Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Puluhan porter Gunung Rinjani ambil bagian dalam lomba lari marathon di kawasan Bukit Pergasingan, Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dalam gelaran Sembalun Mountain Festival, Sabtu (19/9/2026).
Keikutsertaan para porter tidak sekadar untuk memeriahkan festival. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap porter yang selama ini berperan dalam mendukung aktivitas wisata pendakian Gunung Rinjani.
Ketua panitia penyelenggara Sembalun Mountain Festival, Hamka Abdul Malik, mengatakan pelibatan porter dalam lomba lari merupakan inisiatif panitia untuk memberikan ruang sekaligus menjaring potensi atlet dari kalangan porter.
"Para porter selama ini sebagai pioner dalam mendukung wisata pendakian di Gunung Rinjani, oleh karena itu kami berinisiatif memasukan lari marathon khusus bagi para porter," kata Hamka, ditemui di lokasi pada Sabtu (19/9/2026).
Hamka mengatakan, keterlibatan porter dalam ajang lari tersebut baru pertama kali dilakukan. Ia berharap kegiatan itu dapat menjadi awal munculnya atlet-atlet baru dari kalangan porter yang mampu mengikuti kompetisi trail run dengan skala lebih besar.
"Kita harapkan nanti ada atlet-atlet baru dari porter di Gunung Rinjani untuk mengikuti trail run yang lebih besar lagi, seperti Rinjani 100 dan event-event lainya," jelasnya.
Baca juga: Sembalun Mountain Marathon Festival 2026: Ikon Baru Sport Tourism NTB yang Merangkul Potensi Lombok
Dalam perlombaan tersebut, para porter tidak hanya dituntut berlari melewati rute di kawasan Bukit Pergasingan. Mereka juga harus membawa keranjang yang biasa digunakan untuk mengangkut logistik para pendaki Gunung Rinjani.
Kondisi tersebut membuat tantangan yang dihadapi peserta bukan hanya berkaitan dengan kecepatan, tetapi juga kekuatan dan keseimbangan selama menempuh rute.
"Para porter memikul keranjang yang selama ini digunakan untuk membawa barang pengunjung di Gunung Rinjani sambil berlari dari garis start hingga finish, rutenya itu melewati bukit Pergasingan mereka tek tokan," terang Hamka.
Salah seorang porter asal Sembalun, Surya Jaya, mengatakan rute yang dilalui cukup menantang karena terdapat sejumlah bagian dengan kondisi berbatu.
Meski demikian, ia menilai tantangan tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri dalam perlombaan.
"Lumayan berat karena lari sambil memikul beban, tapi itu menjadi tantangan dan justru menjadi daya tarik tersendiri bagi kami," kata Surya.
Surya mengatakan, lomba tersebut merupakan pengalaman pertamanya mengikuti event trail run dengan membawa keranjang seperti yang biasa digunakan porter saat bekerja.
"Ini pertama kali, dan sangat berkesan bagi saya, meskipun tadi hanya dapat urutan ke empat," tutup Surya.
Pantauan di lokasi, Sembalun Mountain Festival tidak hanya menggelar lomba lari bagi para porter. Festival tersebut juga dimeriahkan dengan parade budaya, pertunjukan seni, dan hiburan rakyat.
Puluhan stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menawarkan beragam produk juga turut meramaikan kegiatan tersebut.
(*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.