Liputan6.com, Jakarta - Jude Bellingham menjadi motor kemenangan Timnas Inggris saat menghancurkan Kroasia 7-0 pada laga UEFA Nations League, Sabtu (3/10/2026) malam WIB. Gelandang Real Madrid itu mendominasi permainan dan menjadi sorotan utama, seperti dikutip dari DailyMail.


Bellingham mencetak satu gol dan menorehkan tiga assist. Selain keterlibatan langsung pada empat gol, ia juga menciptakan delapan peluang sepanjang pertandingan yang menegaskan kendali dirinya atas lini tengah.


Salah satu kontribusi krusial hadir sesaat sebelum turun minum. Umpan matang Bellingham diselesaikan Bukayo Saka untuk membuka keunggulan pertama Inggris.


Catatan ini menjadikannya gelandang pertama yang terlibat dalam empat gol pada satu laga Inggris sejak David Platt melakukannya saat menghadapi San Marino pada 1993.



Tuchel: Bellingham Sudah Naik Level


Performa tersebut mengundang apresiasi dari pelatih Inggris, Thomas Tuchel. Pelatih asal Jerman itu menilai Bellingham mengalami lonjakan kualitas sejak Piala Dunia dan menekankan pentingnya menjaga kurva perkembangan.


"Saat ini sepertinya dia memang sudah naik level, dan Anda selalu harus melakukan itu. Level yang Anda tunjukkan pekan lalu tidak pernah cukup, itulah sifat sepak bola," ujar Tuchel.


"Seperti Anda tidak pernah bisa diam, seperti berjalan melawan eskalator listrik. Anda harus berkembang dan mendorong diri sendiri ke level berikutnya. Itu selalu diperlukan," imbuhnya.



Saka Sebut Bellingham Istimewa, Tuchel Bicara Luka Piala Dunia


Penghargaan juga datang dari Bukayo Saka. Winger Inggris tersebut menilai Bellingham layak menyabet penghargaan pemain terbaik Inggris tahun ini sekaligus man of the match pada laga kontra Kroasia.


"Dia luar biasa malam ini. Dia pantas menjadi pemain terbaik Inggris tahun ini dan mungkin juga pantas menjadi man of the match malam ini. Dia istimewa," kata Saka.


"Saya senang bermain bersamanya dan senang memilikinya di tim Inggris," lanjutnya.


Jude Bellingham kini kian menonjol sebagai sosok sentral di lini tengah Inggris berkat kemampuannya menciptakan peluang, mencetak gol, dan menyediakan assist dalam satu paket komplet.


Selain itu, Tuchel menyoroti makna kemenangan besar ini bagi ruang ganti Inggris. Ia menyebut performa seperti melawan Kroasia dapat membantu timnya menghadapi kekecewaan setelah kalah dari Argentina pada semifinal Piala Dunia pada Juli lalu.


"Jika Anda merasakan sakit, Anda harus bermain dengan rasa sakit itu. Begitu juga dengan kekecewaan. Tidak mudah pada awal pemusatan latihan. Kami akan selalu memiliki bekas luka dan merasakan sakit, tetapi inilah cara untuk bergerak maju," tutur Tuchel.


Tuchel juga mengapresiasi etos kerja skuadnya malam itu, dari kecepatan, kualitas teknik, hingga agresivitas tanpa bola.


"Kecepatan dan kualitas teknik, rasa lapar tanpa bola, semuanya berada di level tertinggi. Saya sangat senang dengan sikap mereka. Kami tidak pernah arogan, selalu rendah hati. Ini adalah performa lengkap selama 90 menit," kata Tuchel.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.