Jakarta (ANTARA) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jakarta mengedukasi ratusan warga Ancol, Jakarta Utara mengenai penggunaan obat yang aman serta cara membuang obat rusak dan kedaluwarsa.
Kepala BBPOM Jakarta, Jaffeta Pradeko Putra mengatakan edukasi melalui program Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola obat di rumah tangga.
"Masih banyak warga menyimpan obat yang tidak lagi digunakan atau membuangnya bersama sampah rumah tangga tanpa perlakuan khusus," kata Jaffeta dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan, kebiasaan tersebut berpotensi mencemari lingkungan dan membuka peluang penyalahgunaan obat rusak atau kedaluwarsa, termasuk untuk peredaran obat ilegal dan palsu.
Jaffeta menegaskan pengawasan obat dan makanan membutuhkan partisipasi masyarakat, termasuk dengan membuang obat secara benar untuk mencegah penyalahgunaan sekaligus menjaga lingkungan.
Ia juga mengajak masyarakat menjadi konsumen cerdas dengan menerapkan Cek KLIK, yakni memastikan kemasan, membaca label, memastikan izin edar, dan memeriksa tanggal kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi obat.
Selain itu, masyarakat diminta menerapkan Cek BEBAS terhadap makanan dengan memastikan bentuk, bau, warna, dan rasa produk tidak menunjukkan penyimpangan sebelum dikonsumsi.
Jaffeta mengingatkan masyarakat menghindari membeli obat dari penjual yang tidak jelas, termasuk toko daring tanpa izin, karena berisiko mendapatkan obat ilegal, palsu, atau yang rusak akibat penyimpanan yang tidak sesuai.
Ia juga mengingatkan penggunaan obat keras harus mengikuti resep dokter untuk mencegah penyalahgunaan, efek samping berbahaya, dan resistensi antibiotik.
"Pengawasan obat tidak sekadar dilakukan BPOM, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Konsumsi makanan dan minuman yang aman dan selalu melindungi diri dan teman dari penyalahgunaan obat dalam pergaulan," kata Jaffeta.