TRIBUNJATENG.COM, BATANG – Korban kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Kelurahan Rowobelang, Kecamatan/Kabupaten Batang, terus bertambah.
Berdasar data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, hingga Rabu (23/9/2026), 41 orang mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.
Dari jumlah tersebut, 14 orang menjalani rawat inap di RSUD Batang, sedangkan 27 orang lainnya menjalani rawat jalan.
Jumlah pasien yang menjalani rawat inap tersebut mengalami peningkatan dibandingkan sehari sebelumnya.
Pada Selasa (22/9/2026), tercatat 10 pasien menjalani rawat inap dan 31 orang rawat jalan.
Data terbaru Dinkes Batang menunjukkan, terdapat empat pasien yang sebelumnya menjalani rawat jalan kemudian harus menjalani rawat inap.
Berdasarkan jenis kelamin, dari total 41 kasus bergejala tersebut, 13 orang merupakan laki-laki dan 28 orang perempuan.
Koordinator Case Manager RSUD Kalisari Batang, Sri Suparti mengatakan, perkembangan pasien di rumah sakit masih terus dipantau.
Menurut Sri, terdapat pasien yang sebelumnya telah mendapatkan penanganan dan diperbolehkan pulang, namun kemudian kembali ke rumah sakit karena keluhan muncul kembali.
“Yang update sekarang itu masuk ada enam orang. Tapi yang enam orang itu datang ulang. Jadi datang kemarin, ada keluhan, terus pulang, rawat jalan, ini datang kembali,” kata Sri kepada Tribun Jateng, Rabu.
Dari enam pasien yang datang kembali tersebut, lima orang kemudian menjalani rawat inap, sementara satu pasien mendapatkan penanganan sebagai pasien rawat jalan.
“Ada enam orang, yang satu rawat jalan, yang rawat inap lima orang. Terus yang baru tadi masuk satu, sementara rawat jalan karena kondisinya,” ujarnya.
Sri menjelaskan, sebelumnya jumlah pasien yang mendapatkan penanganan di rumah sakit mencapai 34 orang pada pagi hingga siang hari.
Kemudian jumlah tersebut bertambah pada malam harinya.
Untuk keluhan yang paling banyak dirasakan pasien, Sri menyebut gangguan pencernaan menjadi keluhan dominan.
“Kebanyakan keluhannya muntah dan diare,” ungkapnya.
Sebelumnya, puluhan warga Rowobelang, Kecamatan/Kabupaten Batang, mengalami gejala sakit setelah mengonsumsi PMT dalam kegiatan Posyandu, Senin (21/9/2026).
Keluhannya berupa muntah-muntah dan diare.
Dinkes Batang telah mengambil sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium guna mengetahui penyebab pasti munculnya gejala pada warga.
Pantau korban
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang menggratiskan biaya pengobatan bagi warga korban dugaan keracunan PMT Posyandu di Rowobelang.
Selain memberikan penanganan medis, petugas kesehatan juga menyusuri rumah-rumah warga untuk memantau kondisi mereka.
Kepala Dinkes Batang, Ida Susilaksmi mengatakan, warga yang kondisinya membaik dan telah dinyatakan dapat menjalani rawat jalan tetap dipantau oleh petugas.
"Rawat jalan, iya. Tetapi ini kami tetap, petugas kami masih tetap menyusuri ke rumah-rumah. Kita berdoa mudah-mudahan aman," kata Ida, Selasa (22/9/2026).
Menurut Ida, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan dugaan kasus keracunan yang terjadi setelah kegiatan Posyandu.
Ia memastikan, penanganan terhadap warga tidak dipungut biaya.
"Pada prinsipnya, penanganan dugaan kasus keracunan ini digratiskan," ujar Ida.
Dinkes masih melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui sumber dan pola kejadian dugaan keracunan tersebut.
Selain analisis data kasus, petugas juga melakukan investigasi higiene dan sanitasi, komunikasi risiko kepada masyarakat, serta surveilans aktif untuk menemukan kemungkinan kasus tambahan.
Dinkes telah mengirimkan sejumlah sampel ke laboratorium rujukan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sampel yang dikirim meliputi kacang hijau, roti tawar, tahu bacem, faces/feses kasus, serta air sumur bor dari rumah Ny E.
Kini, Dinkes Batang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium tersebut.
Penyebab munculnya gejala belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan sampel keluar. (Tito Isna Utama)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.