nextren.com - IdeaFest 2026 melibatkan sedikitnya 27 komunitas untuk menyusun dan menjalankan program mereka sendiri selama festival berlangsung. Komunitas tersebut tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi turut membuat acara, mempromosikan program, serta menghimpun audiensnya masing-masing.
IdeaFest 2026 berlangsung pada 4-6 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta Selatan. Memasuki penyelenggaraan ke-15, festival industri kreatif tersebut mengangkat tema "Re:Humanize" yang menempatkan kreativitas, empati, dan hubungan manusia sebagai pusat di tengah perkembangan kecerdasan buatan.
Co-Chair IdeaFest Ben Soebiakto mengatakan keterlibatan komunitas menjadi bagian penting dalam perkembangan IdeaFest sebagai platform industri kreatif. Menurutnya, kekuatan festival tidak hanya bergantung pada jumlah pembicara atau sesi yang ditawarkan.
Ben menjelaskan bahwa sebanyak 27 komunitas bergabung dengan IdeaFest 2026. Mereka membuat dan mempromosikan programnya sekaligus mengumpulkan audiens masing-masing.
"Sebuah platform akan kuat kalau akarnya memang dalam komunitas," ujar Ben dalam konferensi pers IdeaFest 2026 di Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Model tersebut turut mengubah pendekatan IdeaFest yang sebelumnya lebih banyak berpusat pada pembicara dan proses kurasi internal. Komunitas kini memperoleh ruang lebih besar untuk membawa sekaligus menampilkan gagasannya secara langsung.
Komunitas Ikut Menentukan Pengalaman Acara
Festival Director IdeaFest Olivia Febrina menjelaskan penyelenggara tidak bertindak sebagai pihak yang menentukan seluruh bentuk kolaborasi. IdeaFest memilih menyediakan ruang agar kreator, komunitas, dan pelaku industri dapat bertemu serta mengembangkan kerja sama baru.

"Kami ingin IdeaFest menjadi ruang yang tidak hanya memberikan inspirasi lewat diskusi, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengalami, berinteraksi, dan menemukan sesuatu secara langsung," kata Olivia dalam keterangan resmi.
IdeaFest menggunakan tiga pendekatan untuk menilai kolaborasi yang berlangsung. Ketiganya terdiri dari return of impact atau dampak yang dihasilkan, return of experience atau pengalaman yang dirasakan pengunjung, serta return of collaboration yang diharapkan melahirkan program dan kemitraan baru setelah festival berakhir.
Pendekatan tersebut diterapkan melalui beberapa format. IdeaFest Picks bersama JKTGo menghadirkan pasar yang mempertemukan pengunjung dengan merek lokal, UMKM, dan pelaku kreatif. Collect Con membawa komunitas kreator dan kolektor, sedangkan IdeaFest X bersama ESCAPE menawarkan instalasi dan aktivitas interaktif.
Penyelenggara menyebut kolaborasi IdeaFest Picks dan Collect Con menghimpun hampir 300 tenant. Kehadiran mereka memperluas fungsi festival dari tempat mendengarkan pembicara menjadi ruang untuk memamerkan karya, memperkenalkan produk, serta membangun hubungan langsung dengan calon konsumen maupun kolaborator.
Collect Con, misalnya, tidak hanya menghadirkan aktivitas jual-beli barang koleksi. Perwakilan Collect Con menyebut pertemuan langsung diperlukan untuk membangun kepercayaan karena nilai barang koleksi dapat berkisar dari puluhan ribu hingga miliaran rupiah.
Kendati demikian, nominal tersebut menggambarkan rentang harga di pasar barang koleksi dan bukan nilai transaksi yang telah terjadi selama IdeaFest.
Lebih dari 500 Pembicara dan 160 Sesi
Selain melibatkan komunitas, IdeaFest 2026 menghadirkan lebih dari 500 pembicara melalui lebih dari 160 sesi. Sekitar 75 persen pembicara disebut merupakan nama baru di IdeaFest. Programnya membahas AI, kreativitas, bisnis, hiburan, budaya, teknologi, serta perubahan cara manusia bekerja.
Proses kurasinya mempertimbangkan relevansi sebuah gagasan dengan kondisi saat ini, kebutuhan publik Indonesia, kemampuannya membangun resonansi, serta manfaatnya pada masa depan. Penyelenggara juga memakai hasil evaluasi audiens IdeaFest 2025 sebagai salah satu dasar pemilihan topik.
Keterlibatan komunitas sebenarnya bukan pendekatan yang sepenuhnya baru. Pada IdeaFest Surabaya 2026, program IdeaFest X juga membuka ruang bagi komunitas, media, dan podcaster untuk membuat acara sendiri.
Namun, penyelenggara belum memublikasikan daftar lengkap 27 komunitas, bentuk kewenangan mereka dalam menentukan materi, maupun indikator keberhasilan setiap program. Informasi tersebut penting untuk mengukur apakah partisipasi komunitas benar-benar memengaruhi arah festival atau masih terbatas pada penyediaan konten dan audiens.
Langkah melibatkan komunitas tetap menunjukkan perubahan penting dalam skala IdeaFest. Setelah 15 tahun membangun pertukaran gagasan, relevansi festival kini ikut ditentukan oleh kemampuannya memberi ruang bagi komunitas untuk mengeksekusi ide dan membangun kolaborasi yang berlanjut setelah acara selesai.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.