Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Aktivitas influenza di Indonesia menunjukkan peningkatan pada September 2026.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama karena influenza merupakan penyakit musiman yang secara historis cenderung meningkat mulai September hingga akhir tahun.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Andi Saguni mengatakan kenaikan aktivitas influenza saat ini memang terjadi di Indonesia.

Namun, masyarakat diminta tidak panik.

Menurut Andi, pemantauan Kemenkes menunjukkan tingkat aktivitas influenza masih berada dalam kategori rendah hingga sedang, tergantung lokasi dan metode pemantauan.

Pada surveilans Sentinel Influenza-Like Illness (ILI) di Indonesia, misalnya, positivity rate influenza pada minggu ke-38 September tercatat 56 persen.

Baca juga: Awas Kebal Obat! Menkes Ungkap Alasan Oseltamivir Influenza A Tidak Asal Diberikan

Sementara itu, pemantauan di rumah sakit sentinel masih berada pada kategori rendah. Adapun aktivitas influenza yang dipantau melalui puskesmas berada pada tingkat sedang.

Kondisi tersebut menjadi alasan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan tanpa berlebihan.

Salah satu langkah yang ditekankan Kemenkes adalah penggunaan masker secara tepat.

Masker terutama penting bagi orang yang sedang mengalami gejala seperti batuk dan pilek agar tidak mudah menularkan virus kepada orang lain.

Namun, penggunaan masker juga dianjurkan bagi masyarakat yang berada di tempat ramai.

Terminal, pasar, kendaraan umum, maupun lokasi dengan kepadatan orang perlu mendapat perhatian karena dapat meningkatkan risiko penularan virus melalui percikan saluran pernapasan.

Andi mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker dengan benar dan tidak membiarkannya melorot.

“Jadi maskernya, contohnya jangan melorot, ya. Terutama penggunaan masker ini, jika ada yang sakit itu harusnya menggunakan masker. Dan Bapak-Ibu, walaupun sehat, tetapi ada di keramaian, seperti di terminal, di pasar dan lain sebagainya, disarankan untuk menggunakan masker," imbaunya pada konferensi pers virtual, Senin (28/9/2026).

Artinya, penggunaan masker tidak hanya berkaitan dengan kondisi seseorang ketika sedang sakit.

Masyarakat yang sehat juga dapat mempertimbangkan penggunaan masker ketika berada di tempat ramai, terutama saat aktivitas influenza sedang meningkat.

Cuci Tangan Tetap Penting

Selain masker, masyarakat diminta memperhatikan kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan.

Tangan dapat bersentuhan dengan berbagai permukaan sebelum seseorang menyentuh wajah. Karena itu, kebersihan tangan menjadi salah satu langkah untuk mengurangi risiko penularan.

Kemenkes menganjurkan mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun.

Baca juga: Dorong Pemerataan Kesehatan di RI, UNICEF dan Young Health Programme Perkuat Kerjasama

Jika fasilitas tersebut tidak tersedia, hand sanitizer dapat digunakan sebagai alternatif.

Menurut Andi, kebiasaan tersebut merupakan bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang perlu dipertahankan.

“Jadi seperti cuci tangan, menggunakan air yang mengalir, menggunakan sabun, gitu. Kemudian menerapkan etika batuk dan bersin yang benar, penggunaan masker yang benar juga," lanjutnya.

Pencegahan influenza pun tidak hanya mengandalkan obat ketika seseorang sudah sakit. Kebiasaan sehari-hari juga menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko penularan.

Jangan Lupa Etika Batuk dan Bersin

Etika batuk dan bersin juga menjadi perhatian Kemenkes.

Saat mengalami batuk atau bersin, masyarakat perlu menutup mulut dan hidung dengan cara yang tepat agar percikan dari saluran pernapasan tidak mudah menyebar kepada orang di sekitar.

Langkah tersebut semakin penting ketika seseorang berada di ruang tertutup atau tempat dengan kepadatan tinggi.

Karena itu, orang yang sedang mengalami gejala influenza juga perlu memperhatikan kondisi orang-orang di sekitarnya dan menghindari aktivitas yang berisiko menularkan penyakit.

Kemenkes juga mengingatkan masyarakat mengenai vaksinasi influenza.

Andi menyebut vaksinasi influenza dapat dilakukan secara rutin satu tahun sekali.

“Dan melakukan vaksinasi influenza secara rutin, itu satu tahun sekali," kata Andi.

Vaksinasi merupakan salah satu langkah pencegahan yang dapat dipertimbangkan masyarakat, terutama karena virus influenza dapat mengalami perubahan.

Dalam penjelasannya, Andi menyebut influenza disebabkan oleh virus RNA, terutama influenza tipe A dan B yang beredar di Indonesia.

Virus RNA memiliki kemampuan mengalami perubahan atau mutasi. Karena itu, perlindungan terhadap influenza tidak cukup hanya mengandalkan satu langkah pencegahan.

Masyarakat dapat menerapkan sejumlah langkah secara bersamaan, mulai dari menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker di situasi tertentu, hingga melakukan vaksinasi.

Jika Sakit, Jangan Memaksakan Aktivitas

Masyarakat yang mengalami gejala influenza juga diminta memperhatikan kondisi tubuh.

Sebagian besar penderita influenza dapat pulih tanpa harus menjalani perawatan di rumah sakit. Istirahat yang cukup dan penggunaan obat sesuai gejala dapat menjadi bagian dari penanganan.

Namun, kondisi berbeda dapat terjadi pada influenza berat.

Andi menjelaskan, penderita dengan kondisi berat dapat membutuhkan perawatan di rumah sakit. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak mengabaikan keluhan yang semakin berat.

Khususnya bagi orang yang memiliki penyakit penyerta atau kondisi kesehatan tertentu, pemeriksaan medis diperlukan apabila muncul gejala yang mengarah pada influenza berat.

Kemenkes mencatat adanya kenaikan aktivitas influenza pada September.

Namun, pola tersebut sejalan dengan karakter influenza yang bersifat musiman. Berdasarkan pemantauan historis selama beberapa tahun, aktivitas influenza cenderung meningkat mulai September hingga akhir tahun.

Kemenkes juga berharap aktivitas tersebut mulai menurun setelah melewati sekitar minggu ke-39 hingga minggu ke-40, mengikuti pola yang terlihat pada pemantauan sebelumnya.

Andi menegaskan masyarakat tidak perlu panik menghadapi kenaikan aktivitas influenza.

Yang lebih penting adalah memahami situasi dan melakukan langkah pencegahan secara konsisten.

“Dan tidak usah panik, tidak usah khawatir, tapi tetap waspada, seperti tadi saya sampaikan," imbaunya.

Masyarakat juga tidak perlu menganggap kenaikan aktivitas influenza sebagai alasan untuk menghentikan seluruh aktivitas.

Kewaspadaan dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika berada di tempat ramai.

Penggunaan masker, menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta tidak memaksakan diri beraktivitas ketika sedang sakit menjadi sejumlah langkah yang dapat dilakukan.

Kemenkes menyatakan akan terus memperkuat surveilans untuk memantau perkembangan influenza di Indonesia.

Melalui pemantauan tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh informasi berdasarkan data dan tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat menimbulkan kepanikan.

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.