TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, mengakui bahwa chemistry skuadnya masih belum maksimal dalam tiga pertandingan awal kompetisi.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi setelah Laskar Sembada menelan tiga kekalahan beruntun di Super League 2026/2027 PSS kalah 2-1 dari Bali United, kemudian takluk 3-1 dari Madura United dan kembali menyerah 2-1 saat menghadapi Dewa United.
Sorotan terhadap kekompakan tim pun muncul seiring hasil tersebut, Huistra tak menampik bahwa permainan PSS masih bisa berkembang, terutama karena skuatnya dihuni banyak pemain baru yang membutuhkan waktu untuk membangun chemistry.
“Bisa lebih baik, ya. Bisa lebih baik. Itulah yang mencoba saya katakan,” ujar Huistra, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, proses membangun tim PSS tidak berjalan ideal sejak masa pramusim, sejumlah pemain mengalami cedera, sementara beberapa pemain lainnya datang terlambat sehingga melewatkan bagian penting dari persiapan tim.
Situasi tersebut cukup berpengaruh karena PSS harus melakukan banyak perubahan setelah promosi dari Championhsip ke kompetisi kasta tertinggi.
Kehadiran banyak pemain baru, termasuk pemain asing, membuat tim membutuhkan waktu untuk menemukan kombinasi yang tepat.
“Kami punya banyak pemain baru karena jika anda naik dari Liga 2 ke Liga 1, anda harus mendatangkan banyak pemain, terutama pemain asing,” kata Huistra.
Pelatih asal Belanda itu juga menyoroti kondisi beberapa pemain asing yang tidak bisa mengikuti pramusim secara penuh.
Ada pemain yang datang terlambat, sementara lainnya harus menepi karena cedera.
Stefan Ashkovski dan Melvyn Lorenzen menjadi dua contoh pemain yang disebut Huistra melewatkan agenda pramusim.
Meski demikian, keduanya tetap dimainkan karena dianggap memiliki kualitas yang dibutuhkan PSS.
“Kami mengalami beberapa masalah dengan pemain asing yang datang terlambat dan pemain asing yang mengalami cedera,” ujarnya.
“Seperti contohnya Stefan Ashkovski dan Melvyn Lorenzen, mereka melewatkan hampir seluruh pramusim. Namun kami tetap ingin memainkan mereka karena mereka pemain bagus, meskipun mereka belum memainkan permainan terbaiknya,” tambahnya.
Huistra berharap situasi tersebut mulai berubah dalam beberapa pekan ke depan, dengan kesempatan berlatih dan bermain secara lebih rutin, para pemain yang sebelumnya tertinggal dalam persiapan diharapkan bisa menemukan ritme permainan.
“Jadi sekarang dalam minggu-minggu ini, mereka bisa masuk ke dalam ritme dan mereka akan bermain lebih baik,” tutur Huistra. (mur)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.