TRIBUNNEWS.COM - Pembocor informasi sepak bola, Rui Pinto, bereaksi setelah Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran aturan finansial Premier League.

Pinto menyebut putusan tersebut sebagai "keputusan bersejarah bagi sepak bola Inggris" yang menurutnya membenarkan pentingnya dokumen-dokumen yang ia bocorkan melalui proyek Football Leaks, seperti yang dilaporkan The Guardian.

Manchester City sendiri tetap mempertahankan posisi mereka dan disebut akan mengajukan banding atas putusan tersebut. Sementara itu, proses mengenai sanksi terhadap klub belum selesai.

Pinto sebelumnya menjadi sosok penting dalam terungkapnya sejumlah dokumen internal Manchester City yang berkaitan dengan kondisi keuangan klub.

Pada 2018, melalui Football Leaks, Pinto membocorkan sejumlah dokumen rahasia yang kemudian dipublikasikan oleh media Jerman Der Spiegel dan jaringan European Investigative Collaborations.

Kebocoran tersebut turut memicu perhatian terhadap dugaan pelanggaran finansial Manchester City dan menjadi bagian dari rangkaian perkembangan yang kemudian berujung pada penyelidikan Premier League.

Rui Pinto Sebut Putusan Man City Bersejarah

Dalam pernyataannya kepada The Guardian, Pinto mengaku merasa mendapat pembenaran setelah panel independen menyatakan Manchester City bersalah atas hampir seluruh dakwaan yang diajukan.

Ia menyebut putusan tersebut sebagai keputusan bersejarah bagi sekaligus kemenangan bagi sepak bola Inggris.

Pinto juga menilai temuan tersebut menunjukkan adanya pelanggaran yang menurutnya lebih serius daripada sekadar persoalan financial fair play.

Ia menyebut putusan itu sebagai bukti adanya "manipulasi struktural dan manuver keuangan" dalam pengelolaan klub.

Pinto kemudian menggambarkan konsekuensi bagi Manchester City sebagai sesuatu yang berpotensi sangat besar.

“Penipuan yang direncanakan dengan sangat teliti itu akhirnya akan dihukum, dan dampaknya tidak hanya akan menimbulkan gejolak, tetapi benar-benar menghancurkan bagi warga Cityzens," kata Pinto.

Meski demikian, pernyataan tersebut merupakan pandangan Pinto terhadap putusan yang telah diumumkan, bukan keputusan mengenai bentuk hukuman yang akan diterima Manchester City.

Baca juga: Hasil UEFA Nations League: Yamal Cetak Rekor Gol Cepat, Spanyol Menang Dramatis Atas Inggris 3-2

Perjalanan Rui Pinto Soal Kasus Man City

Pinto mendirikan Football Leaks pada 2015 dengan tujuan mengungkap apa yang ia sebut sebagai sisi tersembunyi dunia sepak bola.

Selain Manchester City, Football Leaks juga pernah membocorkan informasi terkait sejumlah klub dan pemain besar, termasuk Benfica, FC Porto, Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, dan Neymar.

Dalam kasus Manchester City, dokumen yang diberikan Pinto kepada Der Spiegel disebut berjumlah sangat besar dan mencakup berbagai informasi internal mengenai keuangan klub.

Pinto kemudian ditangkap di Budapest pada Januari 2019. Ia diekstradisi ke Portugal pada Maret tahun yang sama dan sempat menjalani masa tahanan sebelum akhirnya dipindahkan ke tahanan rumah.

Pada September 2023, Pinto menerima hukuman percobaan empat tahun setelah dinyatakan bersalah dalam kasus kejahatan siber dan percobaan pemerasan.

Pada April 2026, ia juga dibebaskan dalam persidangan lain yang berkaitan dengan 241 tuduhan akses ilegal terhadap sejumlah akun dan sistem. Pengadilan Portugal menyatakan dakwaan tersebut tidak valid karena berkaitan dengan perkara yang sebelumnya telah diproses.

Man City Tetap Membantah dan Siap Banding

Manchester City telah membantah melakukan pelanggaran sepanjang proses hukum berlangsung.

Kasus Premier League tersebut mencakup lebih dari 100 dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan laporan keuangan, pembayaran pemain dan pelatih, aturan finansial UEFA, serta kewajiban klub untuk bekerja sama dalam penyelidikan.

Putusan terbaru menyatakan City bersalah atas hampir seluruh dakwaan tersebut, tetapi sanksi belum ditentukan.

Karena itu, belum diketahui apakah Manchester City akan mendapatkan hukuman berupa denda, pengurangan poin, larangan bermain dalam kompetisi tertentu, atau sanksi lain.

Aturan Premier League memang memberikan sejumlah opsi hukuman, termasuk pengurangan poin, penangguhan keikutsertaan dalam pertandingan, pembatalan pendaftaran pemain, hingga kemungkinan merekomendasikan pengeluaran klub dari kompetisi.

Namun, bentuk hukuman final masih harus menunggu proses selanjutnya.

Manchester City juga masih memiliki jalur banding sehingga perkara tersebut belum sepenuhnya berakhir.

Dengan demikian, putusan 114 dari 115 dakwaan menjadi babak penting dalam kasus panjang Manchester City, sementara Rui Pinto kini kembali menjadi sorotan setelah kebocoran Football Leaks yang dilakukannya bertahun-tahun lalu ikut dikaitkan dengan penyelidikan terhadap klub tersebut.

(Tribunnews.com/Ali)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.