TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penataan kawasan Sanur disebut mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) Kota Denpasar.
Dan persentase dari peningkatan PAD tersebut kemudian digunakan untuk penataan pusat Kota Denpasar.
Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara mengatakan, pembenahan Sanur sejak awal memang menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki wajah kawasan yang merupakan salah satu destinasi wisata utama di Kota Denpasar.
Menurutnya, hasil dari pembenahan tersebut terlihat dari peningkatan PAD Kota Denpasar yang mencapai sekitar Rp162 miliar dalam perubahan anggaran.
Baca juga: Jaya Negara Sebut Penataan Sanur Dongkrak PAD Denpasar 162 M, 30 Persen untuk Percantik Wajah Kota
"Dengan dirapikannya Sanur, astungkara kemarin perubahan kita bisa tingkatkan PAD kita menjadi lagi Rp162 miliar. Itu hasil nyata," ujar Jaya Negara.
Penataan Sanur sebelumnya mencakup sejumlah pembenahan infrastruktur dan fasilitas kawasan wisata.
Pemerintah Kota Denpasar juga menetapkan Sanur sebagai Kawasan Rendah Emisi pada 2026, disertai pengembangan transportasi ramah lingkungan dan shuttle listrik.
Pemkot menyebut Sanur sebagai salah satu jantung pariwisata Kota Denpasar.
Jaya Negara mengatakan pengalaman dari Sanur kemudian menjadi salah satu pertimbangan Pemkot Denpasar dalam melakukan penataan kawasan pusat kota.
Sebagai ibu kota Provinsi Bali, Denpasar juga perlu terus membenahi sekaligus mempercantik wajah kotanya.
"Sebagai daerah ibu kotanya provinsi, kita ingin berbenah diri, yaitu mempercantik wajah kota," katanya.
Ia menyebut sekitar 30 persen dari peningkatan pendapatan tersebut diarahkan untuk mendukung penataan wajah Kota Denpasar.
"Dengan peningkatan pendapatan lagi Rp162 miliar, 30 persennya kita pakai untuk penataan wajah kota," ujarnya.
Ia menegaskan penataan tersebut tidak dilakukan sekaligus, melainkan secara bertahap sesuai kemampuan pemerintah daerah. Penataan pusat kota juga tidak semata-mata berkaitan dengan estetika.
Kondisi infrastruktur, terutama saluran drainase, menjadi salah satu alasan dilakukannya pembenahan.
Ia mengatakan banjir yang terjadi sebelumnya menunjukkan sejumlah saluran di kawasan Gajah Mada hingga Hasanudin sudah mengalami pendangkalan dan perlu dinormalisasi.
"Di samping kebetulan saat banjir kemarin itu kan got-got sepanjang Gajah Mada-Hasanuddin itu kan sudah penuh, itu kan harus dinormalisasi. Sekalian normalisasi, sekalian mempercantik kota," jelasnya. (sup)
Kembangkan City Tour
Penataan tersebut sekaligus diharapkan mendukung rencana pengembangan city tour Denpasar.
Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan pemerintah masih berharap rencana city tour Denpasar dapat diwujudkan.
Karena itu, penataan kawasan pusat kota dinilai menjadi bagian dari proses membangun kawasan yang lebih tertata dan memiliki daya tarik.
Namun, ia menegaskan setiap pekerjaan penataan harus tetap didasarkan pada kajian dan arah pembangunan daerah.
"Yang namanya kenapa itu ditambal, itu kan namanya mempercantik. Dan kan harus dilakukan berdasarkan kajian juga, sesuai dengan RPJMD kita," ujarnya. (sup)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.