TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Kondisi sebaran kabut asap di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, mulai berkurang pada Sabtu (19/9/2026) sore.

Berdasarkan data pemantauan terbaru BMKG Stasiun Meteorologi Raja Haji Abdullah Karimun melalui citra sebaran asap pukul 16.00 WIB Sabtu (19/9/2026), sebaran asap di wilayah Kepulauan Riau mulai berkurang dibandingkan kondisi siang hari.

Asap masih terpantau di daratan utama Pulau Sumatra dan Kalimantan. Namun, dari citra terbaru tersebut, asap yang masuk ke wilayah Kabupaten Karimun juga mulai berkurang.

Untuk wilayah Karimun, potensi pengaruh asap saat ini diperkirakan hanya berupa asap tipis. 

Meski sebaran asap mulai berkurang, kondisi kualitas udara di Karimun masih perlu diwaspadai.

Berdasarkan data konsentrasi PM2.5 terbaru pada 19 September 2026, kadar partikulat halus di Kabupaten Karimun berada pada kisaran 55,5 hingga 150,4 mikrogram per meter kubik.

Angka tersebut berdasarkan klasifikasi yang digunakan masuk dalam kategori tidak sehat. 

Kondisi ini merupakan perkembangan terbaru setelah sebelumnya, pada Selasa (15/9/2026), Forecaster BMKG Raja Haji Abdullah Karimun, Muhammad Syawal, menyebut kualitas udara Karimun juga berada dalam kategori tidak sehat.

Saat itu, konsentrasi PM2.5 di Tanjung Balai Karimun berada pada kisaran 48,44 hingga 52 mikrogram per meter kubik. 

Syawal ketika itu menjelaskan, kondisi udara dipengaruhi sebaran asap regional yang masih terpantau di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan.

Sebaran asap tersebut antara lain terdeteksi di Kepulauan Riau, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Selatan.

Untuk kondisi terbaru, jarak pandang atau visibility di Kabupaten Karimun masih berada pada kisaran 5 hingga 8 kilometer.

Masyarakat Karimun pun diimbau tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, mengingat konsentrasi PM2.5 masih berada dalam kategori tidak sehat.

Sebelumnya, BMKG juga mengingatkan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil serta masyarakat dengan riwayat asma, penyakit paru dan penyakit jantung agar lebih mewaspadai paparan udara yang kurang baik.

Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker KN95 atau N95 serta mengurangi aktivitas fisik berat maupun aktivitas dalam waktu lama ketika kualitas udara memburuk.

( tribunbatam.id/fairozzamani )

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.