Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tari Rahmaniar

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO – Labuan Bajo, Ibu kota Kabupaten Manggarai Barat NTT selama ini dikenal sebagai pintu gerbang menuju Pulau Komodo.

 Namun, wajah pariwisata di daerah itu perlahan diperluas dengan menghadirkan pengalaman wisata berbasis produk lokal.

Salah satunya melalui Cafe Ghaura Coklat yang berada di Jalan Alo Tanis, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, yang baru beroperasi sekitar dua bulan.

Owner Ghaura Chocolatier Labuan Bajo, Ignasius Charles Angliwarman, mengatakan kehadiran Ghaura Coklat tidak sekadar menghadirkan tempat menikmati cokelat dan kopi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi perkebunan Nusa Tenggara Timur kepada wisatawan.

Baca juga: Kemenpar dan BPOLBF Serap Aspirasi Pelaku Wisata Live on Board di Labuan Bajo

Menurut Charles, Ghaura memiliki keterkaitan dengan perkebunan kakao di Sumba yang telah dikembangkan selama sekitar 30 tahun dengan luas mencapai lebih dari 800 hektare.

“Labuan Bajo adalah destinasi pariwisata super premium. Jadi bukan hanya pengembangan pariwisatanya, tetapi kita juga harus punya produk. Salah satunya cokelat,” ujar Charles, Sabtu (3/10/2026).

Ia mengatakan, cokelat yang ditawarkan memiliki sejumlah varian dengan karakter yang mengangkat potensi daerah di NTT.

Konsep tersebut kemudian dikembangkan melalui menu minuman dan makanan di Cafe Ghaura Coklat.

Baca juga: Pascagempa, SMK Stella Maris Labuan Bajo Tetap Gelar KBM Normal, Begini Strateginya

Nama sejumlah destinasi wisata bahkan digunakan dalam menu, seperti Pink Beach Smoothies, Ghaura Komodo, Ghaura Hot Chocolate, Ghaura Ice Chocolate Biscoff hingga varian berbasis cokelat lainnya.

Menurut Charles konsep tersebut, menjadi cara untuk menghubungkan pengalaman menikmati produk dengan destinasi wisata yang selama ini dikenal wisatawan.

“Orang datang ke Labuan Bajo, bukan hanya melihat Komodo. Ternyata ada cokelat dan kopi yang enak. Jadi ini juga menjadi pengalaman bagi wisatawan,” ujarnya.

Selama dua bulan beroperasi, Charles menyebut respons wisatawan cukup positif. Pengunjung tidak hanya berasal dari wisatawan domestik, tetapi juga mancanegara, terutama dari Eropa, Australia, China dan Korea.

Menurutnya, produk yang cukup diminati antara lain cokelat origin dan hot chocolate.

Baca juga: Kapal Wisata Yukai Kandas di Labuan Bajo, 12 Penumpang Dievakuasi Selamat

Menariknya, Ghaura juga berupaya menjangkau masyarakat lokal, termasuk anak-anak muda. Charles menceritakan, sejumlah anak muda dari Pulau Komodo yang berkunjung ke Labuan Bajo turut mencoba minuman cokelat dengan nama yang berkaitan dengan Komodo.

“Awal-awal kita buka ada anak-anak muda dari Pulau Komodo. Saya bilang, coba yang ada Komodonya. Mereka menikmati, karena biasanya melihat Komodo, sekarang Komodo ada dalam minuman dengan cokelat,” ungkapnya.

Tak hanya mengandalkan produk jadi, Ghaura juga tengah menyiapkan konsep edukasi bagi pengunjung. Di area kafe tersebut nantinya akan dikembangkan taman yang ditanami pohon kakao dan kopi.

Pengunjung diharapkan tidak hanya datang untuk makan dan minum, tetapi juga dapat melihat langsung tanaman yang menjadi bahan dasar produk.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kapal Wisata Kecelakaan di Perairan Pulau Seture Labuan Bajo, Manggarai Barat

“Jadi orang datang, minum kopi, lihat pohon kopi dan cokelat. Kemudian mereka bisa bertanya, mau beli cokelat atau kopinya? Kita harus siap,” ujar Charles.

Ke depan, Ghaura juga berencana menyiapkan area kecil yang memungkinkan pengunjung melihat proses pengolahan produk secara langsung, mulai dari bahan hingga menjadi produk yang siap dinikmati.

“Jadi ada edukasinya juga. Kita harus mendorong cokelat NTT dan kopi NTT supaya semakin dikenal,” ungkapnya.

Saat ini, seluruh pekerja di Cafe Ghaura Coklat merupakan tenaga kerja lokal dari Kabupaten Manggarai Barat dengan jumlah sekitar sembilan orang.

Charles mengatakan, pengembangan tersebut juga diarahkan agar produk lokal tidak berhenti pada bahan mentah, tetapi memiliki nilai tambah melalui proses hilirisasi.

Ia juga mengatakan bahan baku cokelat yang digunakan saat ini berkaitan dengan produksi di Kupang. Namun, ke depan pihaknya ingin mengembangkan pengolahan lebih dekat dengan lokasi pemasaran, termasuk membuka peluang pengembangan bersama pelaku usaha lokal.

Harapan Charles, Ghaura Coklat nantinya dapat menjadi salah satu tempat yang dicari wisatawan ketika berkunjung ke Labuan Bajo.

“Harapannya, orang kalau datang ke Labuan Bajo ingin mampir ke Ghaura. Karena kita punya cokelat.

 Cokelat kita pernah mendapat penghargaan di Paris pada 2015 dan disebut memiliki salah satu cita rasa terbaik,” ujarnya. (Iar) 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.