TRIBUNNEWS.COM - Persoalan hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi perhatian.
Kali ini, psikolog Lita Gading menyoroti pernyataan Sarwendah yang mengaku telah membujuk anak-anaknya untuk bertemu dengan Ruben Onsu, tetapi mereka memilih menolak.
Persoalan tersebut berawal dari keluhan Ruben Onsu yang mengaku kesulitan bertemu dengan anak-anaknya setelah bercerai.
Kondisi itu kemudian menjadi salah satu persoalan yang dibawa Ruben ke pengadilan dalam proses sengketa hak asuh anak dengan Sarwendah.
Di sisi lain, Sarwendah menyampaikan bahwa dirinya telah berupaya membujuk anak-anak agar mau bertemu dengan Ruben Onsu.
Namun, menurut Sarwendah, anak-anak tetap memilih untuk tidak bertemu dengan ayahnya.
Pernyataan tersebut kemudian mendapat perhatian dari psikolog Lita Gading.
Melalui unggahan di Instagram, Lita memberikan pandangan dari sisi psikologis anak, terutama mengenai bagaimana orang tua seharusnya memberikan pengertian kepada anak dalam situasi perceraian dan konflik keluarga.
"Sudah dibujuk tapi terkesan tidak mau ketemu dengan bapaknya? Denger saya bicara soal psikologis anak ya," ujar Lita Gading, dikutip Tribunnews, Selasa (6/10/2026).
Menurut Lita, anak-anak, terlebih yang masih kecil, belum tentu memahami persoalan yang sebenarnya sedang terjadi antara kedua orang tuanya.
Karena itu, orang tua perlu memberikan penjelasan dengan cara yang sesuai dengan usia dan pemahaman anak.
Baca juga: Emma Waroka Soroti Kondisi Anak Ruben Onsu di Tengah Konflik sang Presenter dengan Sarwendah
"Anak apalagi masih kecil, ia tidak paham soal situasi dan kondisi yang sebenarnya sedang terjadi antara orang tuanya," katanya.
Lita kemudian menjelaskan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam menjembatani hubungan anak dengan kedua orang tuanya.
Menurutnya, pihak yang tinggal bersama anak perlu membantu memberikan pengertian agar anak dapat memahami situasi tanpa merasa terbebani.
"Yang harus menjembatani itu, yang membujuk itu, yang mengarahkan itu, yang memberikan pengertian terhadap anak selayaknya adalah orang tua, terutama ibu karena si anak ini tinggal bersama si ibunya," tuturnya.
Lebih lanjut, Lita mengingatkan agar persoalan orang dewasa tidak terlalu jauh dibawa ke dalam kehidupan anak.
Ia menilai anak perlu dilindungi dari intervensi yang dapat membuatnya semakin sulit memahami situasi keluarganya.
"Jangan intervensi terlalu jauh situasi hal ini kepada anak," tegas Lita.
Lita juga meminta agar cara memberikan pengertian kepada anak kembali diperhatikan.
Menurutnya, tujuan memberikan pemahaman bukan membuat anak merasa harus memilih atau terpaksa bertemu dengan salah satu orang tuanya.
"Tolong dibenahi lagi cara memberikan pengertian ini kepada anak agar anak tidak merasa terpaksa," ujarnya.
Karena itu, Lita menyarankan agar orang tua menyampaikan pengertian kepada anak secara lembut dan persuasif.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar anak tetap merasa aman dalam menghadapi situasi yang terjadi di antara kedua orang tuanya.
"Tapi dengan bahasa yang lembut dan diberikan pengertian secara persuasif," pungkasnya.
Baca juga: Pihak Sarwendah Soroti Konten Influencer soal Konflik Hak Asuh Anak, Singgung Nama Emma Waroka
Sebelumnya, Sarwendah mengatakan tekanan dari pihak luar membuat dirinya berusaha memastikan anak-anak tetap memiliki kesempatan bertemu dengan Ruben.
Ia bahkan mengaku kerap mengajak anak-anak untuk bertemu sang ayah.
"Jadi gini, tekanan dari luar selalu bilang kayak aku enggak pernah ngasih ke anak-anak gitu, anak-anak ketemu ayahnya," kata Sarwendah, dikutip Tribunnews dalam Podcast Reyben Entertainment, Senin (5/10/2026).
Wanita berusia 37 tahun ini menjelaskan, dalam situasi tersebut dirinya secara tidak sengaja terus mendorong anak-anak agar mau bertemu dengan Ruben.
"Jadi secara enggak sengaja gitu ya, aku selalu bilang sama anak-anak, “Ayo ketemu, ayo ketemu dong, ayo ketemu dong,” lanjutnya.
Sarwendah juga mengaku terus mengajak anak-anak bertemu dengan Ruben.
Namun, menurutnya, komunikasi dan usaha dari pihak Ruben kepada anak-anak maupun dirinya juga tidak berjalan seperti yang diharapkan.
"Jadi ya aku selalu bilang, 'Ketemu dong, ketemu gitu loh.” Tapi juga dari pihak sana tidak ada usaha buat ke anak-anaknya ataupun kontak ke aku sama sekali pun juga tidak ada gitu loh," jelas Sarwendah.
Ia kemudian mencontohkan upayanya ketika Ruben Onsu berulang tahun.
Sarwendah mengatakan dirinya sempat mencoba menghubungi pihak Ruben untuk menanyakan lokasi dan menawarkan untuk mengantar anak-anak.
"Yang waktu kemarin masalah ulang tahun aja aku coba kontak, aku tanya lokasi di mana, aku mau anak-anak mau aku anterin juga tidak ada gitu loh," bebernya.
Wenda, begitu sapaan akrbanya, kembali menegaskan bahwa dirinya justru meminta anak-anak untuk bertemu dengan Ruben.
Sarwendah juga membantah pernah menghalangi pertemuan tersebut.
"Jadi aku selalu bilang, “Ayo dong, anak-anak, tolong dong,” gitu, maksudnya ketemulah gitu. Bunda enggak pernah sama sekali yang namanya menghalangi, tidak.
Namun, upaya tersebut ternyata mendapat teguran dari psikolog anak.
Mantan personel Cherrybelle ini mengatakan psikolog meminta dirinya tidak terlalu memaksa anak-anak untuk bertemu dengan ayahnya.
"Dan ternyata, anak-anak kan ada psikolog gitu, ada psikolog anak. Aku ditegur sama psikolog anak-anak, karena kenapa, 'Bu? Tolong jangan terlalu paksa anak-anak'," ujarnya.
Menurut Sarwendah, psikolog menjelaskan bahwa sikapnya yang terus membujuk justru dapat membuat anak merasa seperti sedang diusir oleh ibunya sendiri.
"Kenapa? Karena anak-anak merasa kayak ibu ngusir mereka jadinya gitu," katanya.
Baca juga: Soal Sarwendah yang Buat Aduan ke Komnas Anak, Hotman Paris: Kurang Tepat
Teguran tersebut diakui Sarwendah membuatnya terpukul sebagai seorang ibu.
Ia merasa tidak pernah bermaksud mengusir anak-anak dan justru berusaha menjaga perasaan mereka.
"Jadi aku langsung kayak sebagai seorang ibu, aku langsung terpukul gitu, kayak aku enggak pernah ngusir anak-anak aku dan aku sayang banget sama mereka gitu."
Sarwendah kemudian meminta agar persoalan pertemuan Ruben dengan anak-anak tidak hanya dibebankan kepadanya.
Menurutnya, jika Ruben ingin bertemu anak-anak, diperlukan usaha dari kedua belah pihak.
"Jadi ya, kalau mau usaha, kalau emang mau ketemu, tolong usaha juga gitu loh. Jangan semuanya cuma dilimpahin ke aku, disalahin ke aku. Kamu ada usahanya enggak gitu," jelasnya.
Ia menegaskan komunikasi dan usaha untuk mempertemukan orang tua dengan anak tidak bisa dilakukan hanya oleh satu pihak.
"Segala sesuatu tuh harus kedua belah pihak," pungkas pemilik nama lengkap Sarwendah Tan ini.
(Tribunnews.com, Rinanda)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.