TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU – Sebanyak 57.700 batang benih kelapa sawit unggul pre nursery disiapkan Pemerintah Kabupaten Sekadau untuk 21 kelompok tani yang tersebar di 18 desa.

Bantuan melalui program IP3K Kabupaten Sekadau tahun 2026 tersebut diperuntukkan bagi pengembangan lahan seluas 422 hektare.

Penyerahan bantuan benih kelapa sawit unggul tersebut dilaunching langsung oleh Bupati Sekadau Aron di halaman Kantor Bupati Sekadau, Senin, 5 Oktober 2026.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Sekadau, Sandae, mengatakan bantuan benih unggul kelapa sawit merupakan bagian dari program unggulan Pemerintah Kabupaten Sekadau di bidang infrastruktur, perkebunan, pertanian dan perikanan.

• Bupati Sekadau Aron Launching Bantuan Benih Sawit Unggul, Ingatkan Warga Tak Jual Lahan

Program tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani kelapa sawit.

Menurut Sandae, program bantuan benih kelapa sawit telah dilaksanakan DKP3 Kabupaten Sekadau selama lima tahun sejak 2022.

"Program ini telah dilaksanakan selama lima tahun sejak tahun 2022 dan menjadi salah satu bentuk penerjemahan program unggulan pemerintah daerah Kabupaten Sekadau," ujar Sandae.

Sebelum bantuan disalurkan, DKP3 terlebih dahulu melakukan sejumlah tahapan, mulai dari pengumpulan dan verifikasi data hingga sosialisasi kepada kelompok tani calon penerima bantuan di setiap kecamatan.

Verifikasi dilakukan untuk memastikan kesesuaian lembaga pekebun, domisili anggota kelompok tani serta lahan yang diusulkan.

Kelompok tani penerima bantuan juga harus terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN).

Selain itu, anggota kelompok tani harus berdomisili di Kabupaten Sekadau. Lahan yang diusulkan juga harus berada di wilayah Kabupaten Sekadau dan tidak termasuk dalam kawasan hutan.

"Dengan anggaran yang tersedia, pada tahun anggaran 2026 dapat terakomodir pengadaan benih unggul kelapa sawit pre nursery sejumlah 57.700 batang," jelasnya.

Cakupan Program Capai 2.234 Hektare

Sandae menyebutkan, secara kumulatif hingga 2026, program bantuan benih kelapa sawit IP3K telah mencakup lahan seluas 2.234 hektare dan diberikan kepada 132 kelompok tani.

Benih yang diberikan kepada masyarakat merupakan benih unggul yang berasal dari produsen benih resmi.

Benih tersebut telah melalui proses sertifikasi dan memiliki label dari UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan (UPT SBP) Provinsi Kalimantan Barat.

"Benih yang telah disertifikasi dan berlabel merupakan jaminan terhadap keaslian benih unggul yang diberikan dalam kegiatan ini," katanya.

Sandae berharap penggunaan benih unggul yang dibarengi dengan penerapan teknik budidaya yang baik dapat meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit masyarakat.

Ia juga mengingatkan kelompok tani penerima bantuan agar melakukan perawatan terhadap benih sebelum ditanam di lahan masing-masing.

Benih pre nursery yang masih berusia sekitar tiga hingga lima bulan akan dipindahkan ke polibek berukuran lebih besar. Selanjutnya, benih dirawat hingga siap ditanam di lapangan.

"Kelompok tani penerima bantuan diminta untuk memindahkan ke polibek besar serta melakukan perawatan hingga benih siap tanam di lapangan," ujarnya.

Setelah proses perawatan selesai, petani diminta melakukan penanaman di lokasi masing-masing dengan menerapkan teknik budidaya yang baik.

Benih Didistribusikan ke Titik Pembagian

Usai penyerahan secara simbolis, benih selanjutnya didistribusikan ke titik pembagian yang telah ditentukan.

Titik pembagian ditetapkan di pusat kecamatan atau lokasi lain yang telah disepakati bersama kelompok tani penerima bantuan.

Kelompok tani selanjutnya secara swadaya membawa benih dari titik pembagian menuju lokasi masing-masing untuk segera ditanam.

DKP3 Kabupaten Sekadau juga akan melakukan pemantauan secara berkelanjutan terhadap progres penanaman dan perkembangan bantuan tersebut.

Sandae mengatakan pihaknya akan melakukan pemetaan dan pendataan terhadap lahan penerima bantuan sebagai bagian dari tindak lanjut program.

Hasil pemetaan tersebut nantinya akan diusulkan untuk mendapatkan dukungan program penanaman maupun prasarana melalui sumber anggaran Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Dengan demikian, bantuan benih yang diberikan diharapkan tidak berhenti pada proses distribusi, tetapi berlanjut hingga tanaman tumbuh dan memberikan hasil bagi petani di Kabupaten Sekadau.

Profil Drs. Sandae, M.Si

Nama: Drs. Sandae, M.Si

Jabatan: Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Sekadau

Instansi: Pemerintah Kabupaten Sekadau

Wilayah tugas: Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat

Sandae merupakan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sekadau yang dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Sekadau.

Dalam sejumlah kegiatan pemerintah daerah, Sandae tercatat menjalankan peran dalam koordinasi dan pelaksanaan program di sektor ketahanan pangan, pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.

Struktur dan tugas DKP3 Kabupaten Sekadau sendiri mencakup bidang ketahanan pangan, tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, peternakan dan kesehatan hewan, perikanan, serta prasarana, sarana dan penyuluhan.

Fokus pada Ketahanan Pangan dan Pertanian

Sandae aktif menyampaikan perkembangan berbagai program pertanian di Kabupaten Sekadau. Dalam kegiatan panen raya padi di Desa Semabi pada April 2025, ia hadir sebagai Kepala DKP3 Kabupaten Sekadau bersama kelompok tani dan jajaran pemerintah daerah.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian dan mendukung program swasembada pangan.

Pada Desember 2024, Sandae juga membuka rapat koordinasi progres optimalisasi lahan dan persiapan optimalisasi lahan tahun 2025 di Kabupaten Sekadau. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan optimisme terhadap pengembangan Brigade Pangan untuk mendukung swasembada pangan di daerah.

Program Benih Sawit Unggul

Salah satu program yang menjadi bagian dari tugasnya di DKP3 adalah pelaksanaan bantuan benih unggul kelapa sawit melalui program IP3K.

Pada 2025, Sandae menyampaikan bahwa bantuan benih kelapa sawit pre nursery mencapai 65.650 batang untuk 36 kelompok tani di 26 desa. Secara kumulatif, bantuan benih IP3K saat itu telah mencapai 236.615 batang untuk lahan seluas 1.802 hektare yang diberikan kepada 111 kelompok tani.

Program tersebut kemudian berlanjut pada 2026. Dalam penyaluran benih kelapa sawit unggul tahun 2026, Sandae menjelaskan tahapan verifikasi calon penerima, persyaratan kelompok tani serta pentingnya penggunaan benih yang telah tersertifikasi.

Peran di DKP3 Sekadau

DKP3 Kabupaten Sekadau memiliki tugas dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang ketahanan pangan, tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, serta prasarana, sarana dan penyuluhan.

Karena itu, peran Sandae sebagai Plt. Kepala DKP3 berkaitan erat dengan pelaksanaan program pemerintah daerah untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan perkebunan, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan kelompok tani dan masyarakat. (*)

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.