TRIBUNGORONTALO.COM – Masyarakat di Provinsi Gorontalo perlu mulai bersiap menghadapi musim hujan yang diprediksi datang pada November hingga Desember 2026.

Berdasarkan prakiraan Stasiun Klimatologi BMKG Gorontalo, awal musim hujan 2026/2027 diperkirakan terjadi secara bertahap di delapan Zona Musim (ZOM) yang mencakup wilayah Provinsi Gorontalo.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Gorontalo, Merpati Teodoris Nalle, mengatakan awal musim hujan tahun ini diprediksi mengalami kemunduran dibandingkan kondisi normalnya.

"Prediksi November II dan Desember II untuk musim hujan. Datanya lebih mundur. Sifat hujan di wilayah Gorontalo normal. Puncaknya Desember sama Januari. Durasi curah hujan 2027 lebih pendek," kata Merpati Teodoris Nalle saat dikonfirmasi melalui via telepon oleh TribunGorontalo.com. Jumat, 9/10/2026.

Berdasarkan data BMKG, sebanyak lima Zona Musim (ZOM) atau 62,5 persen luas daratan Gorontalo diprediksi memasuki musim hujan pada dasarian II November 2026. Sementara tiga ZOM lainnya atau 37,5 persen diperkirakan baru memasuki musim hujan pada dasarian II Desember 2026.

Dasarian merupakan periode sepuluh hari dalam satu bulan. Dasarian II berarti periode tanggal 11 hingga 20.

Merpati menjelaskan, prakiraan tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama petani yang harus menyesuaikan kegiatan pertanian dengan perubahan musim.

"Bisa disesuaikan untuk petani dalam masa tanamnya," ujarnya.

Dengan demikian, petani diharapkan dapat mempertimbangkan waktu tanam berdasarkan prakiraan awal musim hujan serta perkembangan informasi cuaca dari BMKG.

Baca juga: Kota Gorontalo hingga Bone Bolango Diselimuti Kabut, BMKG Ungkap Penyebabnya

Puncak Musim Hujan Desember 2026 hingga Januari 2027

BMKG memprediksi puncak musim hujan di Gorontalo terjadi pada Desember 2026 hingga Januari 2027.

Sebanyak lima ZOM atau 62,5 persen luas daratan diperkirakan mengalami puncak musim hujan pada Desember 2026. Adapun tiga ZOM lainnya diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Januari 2027.

Meski waktu kedatangan musim hujan diperkirakan mundur di sebagian besar wilayah, sifat hujan pada musim hujan 2026/2027 diprediksi berada dalam kategori normal.

Artinya, curah hujan selama periode tersebut diperkirakan mendekati nilai rata-rata klimatologisnya.

Namun, masyarakat tetap perlu memperhatikan informasi cuaca terkini karena kondisi hujan dapat memengaruhi berbagai aktivitas, mulai dari pertanian, perikanan, hingga mobilitas masyarakat.

Prakiraan BMKG menunjukkan awal musim hujan tidak terjadi serentak di seluruh wilayah Gorontalo.

Pada November 2026, wilayah yang diprediksi mulai memasuki musim hujan meliputi Gorontalo Utara bagian timur, sebagian wilayah utara Gorontalo Utara, sebagian wilayah Pohuwato, sebagian Bone Bolango bagian utara, sebagian Gorontalo bagian tengah, serta sebagian kecil wilayah Boalemo.

Sementara itu, pada Desember 2026, awal musim hujan diperkirakan terjadi di sebagian Bone Bolango bagian barat daya, sebagian kecil Boalemo, sebagian Gorontalo bagian selatan, seluruh Kota Gorontalo, sebagian Pohuwato bagian selatan, serta sebagian Bone Bolango bagian tenggara.

Perbedaan waktu tersebut membuat masyarakat perlu memperhatikan prakiraan musim sesuai wilayah masing-masing.

Berdasarkan perbandingan dengan kondisi normal, sebanyak lima ZOM atau 62,5 persen luas daratan diperkirakan mengalami awal musim hujan lebih lambat. Satu ZOM atau 12,5 persen diprediksi sama dengan normalnya, sedangkan dua ZOM atau 25 persen diperkirakan mengalami awal musim hujan lebih cepat.

Durasi Musim Hujan Diprediksi Lebih Pendek di Sejumlah Wilayah

Selain waktu kedatangan dan puncak musim hujan, BMKG turut memperkirakan durasi musim hujan 2026/2027 di Gorontalo.

Secara umum, durasi musim hujan diprediksi berkisar antara tiga hingga 27 dasarian, bergantung pada karakteristik masing-masing zona musim.

Sebanyak empat ZOM atau 50 persen luas daratan diperkirakan mengalami musim hujan lebih pendek dari normalnya. Satu ZOM atau 12,5 persen diprediksi memiliki durasi yang sama dengan normal, sedangkan tiga ZOM atau 37,5 persen diperkirakan mengalami musim hujan lebih panjang.

Secara umum, durasi musim hujan diperkirakan lebih pendek di wilayah utara Gorontalo, sementara wilayah selatan diprediksi mengalami musim hujan lebih panjang dari normalnya.

Kondisi ini menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan, terutama oleh petani dalam merencanakan masa tanam dan menentukan pola budi daya.

Menghadapi musim hujan, BMKG merekomendasikan sejumlah langkah antisipasi untuk berbagai sektor.

Di sektor pertanian, petani diimbau menyesuaikan waktu tanam dan pola budi daya dengan awal musim hujan. Petani juga perlu memperhatikan potensi hujan ekstrem serta serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Sementara di sektor sumber daya air, pengelolaan tampungan air dan saluran drainase perlu dioptimalkan sebagai langkah antisipasi terhadap peningkatan debit air ketika musim hujan.

Bagi masyarakat yang beraktivitas di sektor perikanan, kondisi cuaca dan gelombang perlu diperhatikan sebelum melaut. Aktivitas penangkapan ikan juga disarankan menyesuaikan informasi cuaca terkini.

BMKG turut mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Di sektor kesehatan, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang berpotensi meningkat selama musim hujan. Menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi juga menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Dengan prakiraan awal musim hujan yang mulai terjadi pada November 2026, masyarakat diharapkan dapat melakukan persiapan lebih dini. Petani khususnya dapat menyesuaikan masa tanam berdasarkan prakiraan musim dan terus memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG. (*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.