TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Distribusi air bersih di wilayah pelayanan Perumdam Tirta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) tengah terganggu.
Warga Ketapang di media sosial tengah mengeluhkan distribusi air Perumdam yang mati.
Lantas apa penyebabnya?
Kepala Bagian Teknik Perumdam Tirta Pawan, Andri Fitmawan mengungkap distribusi air bersih terganggu akibat pipa induk putus setelah terkena galian excavator proyek di Jalan S. Parman, Desa Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Rabu 23 September 2026.
Kata Andri hingga Jumat 25 September 2026, atau tiga hari setelah kejadian, aliran air belum dapat kembali didistribusikan secara normal.
Ia mengatakan kerusakan terjadi pada lima jalur pipa induk yang berada di lokasi tersebut.
"Ada 5 jalur pipa induk hancur karena Excavator proyek di lokasi tersebut, ini petugas kami masih melakukan perbaikan," katanya saat dikonfirmasi, Jumat 25 September 2026.
• Polres Ketapang Gunakan X-FIRE Padamkan Karhutla di Nanga Tayap
Akibat kerusakan itu, sedikitnya 17 ruas jalan dan wilayah pelayanan terdampak.
Di antaranya Jalan Lingkar Kota, Sukaharja, Kalinilam, Paya Kumang, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan S. Parman hingga Jalan HOS Cokroaminoto.
Gangguan tersebut membuat ribuan pelanggan Perumdam Tirta Pawan harus menghadapi terhentinya pasokan air bersih selama proses perbaikan berlangsung.
Di lokasi, petugas Perumdam Tirta Pawan terlihat masih melakukan penanganan terhadap pipa yang rusak.
Air yang keluar dari pipa sebelumnya juga mengalir ke area galian hingga menggenangi sekitar lokasi pekerjaan.
Kondisi tersebut membuat warga di wilayah terdampak harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Udin (45), warga Jalan S. Parman, mengatakan terhentinya distribusi air cukup menyulitkan warga.
Menurutnya, kebutuhan air bersih tidak bisa ditunda.
"Kami ini butuh air untuk mandi segala macam. ngpe bise excavator proyek galian ni, ndak cek dulu pipa di bawah, Ini namanya kerja asal-asalan," Keluh Udin.
Warga juga mempertanyakan bagaimana alat berat yang digunakan dalam pekerjaan proyek bisa sampai mengenai pipa induk yang berada di bawah permukaan tanah.
Keluhan serupa disampaikan Yuliana (38), warga Jalan Jenderal Sudirman.
Ia berharap perbaikan dapat segera diselesaikan sehingga pelayanan air bersih kembali normal.
"Katanya belum bisa dipastikan kapan selesai. Kami mau nampung air di mana? Kalau memang proyeknya lalai, ya harus ada tanggung jawab. Jangan kami yang jadi korban," kesalnya.
Sementara itu, Perumdam Tirta Pawan sebelumnya telah menyampaikan melalui akun Instagram resminya mengenai penghentian sementara distribusi air sebagai dampak kerusakan pipa induk tersebut.
Perumdam belum memastikan kapan pelayanan air bersih dapat kembali normal, proses perbaikan masih dilakukan petugas di lokasi kerusakan.
"Kami mengimbau pelanggan untuk memberikan waktu selama proses normalisasi berlangsung. Tekanan dan aliran air di beberapa wilayah mungkin belum sepenuhnya normal dan akan berangsur stabil," tulis akun Instagram @perumdam_tirta_pawan, Sabtu malam WIB.
• Julkri Resmi Jadi Kepala Desa Suak Burung, Bupati Ketapang Tekankan Pelayanan untuk Masyarakat
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.