TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulawesi Tenggara masih membahas cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke XV Sultra.

Ajang tersebut rencananya dijadwalkan akan berlangsung pada awal Desember 2026, dengan Kota Kendari sebagai tuan rumah.

Seleksi tersebut dilakukan menyusul efisiensi anggaran yang turut memengaruhi persiapan penyelenggaraan pesta olahraga tingkat provinsi itu.

Kepala Dispora Sultra, La Ode Daerah Hidayat mengatakan, tidak semua cabor yang tercatat di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) akan diikutsertakan dalam Porprov 2026.

Pemerintah Provinsi Sultra bersama KONI masih melakukan komunikasi dan pembahasan untuk menentukan cabor yang memenuhi kriteria serta menjadi prioritas dalam kompetisi tersebut.

Baca juga: 473 Atlet Renang Ikuti Kejurda Antar Club se-Sulawesi Tenggara, Jadi Ajang Seleksi Porprov 2026

Cabang olahraga yang selama ini berkontribusi terhadap perolehan medali di tingkat nasional maupun internasional akan menjadi perhatian.

Seperti softball karena berhasil menyumbangkan medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara.

Selain itu, cabang olahraga bela diri juga menjadi pertimbangan karena mampu menyumbangkan medali.

“Pemprov Sultra melalui Dispora secara teknis akan intens melakukan komunikasi, menjabarkan, dan mengeluarkan keputusan akhir terkait cabor-cabor di Sultra ini yang akan dipertandingkan dalam Porprov. Secepatnya kita akan putuskan,” jelas Hidayat, Jumat (9/10/2026).

Hidayat menyampaikan pembatasan jumlah cabor yang dipertandingkan merupakan bagian dari penyesuaian terhadap kondisi anggaran.

Baca juga: Andi Ady Aksar Terpilih Aklamasi Ketua KONI Sulawesi Tenggara, Punya Program Bapak Angkat Cabor

Sehingga, ia meminta pengurus cabor, simpatisan, dan para pendukung olahraga di Bumi Anoa memahami kebijakan tersebut. 

Karena kondisi ini bukan hanya terjadi di Sultra, tetapi juga dialami provinsi lain di seluruh Indonesia.

"Dan mohon sekiranya untuk cabor-cabor yang pada akhirnya tidak ikut serta di Porprov harus bisa memahami. Kita sama-sama mengetahui bahwa itulah keputusan yang terbaik. Sekali lagi kita harus garis bawahi karena ini disebabkan efisiensi anggaran,” jelasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.