SURYA.co.id, SURABAYA – Sebanyak 20 unit rumah toko (ruko) Beverly Terrace tahap 3 mulai dikembangkan Pakuwon Group di kawasan Pakuwon City, Kejawan Putih Mutiara, Surabaya, Jawa Timur.

Ditawarkan dengan harga mulai Rp 4,9 miliar per unit, proyek komersial ini menyasar pelaku usaha dan investor yang ingin memanfaatkan potensi pasar di tengah kawasan hunian.

Pembangunan Beverly Terrace tahap 3 ditandai dengan upacara peletakan batu pertama atau groundbreaking ceremony pada Jumat (23/10/2026).

Proyek ini melanjutkan dua tahap sebelumnya yang telah terjual habis dan kini digunakan untuk berbagai kegiatan usaha.

Direktur Pakuwon Group, Minarto Basuki, mengatakan permintaan ruko di kawasan Pakuwon City masih cukup tinggi.

Menurutnya, keberadaan ruko di tengah kawasan perumahan menjadi daya tarik bagi konsumen yang ingin membuka usaha maupun mengembangkan bisnis.

"Pasar komersial saat ini, khususnya untuk ruko di Pakuwon City banyak permintaannya. Rata-rata pembelinya adalah customer loyal kami. Ada yang mereka beli untuk bikin usaha baru, ada yang beli untuk anaknya yang mau buka usaha, ada juga mereka yang sebelumnya sudah punya usaha lalu ingin ekspansi memilih di Pakuwon City, bahkan ada yang beli untuk disewakan kembali," kata Minarto.

Beverly Terrace Tahap 3 Hanya 20 Unit

General Manager Marketing Pakuwon Group, Liliani Harsono, menjelaskan Beverly Terrace tahap 3 hadir dengan konsep berbeda dibandingkan dua tahap sebelumnya.

Ruko yang ditawarkan memiliki lebar 4,5 meter dan panjang 18 meter.

Pengembang hanya menyediakan 20 unit dengan harga mulai Rp4,9 miliar.

Sebelum seremoni peletakan batu pertama digelar, Pakuwon Group telah melakukan peluncuran awal atau prelaunch.

Dari tahap tersebut, sebanyak tiga unit dilaporkan telah dibeli konsumen.

"Meski begitu, kami juga sedang menyiapkan proyek Beverly tahap 4," ungkap Liliani.

Rencana pengembangan tahap berikutnya menunjukkan bahwa Pakuwon Group masih melihat peluang pasar untuk produk komersial di kawasan tersebut.

Dua Tahap Sebelumnya Ludes Terjual

Liliani menyebutkan, Beverly Terrace tahap 1 menawarkan 50 unit ruko, sedangkan tahap 2 menyediakan 41 unit.

Seluruh unit dari kedua tahap tersebut telah habis terjual.

Sejumlah ruko kini telah dimanfaatkan untuk berbagai usaha, mulai dari kedai kopi, restoran, studio yoga dan pilates, hingga usaha desain.

Menurut Liliani, salah satu faktor yang mendukung permintaan adalah lokasi Beverly Terrace yang berada di tengah kawasan hunian Pakuwon City.

Saat ini, kawasan tersebut dihuni sekitar 8.800 kepala keluarga (KK) yang berasal dari lingkungan rumah tapak dan apartemen Educity.

Jumlah itu belum mencakup penghuni apartemen lain, termasuk Amor dan kawasan apartemen lainnya.

Basis penghuni tersebut menjadi salah satu potensi pasar bagi pelaku usaha yang membutuhkan akses ke konsumen di sekitar lokasi.

Tawarkan Cicilan Uang Muka 12 Bulan

Untuk mendukung pembelian ruko, Pakuwon Group bekerja sama dengan Bank Central Asia (BCA) melalui program pembiayaan yang menawarkan kemudahan pembayaran uang muka atau down payment (DP).

Liliani mengatakan, konsumen dapat memanfaatkan program cicilan DP hingga 12 bulan dengan uang muka mulai 10 persen, sesuai ketentuan program yang berlaku.

Skema tersebut menjadi salah satu pilihan bagi konsumen yang ingin membeli properti komersial dengan pengaturan pembayaran awal secara bertahap.

BCA Siapkan Penawaran Bunga Khusus

Dalam kesempatan yang sama, Vice President of Consumer Loan BCA, Meliani Tjondro, mengatakan pihaknya menyiapkan penawaran suku bunga khusus untuk mendukung pembiayaan pembelian Beverly Terrace.

Meliani menjelaskan, suku bunga yang berlaku secara umum saat ini sebesar 2,75 persen dalam program yang ditawarkan.

Namun, untuk kerja sama dengan Pakuwon Group, BCA berupaya menghadirkan bunga di bawah 2 persen.

"Suku bunga itu kan program. Kalau sekarang suku bunga kami 2,75 persen, khusus dengan Pakuwon kami mengusahakan agar bunganya di bawah 2 persen," terang Meliani.

Ia menilai pasar properti komersial masih menunjukkan peluang, meskipun kondisi ekonomi menghadirkan sejumlah tantangan.

Menurutnya, permintaan terhadap rumah, ruko, tanah kavling, hingga kredit pemilikan rumah sederhana masih bergerak.

Meliani menambahkan, dukungan perbankan melalui program suku bunga menjadi salah satu upaya untuk menjaga aktivitas industri properti.

"Semua segmen cukup bergerak. Kami di perbankan juga harus mensupport industri properti agar dapat menggerakan pasar. Kami memang tidak bisa melepaskan kekhawatiran dari makro ekonomi, tapi apa yang bisa dilakukan perbankan, kami mencoba menjawabnya dari ruang lingkup program suku bunga," pungkasnya.

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.