TRIBUNKALTIM.CO - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak terhadap operasional penerbangan melalui Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.

Dalam periode 20 Agustus hingga 20 September 2026, sedikitnya 136 penerbangan terdampak kondisi yang berkaitan dengan karhutla.

Dari jumlah tersebut, 31 penerbangan dialihkan (divert) ke bandara lain, 46 penerbangan mengalami keterlambatan (delay), dan 59 penerbangan dibatalkan (cancel).

General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan R. Iwan Winaya Mahdar mengatakan, gangguan tersebut lebih banyak dipengaruhi kondisi bandara tujuan yang mengalami penurunan jarak pandang akibat kabut asap.

Baca juga: Kabut Asap Balikpapan Muncul, Disdikbud Belum Terapkan Sekolah Daring

"Total ada 136 penerbangan yang terdampak dari karhutla ini," ujar Iwan, Senin (21/9/2026).

Meski demikian, kondisi Bandara SAMS Sepinggan hingga 20 September masih relatif terjaga.

Jarak pandang di bandara tersebut masih berada di atas 2.700 meter sehingga belum mengganggu operasional penerbangan.

Sejumlah bandara tujuan yang terdampak antara lain Palangkaraya, Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Berau, Melak, hingga Malinau. 

"Jadi, delay atau divert-nya itu karena bandara tujuan," jelas Iwan.

Menurutnya, penerbangan dari Balikpapan tetap dapat diberangkatkan selama kondisi bandara tujuan memenuhi ketentuan operasional penerbangan.

Sebaliknya, ketika jarak pandang di bandara tujuan tidak memenuhi ketentuan, penerbangan dapat mengalami keterlambatan, pembatalan, atau dialihkan ke bandara lain.

"Adapun di Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan sampai dengan hari ini masih terjaga. Sehingga tidak ada below minima atau mengganggu jarak pandang untuk kegiatan operasional di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan," katanya.

Iwan mengatakan, kondisi jarak pandang di sejumlah bandara tujuan terus dipantau karena situasinya dapat berubah sewaktu-waktu.

Pagi hingga menjelang sore menjadi waktu yang perlu diwaspadai karena jarak pandang di sejumlah wilayah cenderung menurun.

"Pagi dan menjelang sore adalah jam rawan. Siang biasanya jarakam. Pada periode 7–13 September, hanya 22 penerbangan yang terdampak. Jumlah tersebut meningkat menjadi 138 penerbangan pada periode 14–20 September, atau bertambah 116 pener pemenuhan hak penumpang tetap menjadi perhatian. Penumpang yang mengalami keterlambatan maupun pembatalan penerbangan berhak mendapatkan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk kompensasi, penjadwalan ulang pandangnya cukup bisa dilalui oleh penerbangan. Cuma, lagi-lagi, kondisinya masih tidak menentu," ujarnya.

Gangguan Meluas

Gangguan penerbangan akibat karhutla tidak hanya terjadi pada penerbangan yang berkaitan dengan Bandara SAMS Sepinggan. Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Balikpapan mencatat gangguan yang lebih luas di wilayah kerjanya.

Kepala Otban Wilayah VII Balikpapan Ferdinan Nurdin mengatakan, sepanjang 14–20 September 2026, sebanyak 409 penerbangan terdampak kondisi yang berkaitan dengan karhutla.

Jumlah tersebut meningkat 157,2 persen dibandingkan periode 7–13 September yang mencatat 159 penerbangan terdampak.

"Dalam satu pekan jumlah penerbangan terdampak bertambah 250 penerbangan atau sekitar 157,2 persen," ungkap Ferdinan.

Dari 409 penerbangan tersebut, sebanyak 141 mengalami keterlambatan (delayed), 254 mengalami pembatalan atau penundaan (cancelled/postponed), dan 14 penerbangan harus dialihkan (diverted).

Peningkatan terjadi pada seluruh kategori gangguan penerbangan.

Penerbangan delayed meningkat dari 49 menjadi 141 penerbangan.

Kemudian, penerbangan cancelled/postponed naik dari 106 menjadi 254 penerbangan.

Sementara penerbangan yang dialihkan meningkat dari empat menjadi 14 penerbangan.

Ferdinan mengatakan, data tersebut diperoleh melalui pemantauan dan koordinasi dengan penyelenggara bandar udara, penyedia pelayanan navigasi penerbangan, operator penerbangan, serta instansi terkait.

Penurunan jarak pandang menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi operasional penerbangan.

Pada periode 14–20 September, jarak pandang terendah tercatat hanya 50 meter di Bandara Tjilik Riwut, Iskandar, Haji Muhammad Sidik, serta A.P.T. Pranoto.

 Kondisi tersebut lebih buruk dibandingkan periode 7–13 September yang mencatat jarak pandang terendah 200 meter di Bandara Haji Muhammad Sidik.

Gangguan Penerbangan di Kaltim Melonjak

Dari 409 penerbangan terdampak, Kalimantan Tengah mencatat jumlah tertinggi dengan 201 penerbangan.

Kemudian, Kalimantan Timur sebanyak 138 penerbangan dan Kalimantan Utara 70 penerbangan.

Khusus Kalimantan Timur, peningkatan gangguan penerbangan cukup tajam. 

Pada periode 7–13 September, hanya 22 penerbangan yang terdampak.

Jumlah tersebut meningkat menjadi 138 penerbangan pada periode 14–20 September, atau bertambah 116 penerbangan.

Secara persentase, terjadi peningkatan sekitar 527,3 persen. Di Kalimantan Utara, penerbangan terdampak meningkat dari 30 menjadi 70 penerbangan atau naik sekitar 133,3 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan dampak karhutla terhadap penerbangan telah meluas ke sejumlah wilayah dalam cakupan Otban VII Balikpapan.

Meski operasional penerbangan terganggu, pemenuhan hak penumpang tetap menjadi perhatian.

Penumpang yang mengalami keterlambatan maupun pembatalan penerbangan berhak mendapatkan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk kompensasi, penjadwalan ulang, maupun pengembalian biaya tiket sesuai kondisi penerbangan.

"Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan akan terus melakukan evaluasi dan pemantauan secara berkelanjutan serta meningkatkan koordinasi dengan seluruh stakeholder," pungkas Ferdinan.

Baca juga: Viral Video Perbandingan Kontras Langit Balikpapan Sebelum dan Sesudah Tercemar Asap Karhutla

Penumpang Terdampak Dapat Layanan

Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan memastikan kesi panjang, pemenuhan hak penumpang menjadi tanggung jawab maskapai sesuai ketentuan yang berlaku.

Pelayanan kepada penumpang disesuaikan dengan durasi keterlambatan, termasuk ketika penerbangan mengalami penundaan hingga luas tercatat pada 409 penerbangan sepanjang 14–20 September, dengan Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utapan menghadapi kemungkinan bertambahnya penerbangan yang dialihkan (divert) akibat kabut asap karhutla.

Iwan mengatakan, kondisi bandara masih mendukung operasional penerbangan. Jarak pandang tercatat di atas 2.700 meter.

Dengan kondisi tersebut, Bandara SAMS Sepinggan masih dapat beroperasi sekaligus menjadi salah satu bandara alternatif bagi penerbangan yang tidak dapat mendarat di bandara tujuan akibat keterbatasan jarak pandang.

Sepanjang 20 Agustus hingga 20 September 2026, tercatat 31 penerbangan dialihkan ke sejumlah bandara, termasuk penerbangan yang mengarah ke Bandara SAMS Sepinggan.

"Kita tentunya memastikan SOP terkait dengan delay management bisa dilakukan dengan baik," ujar Iwan, Senin (21/9).

Bagi penumpang yang terdampak keterlambatan, pengelola bandara mengaktifkan layanan pemulihan (service recovery activation). Penumpang mendapatkan minuman dan makanan ringan selama menunggu.

Selain itu, penumpang dapat memanfaatkan fasilitas airport cinema, 33 tenant di area boarding room keberangkatan domestik, serta kursi pijat.

"Layanan ini untuk semua penumpang dengan penerbangan yang terdampak akibat asap karhutla," katanya.

Untuk keterlambatan yang lebih panjang, pemenuhan hak penumpang menjadi tanggung jawab maskapai sesuai ketentuan yang berlaku.

Pelayanan kepada penumpang disesuaikan dengan durasi keterlambatan, termasuk ketika penerbangan mengalami penundaan hingga postponed atau pembatalan.

"Selain itu tentunya menjadi tanggung jawab maskapai. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dua jam, kemudian tiga jam, kemudian empat jam bahkan sampai postpone atau dibatalkan penerbangan," pungkasnya.

Data Dampak Karhutla terhadap Penerbangan

Bandara SAMS Sepinggan | 20 Agustus–20 September 2026

- 136 penerbangan terdampak

- 31 penerbangan dialihkan (divert)

- 46 penerbangan terlambat (delay)

- 59 penerbangan dibatalkan (cancel)

 Kondisi Bandara SAMS Sepinggan

- Jarak pandang di atas 2.700 meter

- Operasional penerbangan masih berjalan

- Menjadi alternatif bagi penerbangan yang terdampak di bandara lain

Bandara Tujuan yang Terdampak

- Palangkaraya

- Pontianak

- Banjarmasin

- Samarinda

- Berau

- Melak

- Malinau

Wilayah Kerja Otban VII | 14–20 September 2026

- 409 penerbangan terdampak

- 254 cancelled/postponed

- 141 delayed

- 14 diverted

- Jarak pandang terendah: 50 meter

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.