SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di area perkebunan tebu milik PT LPI, Kecamatan Semendawai Timur, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, mendapat perhatian serius dari kepolisian.
Kapolres OKU Timur AKBP Dr. Lalu Hedwin Hanggara turun langsung mengecek lokasi kebakaran sebagai langkah mitigasi agar api tidak kembali meluas dan menjalar ke perkebunan milik warga.
Pengecekan dilakukan setelah kebakaran yang terjadi dalam beberapa hari terakhir berdampak hingga mendekati atau menjalar ke lahan perkebunan warga Desa Mulia Jaya, Kecamatan Semendawai Timur.
Kapolres didampingi Kabag Ops Polres OKU Timur Kompol Darmanson serta sejumlah personel.
Turut hadir Kapolsek Semendawai Suku III Ipda Redi Saputra, KBO Intelkam Ipda Baidowi, Kanit Reskrim Polsek Semendawai Suku III Ipda Respon Tulus Nababan, para kanit, kasium dan personel Polsek Semendawai Suku III.
Kapolres bersama anggota kemudian mengecek langsung lokasi kebakaran, khususnya di Blok A63 dan Blok A82 Divisi III PT LPI.
Lokasi tersebut berbatasan langsung dengan kebun karet dan kebun sawit milik masyarakat Desa Mulia Jaya.
Kapolres Minta Warga Waspada
AKBP Lalu Hedwin mengatakan, pengecekan tersebut merupakan bagian dari langkah antisipasi agar kebakaran tidak kembali terjadi dan meluas ke lahan masyarakat.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mengawasi lingkungan, khususnya lahan yang berada di sekitar lokasi rawan kebakaran. Apabila melihat adanya titik api atau kebakaran lahan, segera informasikan kepada kepolisian agar dapat ditangani sedini mungkin," ujar Lalu Hedwin Hanggara, Sabtu (19/9/2026).
Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, perusahaan hingga aparat.
Karena itu, kepolisian mendorong adanya kolaborasi dalam melakukan pengawasan terhadap wilayah yang rawan terjadi kebakaran.
"Kami meminta kepada masyarakat maupun pihak perusahaan untuk berkolaborasi dengan kepolisian dalam menjaga dan mengawasi wilayah masing-masing. Jangan sampai api kembali muncul dan kemudian meluas hingga ke perkebunan masyarakat," katanya.
PT LPI Diminta Siagakan Damkar dan Sumber Air
Selain mengecek lokasi, Kapolres juga melakukan koordinasi dengan pihak PT LPI.
Melalui Mardi selaku pihak yang ditemui dalam koordinasi tersebut, perusahaan diminta meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyiagakan armada pemadam kebakaran.
Perusahaan juga diminta memastikan ketersediaan sumber air untuk mempercepat penanganan apabila kembali ditemukan titik api.
Tak hanya itu, PT LPI diminta menyiapkan embung air yang berada di lahan HGU perusahaan agar dapat dimanfaatkan ketika proses pemadaman dibutuhkan.
Menurut Lalu Hedwin, kesiapan armada dan sumber air menjadi hal penting agar penanganan kebakaran dapat dilakukan secepat mungkin sebelum api membesar.
"Kesiapsiagaan harus dilakukan sejak awal. Armada pemadam dan sumber air harus siap sehingga apabila terjadi kebakaran, penanganannya bisa segera dilakukan dan tidak menunggu api membesar," tuturnya.
Langkah mitigasi tersebut dilakukan mengingat kebakaran di area perkebunan tebu telah terjadi selama beberapa hari dan berpotensi berdampak terhadap lahan masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Kegiatan mitigasi berlangsung aman dan lancar. Kepolisian juga terus mendorong masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran lahan di wilayah masing-masing.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.