TRIBUNSUMSEL.COM -- Permasalahan rumah tangga yang melilit pasangan selebriti Ruben Onsu dan Sarwendah hingga kini masih terus menjadi perhatian publik.
Perselisihan ini awalnya bermula dari keluhan Ruben yang mengaku dipersulit untuk bertemu dengan anak-anaknya, hingga akhirnya ia memutuskan menempuh jalur hukum untuk memperjuangkan hak asuh anak.
Namun, seiring berjalannya waktu, konflik internal tersebut justru kian meluas dan merembet ke berbagai persoalan lain.
Eskalasi hubungan keduanya semakin memanas setelah Sarwendah mengunggah bukti tangkapan layar panggilan video (video call) serta percakapan pesan singkat Ruben Onsu dengan seorang pria melalui akun Instagram pribadinya.
Tindakan pengungkapan di media sosial ini sontak membuat publik terkejut dan memicu beragam spekulasi.
Baca juga: Ruben Onsu Akhirnya Buka Suara Soal Pria di Video Call, Sebut Ada Penggiringan Opini
Melihat situasi yang kian keruh, sahabat Ruben Onsu, Fitri Salhuteru, turut memberikan tanggapan dan pembelaan.
Fitri mengungkapkan bahwa Ruben sebetulnya masih menyimpan rekaman video rahasia terkait Sarwendah yang berpotensi memicu kehebohan publik jika disebarkan.
Meski begitu, Ruben memilih untuk tidak mempublikasikannya demi mempertimbangkan kondisi psikologis serta masa depan anak-anak mereka.
"Ya, kalau aku lihat, Ruben masih menjaga ya, masih menjaga kira-kira kalau dia mau up ini dampaknya buat anak-anak apa gitu kan," ujar Fitri kepada awak media, dikutip dalam Tribunnews.com, Selasa (13/10/2026).
Fitri menegaskan bahwa hingga saat ini Ruben secara konsisten menahan diri demi memprioritaskan perasaan anak-anaknya.
Ia juga meyakini bahwa langkah pembongkaran bukti yang dilakukan Ruben belakangan ini bukanlah untuk memulai pertikaian baru, melainkan sekadar balasan atas aksi dari pihak lawan.
"Aku masih melihatnya seperti itu," tuturnya.
"Menurut aku ya, selama ini yang dilakukan Ruben kan hanya mirroring, bereaksi atas aksi yang mereka lakukan," jelas Fitri.
Lebih lanjut, perempuan berusia 50 tahun ini mengajak publik untuk melihat kembali kronologi peristiwa dan mengidentifikasi pihak yang pertama kali membawa permasalahan domestik ini ke ranah media sosial.
"Coba sekarang kalian pikir ya, pertama kali yang membawa ini ke sosial media siapa? Yang ada itu kan pihak sana, tentang debt collector awalnya kan dari sini kan," ungkapnya.
Fitri menyayangkan keputusan pihak sana yang dinilai sering membagikan hal-hal yang tidak relevan ke publik melalui platform media sosial.
"Meskipun sekalipun itu ada, buat apa sih diposting, terus ada lagi apa, diposting," kata Fitri.
Baca juga: Imbas Unggahan Video Call, Ruben Onsu Resmi Laporkan Sarwendah Tapi Buka Pintu Damai RJ
Menutup keterangannya, Fitri menekankan kembali bahwa inti dari seluruh dinamika ini sejak awal sebenarnya sangat sederhana, yakni murni terkait hubungan antara seorang ayah dan anak-anaknya.
"Itu ya, karena sebetulnya dari awal juga kan yang dipermasalah sama Ruben itu anak," terangnya.
Ia berharap publik maupun pihak yang terlibat tidak mengalihkan perhatian ke isu-isu sampingan dan tetap berfokus pada akar permasalahan utama.
"Jangan ke mana-mana ya, anak aja. Apa yang diminta sama Ruben hanya dikasih waktu, hanya diberikan akses ketemu sama anak," pintanya.
Fitri menyayangkan mengapa persoalan yang sedari awal difokuskan pada hak akses dan ruang bertemu dengan anak kini justru melebar ke berbagai permasalahan lain.
"Dari dulu juga fokusnya ke anak, kenapa ke masalah-ke masalah yang lain gitu," pungkasnya.
Buntut aksi Sarwendah tersebut, Ruben Onsu kini membuat laporan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pencemaran nama baik.
Kasubdit Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Onkoseno Grandiarsо, mengatakan Ruben telah membuat laporan di hari Minggu (11/10/2026), kemarin.
"Bahwa benar pada hari Minggu 11 Oktober 2026, Saudara RSO telah membuat laporan polisi di Polda Metro Jaya terkait dengan dugaan pencemaran nama baik dan atau fitnah melalui media elektronik," ujar Onkoseno kepada awak media, dikutip Senin (12/10/2026).
Onkoseno menuturkan, kini pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan dan mendalami laporan presenter berusia 43 tahun itu.
"Adapun dalam laporan ini, terlapor masih dalam penyelidikan," tuturnya.
"Selanjutnya pihak penyidik akan menindaklanjuti dan akan memproses dengan mendalami laporan ini lebih lanjut," lanjutnya.
Laporan Ruben tersebut turut disertai bukti-bukti berupa perangkat penyimpan data atau flashdisk dan tangkapan layar akun media sosial.
"Dari laporan ini juga dari pihak pelapor menyerahkan beberapa dokumen pendukung, berupa flashdisk dan tangkapan unggahan dari suatu akun media sosial," terangnya.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran WhatsApp TribunSumsel.com
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.