TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Orang tua yang menganiaya anak di dalam lift hotel Malaysia diduga merupakan bagian dari Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat.
Informasi tersebut beredar luas di media sosial.
Disebutkan bahwa pria yang ikut menganiaya anak dalam lift ini juga memiliki jabatan di Keraton Cirebon.
Kejadian sadis memilukan terekam kamera CCTV dalam lift.
Seorang ibu dan ayah tega menganiaya seorang anak lelaki di dalam lift.
Informasi beredar, peristiwa terjadi di sebuah lift hotel kawasang Alor, Malaysia pada Oktober 2026.
Dalam video beredar tampak wanita dewasa menggunakan kerudung dan baju merah muda dipadu celana panjang hitam.
Ada juga lelaki dewasa menganakan kaos dan menggendong tas hitam.
Lalu terlihat anak kecil duduk di kursi dorong atau stroler.
Satu anak kecil lain berdiri.
Ketika masuk lift, pria itu langsung menendang stroler yang diduduki anak kecil.
Wanita tersebut bahkan berulang kali seperti mencubit dan memukul.
Tindakan itu dilakukan berulang meski ada orang lain yang masuk ke dalam lift.
Baca juga: Profesi Orang Tua yang Aniaya Anak di Lift Malaysia, Ibu Humas Asal Bandung, Ayah Keturunan Keraton
Keterangan yang ditulis akun thereportermy menyebut mereka sekasar itu karena masalah stroler.
"Gara-gara berebut mahu duduk dalam kereta sorong bayi (stroller), seorang kanak-kanak didakwa menjadi mangsa kekasaran ibu bapanya dalam sebuah lif, berdasarkan rakaman CCTV yang tersebar di media sosial.
Dalam rakaman itu, si bapa dilihat menendang kereta sorong yang sedang diduduki anaknya, manakala si ibu pula dilihat menolak dan menjentik anaknya sendiri," tulisnya.
Informasinya mereka merupakan warga negara Indonesia (WNI).
Katanya mereka sedang berlibur ke Malaysia.
"Seorang lelaki yang kedengaran dalam video turut mendakwa wanita terbabit merupakan warga Indonesia, namun kewarganegaraannya belum dapat disahkan.
Kejadian itu mengundang kemarahan pengguna media sosial yang menyifatkan tindakan pasangan berkenaan sebagai keterlaluan.
Baca juga: Nasib Pasutri yang Viral Aniaya Anak di Lift, Sahabat Akhirnya Bersuara, Si Ayah Disebut Bangsawan
Ada juga yang mendesak Jabatan Kebajikan Masyarakat (JKM) menjalankan siasatan bagi memastikan keselamatan kanak-kanak terbabit," katanya.
Beredar info bahwa nama perempuan adalah AV.
Dilihat dari akun LinkedIn, dia berprofesi sebagai Marketing and Public Relations Specialist at E-Commercer.
Dia berasal dari Bandung, Jawa Barat.
Sedangkan lelaki berinisial MN.
Ia berprofesi sebagai Research Data Analys, Event Organizer, Maufactuting, Tourism.
Tertulis dalam keterang akunnya, ia menulis ada kaitan dengan Keraton Kasepuhan Cirebon.
Nama yang sama terdata sebagai Gusti Patih Keraton Kasepuhan Cirebon.
Meski begitu semua informasi tersebut masih belum terkonfirmasi.
Kini akun media sosial AV dan MN sama-sama menghilang.
"Akun IGnya ngilang nih tiba-tiba, kok bisa gitu yaa? Cek dong netizen ini anak kandungnya apa bukan sih? Gimana," tulis akun Threads heyboww_.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.