Yogyakarta -

Lomba Future Icons Science & Technology Kategori A di gelaran Morinaga Door Of Future 'Dunia Generasi Platinum Advance Intelligence Lab' di Pakuwon Mall Yogyakarta berlangsung meriah. Lomba tersebut tidak hanya menguji kecepatan dan ketepatan anak, tetapi juga dirancang untuk mengasah kemampuan motorik serta melatih anak mengenali pola dan bentuk.


Dalam permainan Colour, setiap peserta mendapat 30 balok berwarna merah, kuning, dan hijau yang harus dipilah ke dalam ember sesuai warnanya. Peserta diberikan waktu maksimal lima menit untuk menyelesaikan tantangan tersebut.


Permainan ini melatih kemampuan motorik anak, terutama koordinasi mata dan tangan saat mengambil, memilah, dan memasukkan balok ke ember yang tepat. Anak-anak juga dituntut untuk berkonsentrasi agar dapat menyelesaikan tantangan dengan cepat dan tepat.




Penilaian dilakukan berdasarkan jumlah balok yang berhasil dimasukkan sesuai warna, jumlah balok yang salah tempat, serta balok yang belum terselesaikan. Kecepatan menjadi salah satu faktor penentu. Peserta yang menyelesaikan permainan lebih awal harus mengangkat tangan agar pengawas dapat mencatat waktu penyelesaiannya.


Tiga peserta dengan hasil terbaik kemudian melaju ke babak penentuan untuk memperebutkan juara pertama, kedua, dan ketiga. Pada tahap ini, mereka menghadapi permainan Shape yang menguji kemampuan mencocokkan bentuk.




Dalam permainan tersebut, peserta diminta mencocokkan bangun datar, seperti segitiga, lingkaran, dan persegi, dengan pola atau lubang berbentuk serupa pada sebuah papan. Mereka harus mengenali setiap bentuk dan menempatkannya pada posisi yang tepat.



MorinagaMorinaga Foto: dok. Serly Putri Jumbadi/detikJogja

Melalui permainan Shape, anak-anak dilatih mengenali pola, membedakan bentuk, serta meningkatkan kemampuan pengamatan. Kecepatan dan ketepatan dalam menyelesaikan tantangan menjadi bagian penting dalam menentukan pemenang akhir kompetisi.


Ibu asal Bantul, Anisa, orang tua Ryota, peserta berusia 3 tahun yang berhasil meraih juara pertama, mengaku senang anaknya bisa mengikuti kompetisi tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi kesempatan bagi anak untuk melatih keberanian sekaligus menikmati pengalaman baru.


"Acaranya seru banget. Pokoknya melatih mental anak buat berani, anak juga happy," ujar Anisa saat ditemui di lokasi, Sabtu (10/10/2026).


Anisa mengatakan, Ryota sudah mulai diikutkan lomba sejak belajar berjalan. Di rumah, ia juga membiasakan anaknya belajar melalui aktivitas bermain agar proses belajar terasa menyenangkan.


"Sebenarnya dari mulai dulu berjalan sudah banyak ikut lomba. Jadi biar anaknya berani dulu sih yang jelas. Kalau di rumah ya sering main aja, belajar sambil bermain," tuturnya.


Hal senada juga diungkapkan ibu asal Sleman, Riana. Meski putranya tak meraih juara, ia mengaku senang anaknya bisa mengikuti kegiatan perlombaan ini.


"Senang banget, tadi ikut lomba tapi nggak menang. Tapi acara seperti ini luar biasa ya, karena belajar itu nggak hanya soal materi di kelas, tapi bisa dikemas dengan game-game seperti ini," jelasnya.














Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.