TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Cuaca Kota Pontianak hari ini, Senin 5 Oktober 2026, diperkirakan masih didominasi kondisi halimun sejak pagi hingga malam hari.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan karena jarak pandang terbatas yang berpotensi memengaruhi aktivitas berkendara maupun perjalanan udara di wilayah Pontianak dan sekitarnya.
Berdasarkan prakiraan cuaca dilansir dari bmkg.go.id, suhu udara pada pagi hari berada di sekitar 26 derajat Celsius dengan kecepatan angin relatif rendah.
Memasuki siang hingga malam, kondisi halimun diperkirakan masih bertahan dengan jarak pandang sekitar 1,5 kilometer.
Sementara angin bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan sekitar 5,6 km/jam.
Kondisi ini membuat kualitas visibilitas di Kota Pontianak perlu menjadi perhatian bagi pengguna jalan dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
• Asap Kota Pontianak , BPBD Kalbar sebut Dampak Masih Terjadi Karhutla di Wilayah Kalimantan
Berikut prakiraan Cuaca Kota Pontianak Hari Ini, Senin 5 Oktober 2026:
Pagi
Cuaca: Halimun
Suhu: 26°C
Jarak pandang: sekitar 1,5-1,6 km
Angin: 1,9-5,6 km/jam
Arah angin: Variabel hingga Timur Laut
Siang
Cuaca: Halimun
Jarak pandang: sekitar 1,5 km
Angin: 5,6 km/jam
Arah angin: Timur Laut
Kondisi: Jarak pandang masih terbatas akibat halimun.
Malam
Cuaca: Halimun
Jarak pandang: sekitar 1,5 km
Angin: 5,6 km/jam
Arah angin: Timur Laut
Kondisi: Jarak pandang masih terbatas akibat halimun.
• Langit Kapuas Kelabu Lagi, Kualitas Udara Pontianak Memburuk Masuk Kategori Berbahaya
Pemandangan kelabu kembali menghiasi wajah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Minggu 4 Oktober 2026 pagi.
Kabut asap tampak menyelimuti langit kota, khususnya di sekitaran kawasan perairan Sungai Kapuas, membuat kualitas udara di ibukota provinsi ini kembali merosot hingga menyentuh level sangat tidak sehat hingga berbahaya.
Berdasarkan pantauan langsung Tribun Pontianak di kawasan waterfront tepian Sungai Kapuas pada Minggu pagi 4 Oktober 2026, jarak pandang (visibility) tampak terlihat menurun drastis.
Langit yang sebelumnya sempat cerah akibat hujan kini kembali tertutup rapat oleh selimut asap tebal berwarna putih keabu-abuan.
Kapekatan partikulat polusi udara ini bahkan membuat struktur jembatan yang membentang di atas sungai terpanjang di Indonesia tersebut terlihat sangat samar dan kabur dari kejauhan.
Kondisi visual yang suram di lapangan ini selaras dengan angka-angka pemantauan kualitas udara yang menunjukkan status mengkhawatirkan.
Merujuk pada data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari Kementerian Lingkungan Hidup di stasiun Pontianak Tenggara pada pukul 09.00 WIB, indeks tercatat di angka 215.
Angka ini tampak berwarna merah yang menunjukkan masuk dalam kategori "Sangat Tidak Sehat", dengan banyaknya polutan utama berupa partikulat halus PM2.5.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.