nextren.com - IdeaFest mencatat telah menjangkau lebih dari 200.000 pengunjung sejak pertama kali diselenggarakan pada 2011. Dalam perjalanannya memasuki penyelenggaraan ke-15, festival industri kreatif tersebut juga mengklaim telah mempertemukan lebih dari 2.500 pembicara nasional dan internasional melalui lebih dari 1.000 sesi.

Catatan perjalanan tersebut disampaikan ketika IdeaFest 2026 resmi digelar pada 4-6 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta Selatan. Tahun ini, penyelenggara mengusung tema "Re:Humanize" untuk membahas posisi manusia di tengah penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin luas.

"Selama 15 tahun, IdeaFest telah mempertemukan lebih dari 2.500 pembicara nasional dan internasional melalui lebih dari 1.000 sesi, dan menjadi bagian dari perjalanan lebih dari 200.000 pengunjung," kata Co-Chair IdeaFest Ben Soebiakto dalam keterangan resminya, Jumat (4/9/2026).

Ben mengatakan tema Re:Humanize mengajak publik melihat kembali hal-hal yang membuat manusia tetap penting ketika AI mulai memengaruhi pekerjaan, proses kreatif, dan interaksi. Teknologi, menurutnya, dapat memperluas potensi manusia, tetapi kreativitas, empati, serta kemampuan memberi makna tetap harus menjadi pusatnya.

Skala IdeaFest 2026

Pada penyelenggaraan tahun ini, IdeaFest menghadirkan lebih dari 500 pembicara dalam lebih dari 160 sesi IdeaTalks. Materinya mencakup AI, kreativitas, bisnis, hiburan, budaya, teknologi, komunitas, serta perubahan cara manusia bekerja dan menghasilkan karya.

Sejumlah figur yang masuk dalam jajaran pembicara antara lain Tom Lembong, Najwa Shihab, Tony Fernandes, Pandji Pragiwaksono, Kamila Andini, Dian Sastrowardoyo, Sherina Munaf, Veronica Utami, Herald van der Linde, Vikram Sinha, dan Kavindra Airlangga.

Angka 500 pembicara dan 160 sesi menunjukkan IdeaFest mempertahankan skala besar dalam beberapa tahun terakhir, tetapi belum dapat disebut sebagai rekor baru. Pada 2024, IdeaFest juga diberitakan menghadirkan lebih dari 500 pembicara dan 160 sesi. Pada 2025, IdeaFest diumumkan membawa lebih dari 600 pembicara.

Karena itu, nilai penting penyelenggaraan 2026 tidak hanya terletak pada jumlah pembicara. Komposisi program, keterlibatan komunitas, dan relevansi pembahasannya menjadi ukuran lain dalam melihat perkembangan festival tersebut.

Berdasarkan penjelasan penyelenggara dalam konferensi pers, sekitar 75 persen pembicara tahun ini merupakan nama baru di IdeaFest. Sebanyak 27 komunitas juga dilibatkan untuk mengembangkan, mempromosikan, dan menjalankan program mereka sendiri.

Tema AI Berasal dari Evaluasi Penonton

IdeaFest menyatakan pemilihan tema Re:Humanize berangkat dari evaluasi Populix terhadap penyelenggaraan 2025. Evaluasi itu disebut menunjukkan bahwa audiens membutuhkan pembahasan lebih mendalam mengenai industri kreatif, termasuk hubungan manusia dengan AI.

Namun, siaran pers IdeaFest tidak menjelaskan jumlah responden, metodologi, maupun persentase audiens yang meminta topik tersebut. Data tersebut masih perlu dikonfirmasi agar hasil evaluasi tidak hanya menjadi dasar narasi penyelenggara.

Pemilihan tema AI tetap memiliki konteks kuat. Survei Global Workforce Hopes and Fears 2025 dari PwC, yang melibatkan hampir 50.000 pekerja global dan 812 responden Indonesia, mencatat 69 persen pekerja Indonesia telah menggunakan AI untuk pekerjaannya dalam setahun terakhir.

Namun, hanya 16 persen responden Indonesia yang memakai AI generatif setiap hari. PwC juga mencatat penggunaan harian tersebut mengalami penurunan.

Content Lead dan BrainTrust IdeaFest Firdza Radiany mengatakan proses kurasi tahun ini berangkat dari pertanyaan tentang cara menjaga manusia tetap menjadi pusat ketika teknologi berkembang semakin cepat. Karena itu, IdeaFest mempertemukan perspektif dari berbagai industri dan generasi untuk membicarakan masa depan secara lebih luas.

Bukan Hanya Festival Diskusi

Selain sesi pembicara, IdeaFest 2026 memperluas pengalaman melalui kolaborasi dengan JKTGo, Collect Con, dan ESCAPE. IdeaFest Picks bersama JKTGo menghadirkan pasar berisi merek lokal, UMKM, dan pelaku kreatif.

Collect Con mempertemukan kreator dengan komunitas kolektor, sedangkan IdeaFest X bersama ESCAPE menawarkan instalasi dan aktivitas interaktif.

Festival Director IdeaFest Olivia Febrina mengatakan penyelenggara ingin pengunjung tidak hanya mendapatkan inspirasi dari diskusi, tetapi juga mengalami dan menemukan gagasan secara langsung. Pendekatan tersebut memperlihatkan upaya IdeaFest berkembang dari panggung berbagi pemikiran menjadi ruang pertemuan antara komunitas, industri, dan konsumen karya kreatif.

Setelah menjangkau lebih dari 200.000 pengunjung dalam 15 penyelenggaraan, tantangan IdeaFest berikutnya bukan sekadar menambah jumlah sesi atau nama besar. Relevansinya akan lebih ditentukan oleh kemampuan mengubah percakapan menjadi kolaborasi dan memastikan teknologi tetap memperkuat, bukan mengikis, peran manusia dalam industri kreatif.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.