TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemkot Magelang mulai menggeser titik aktivitas masyarakat ke kawasan utara. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi konsentrasi kegiatan yang selama ini banyak bertumpu di kawasan tengah dan selatan, terutama Alun-Alun Kota Magelang yang dinilai semakin padat.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, kawasan utara memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ruang baru bagi aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan kreatif, olahraga, UMKM, hingga komunitas.
“Selama ini memang daerah selatan terus. Termasuk alun-alun sekarang sangat crowded, sudah over capacity,” kata Damar saat menghadiri kegiatan di kawasan Kampus 2 Universitas Tidar (Untidar) Sidotopo, Sabtu (3/10) malam.
Menurutnya, pemerataan titik keramaian diperlukan agar aktivitas masyarakat tidak hanya terkonsentrasi di satu kawasan. “Bagaimana kita juga menggerakkan titik atau simbol-simbol keramaian itu di utara juga. Biar imbang antara utara, tengah, dan selatan,” ujarnya.
Salah satu kawasan yang mulai diarahkan menjadi ruang aktivitas baru berada di sekitar Kampus 2 Untidar Sidotopo. Kawasan tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat, salah satunya melalui ajang pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) “Magelangan, Kota Sejuta Karya” yang berlangsung 3-4 Oktober 2026.
Damar menilai kawasan kampus tidak seharusnya hanya menjadi ruang akademik. Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi dapat menjadi bagian dari ruang publik yang mempertemukan masyarakat dengan komunitas, pelaku usaha, seniman, dan anak muda.
“Universitas bukan cuma menara gading. Ini bisa menjadi ruang bagi masyarakat untuk berekspresi,” katanya.
Baca juga: Konsep Baru Jam Belajar Masyarakat, Pendamping Pantau Langsung ke Lokasi
Pemkot Magelang juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung di kawasan tersebut untuk kepentingan para pengunjung. Di antaranya jogging track, lapangan, area UMKM, hingga rencana pelaksanaan car free day.
“Di sini ada masjid rakyat yang besar. Nanti ada jogging track, lapangan. Di pojok sana ada UMKM. Nanti kita akan adakan car free day di sini,” ujar Damar.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang Imam Baihaqi mengatakan, Parekraf Fair menjadi ruang bagi para pelaku kreatif untuk menampilkan karya sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Ada lebih dari 17 subsektor ekraf yang berpartisipasi aktif. Tidak hanya dari Kota Magelang, kami juga mengajak pelaku Parekraf di Kabupaten Magelang dan Temanggung untuk ikut tampil,” ujar Imam.
Dalam kegiatan tersebut, lanjut Imam, berbagai aktivitas dikemas dalam empat zona, yakni Karya, Gema, Daya, dan Niaga. Zona Karya menjadi panggung pertunjukan, pameran seni, hingga fashion show. Zona Gema diisi berbagai kompetisi yang digelar sebelum dan selama acara.
“Sementara Zona Daya menjadi ruang edukasi, peningkatan kapasitas, serta jejaring antarpelaku ekonomi kreatif. Adapun Zona Niaga menjadi area transaksi kuliner dan produk kreatif yang telah dikurasi,” imbuhnya.
Kemeriahan Parekraf Fair juga terlihat dari beragam kegiatan yang menyasar masyarakat umum, khususnya generasi muda. Ruang kreatif tersebut mempertemukan pelaku usaha, komunitas, seniman, budayawan, perguruan tinggi, pemerintah, hingga masyarakat dalam satu kawasan. (yrp)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.