16 ribu liter, 13 Oktober di Bunaken 16 ribu liter dan di Manado Tua Dua 42 ribu liter, 20 Oktober di Bunaken 16 ribu liter, serta 21 Oktober di Bunaken 12 ribu liter dan di Manado Tua Dua 56 ribu liter," katanya.

PERPANJANG - Kepala BPBD Manado Donald Sambuaga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado memperpanjang status tanggap darurat bencana cuaca ekstrem dan musim kemarau ke Tahap II selama 14 hari.
PERPANJANG - Kepala BPBD Manado Donald Sambuaga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado memperpanjang status tanggap darurat bencana cuaca ekstrem dan musim kemarau ke Tahap II selama 14 hari. (Dokumen Pribadi)

Sementara itu, terdapat 116 kejadian kebakaran lahan sepanjang Oktober 2026.

Ancaman kebakaran masih memerlukan operasi darurat.

Hal itu merupakan salah satu indikator perpanjangan tahap II.

Berikut poin-poin indikatornya:

  1. Kondisi sumber air masyarakat yang masih mengering atau debit belum pulih.
  2. Skala dampak berupa jumlah KK dan jiwa terdampak yang masih signifikan.
  3. Kapasitas layanan normal yang belum mampu memenuhi kebutuhan.
  4. Kebutuhan warga akan distribusi air bersih yang masih rutin. 
  5. Ancaman lanjutan berupa risiko kekeringan dan kebakaran lahan.
  6. Kebutuhan operasi darurat yang meliputi personel, armada, logistik, koordinasi, dan pendanaan

Dapat Laporan BMKG

Diketahui Pemkot Manado menetapkan status tanggap darurat bencana cuaca ekstrem dan musim kemarau untuk 
Manado.

Status tanggap darurat sitetapkan selama 14 hari pada 8-21 Oktober 2026.

Penetapan berdasarkan keputusan Wali Kota Manado.

Wakil Wali Kota Manado, Richard Sualang menjelaskan dasar penetapan tersebut.

"Kami melihat kondisi terkini Manado dan juga mendapat laporan BMKG," kata dia di Kantor Wali Kota Manado, Jumat (23/10/2026).

Baca juga: Prakiraan Cuaca 15 Daerah di Sulawesi Utara Besok Selasa 27 Oktober 2026

BMKG melaporkan bahwa secara nasional kemarau akan berkepanjangan hingga Februari 2027.

"Kita segera keluarkan karena secara administrasi harus ada dokumen," katanya.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.