Grid.ID - Artis Wulan Guritno mengungkap kondisi rumahnya yang ikut terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Wulan menyebut abu itu telah masuk ke dalam rumahnya hingga menempel pada mobilnya.

Seperti diketahui, aktivitas Gunung Anak Krakatau belum lama ini menjadi sorotan usai mengalami erupsi beberapa kali. Berdasarkan laporan aktivitas vulkanik, Gunung Anak Krakatau mengalami tiga kejadian erupsi yang tercatat pada Minggu (6/9/2026), masing-masing pada dini hari, pagi, dan malam.

Walau letusan tidak terlihat secara visual, tetapi erupsi terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 50 milimeter dan durasi 16 detik. Buntut dari aktivitas erupsi itu, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tersebar ke beberapa wilayah termasuk Jakarta.

Salah satu artis Tanah Air, Wulan Guritno belum lama ini juga mengaku ikut terdampak semburan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tersebut. Hal itu diungkap Wulan di akun Instagram Storynya @wulanguritno pada Minggu (06/09/2026).

Di unggahan itu, Wulan awalnya memperlihatkan persebaran abu vulkanik yang telah sampai di wilayah Jabodetabek. Ia lantas meminta masyarakat untuk terus berhati-hati dan waspada dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Abu vulkanik Anak Krakatau sudah terbawa angin menuju Jabodetabek."

"Stay safe teman-teman semua," tulis Wulan.

Artis berusia 45 tahun itu kemudian memperlihatkan kondisi rumahnya yang terdampak abu vulkanik. Terlihat, abu vulkanik itu menempel di lantai serta mobil Wulan. Bahkan, abu tersebut juga tampak tebal hingga menutupi bagian bodi mobil.

"Sama di rumah aku juga lantai semua ngeres penuh debu, lumayan tebel sih," kata Wulan Guritno.

Melihat kondisi tersebut, Wulan Guritno lantas mengingatkan para penggemarnya. Artis kelahiran London, Inggris itu mengimbau agar masyarakat memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan.

"Stay safe everyone pakai maskernya hari ini," pungkas Wulan Guritno.

Cara Lindungi Diri dari Abu Vulkanik

1. Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Melansir Bangkapos.com, masyarakat diimbau tetap berada di dalam rumah ketika abu vulkanik sedang beterbangan. Semakin sering berada di luar ruangan, semakin besar kemungkinan partikel abu masuk ke saluran pernapasan dan mengiritasi tenggorokan.

2. Gunakan Masker saat Harus Keluar

Jika terpaksa beraktivitas di luar rumah, gunakan masker untuk membantu mengurangi masuknya partikel abu ke saluran pernapasan. Pastikan masker menutup hidung dan mulut dengan baik sehingga udara yang dihirup lebih terlindungi dari paparan debu vulkanik.

3. Tutup Hidung dan Mulut dengan Benar

Ketika tidak memiliki masker, hidung dan mulut dapat ditutup menggunakan kain bersih, seperti saputangan atau selendang. Perlindungan ini dapat membantu mengurangi paparan langsung abu vulkanik, terutama saat harus berada di luar ruangan atau mencari tempat berteduh.

4. Hindari Beraktivitas di Tengah Hujan Abu

Saat abu vulkanik turun, segera cari tempat yang terlindung dan hindari berada di area terbuka. Abu yang beterbangan dapat terhirup dalam jumlah lebih banyak ketika seseorang beraktivitas di luar ruangan, sehingga meningkatkan risiko iritasi pada saluran pernapasan dan tenggorokan.

5. Segera Periksa jika Muncul Keluhan Pernapasan

Jangan mengabaikan keluhan seperti batuk yang terus-menerus, sakit atau iritasi tenggorokan, sesak napas, maupun gangguan pernapasan lainnya setelah terpapar abu vulkanik. Segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan, terutama jika keluhan semakin berat. Demikianlah cara melindungi diri dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.