Grid.ID - Aktris Sherina Munaf akan kembali membintangi film layar lebar berjudul Filosofi Teras. Film dari rumah produksi MD Pictures ini merupakan karya dari buku best seller dengan judul yang sama.
Selama ini, sosok Sherina Munaf begitu lekat dengan karakter masa kecilnya sebagai Sherina dalam film Petualangan Sherina. Citra tersebut bahkan terus mengikuti perjalanan kariernya hingga dewasa. Namun, bagi Sherina, keterikatan dengan karakter masa kecil tersebut bukanlah sesuatu yang harus dihindari.
Sherina justru menganggap sosok “Sherina kecil” sebagai bagian penting yang turut membentuk dirinya hingga saat ini. Hal tersebut disampaikan Sherina ketika berbicara dalam acara Ideafest di Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2026).
"Dan kalaupun memang ada pendapat atau opini yang bilang bahwa Sherina yang kecil itu melekat sekali, itu bukan sebuah hal yang buruk. Menurut aku karena aku sangat bahagia dengan legacy itu," ujar Sherina Munaf dalam acara Ideafest di Senayan, Jakarta Pusat pada Sabtu (5/9/2026).
Menurutnya, pengalaman sebagai aktris sejak usia dini memiliki pengaruh besar terhadap kepribadiannya saat ini. Rasa ingin tahu yang sudah muncul sejak kecil pun masih menjadi bagian dari dirinya hingga dewasa.
"Menurut aku Sherina kecil itu juga banyak membentuk aku sampai dewasa. Jadi, rasa penasarannya itu juga udah melekat sama aku," sambungnya.
Keterlibatan Sherina dalam Filosofi Teras juga menjadi sesuatu yang menarik karena film ini memperlihatkan dirinya dalam suasana yang berbeda dari sejumlah proyek layar lebar sebelumnya.
Jika mengingat perjalanan Sherina di dunia film, hutan seolah menjadi salah satu latar yang tidak asing baginya. Mulai dari Petualangan Sherina hingga Petualangan Sherina 2, bahkan ketika terlibat dalam Wiro Sableng, Sherina kembali bersinggungan dengan latar alam dan hutan.
Akan tetapi, kali ini situasinya berbeda. Dalam Filosofi Teras, Sherina akan hadir sebagai Nea, karakter yang menurutnya memiliki perbedaan cukup signifikan dari karakter-karakter yang pernah ia mainkan sebelumnya. Salah satu perbedaan paling sederhana, tetapi cukup menarik baginya, adalah lokasi tempat ia menjalani proses syuting.
"Hopefully dengan PR yang kita kerjakan dan cerita yang ditulis, dan effort dari bantuan kru dan cast yang lain, kita bisa bener-bener melihat Nea gitu. Karena satu yang paling berbeda adalah dia enggak di hutan," katanya.
Ia bahkan mengungkapkan bahwa pengalaman syuting film ini terasa berbeda karena tidak lagi berkutat dengan latar hutan. Ia pun tampak excited dengan perbedaan backgroud syuting film ini.
"Syuting pertama aku enggak di hutan sebenarnya, sebelumnya mau Petualangan Sherina 1 ataupun 2, ataupun Wiro Sableng, aku di hutan terus gitu kan. Jadi akhirnya syuting di kota, jadi mungkin itu yang agak beda gitu background-nya," ujar Sherina.
Filosofi Teras tidak hanya menawarkan cerita hiburan. Film ini juga membawa tema yang berkaitan dengan kehidupan keluarga, hubungan antarmanusia, serta proses seseorang dalam menemukan ketenangan.
Bagi Sherina, aspek tersebut menjadi salah satu bagian penting yang membuat film ini memiliki ruang untuk menjadi bahan refleksi bagi penontonnya.
Menurutnya, cerita mengenai keluarga sering kali tidak bisa dilihat secara sederhana. Hubungan dalam keluarga memiliki dinamika yang kompleks, dengan setiap anggota keluarga membawa pengalaman dan perjalanan hidup masing-masing.
"Karena ini banyak mengenai soal keluarga, mungkin ini bisa menjadi momen reflektif dalam melihat dinamika keluarga sendiri, bahwa tidak sehitam putih itu, bahwa semua masing-masing memiliki perjalanan, dan it's okay to not know juga gitu ya," ujarnya.
Bagi Sherina, proses menemukan ketenangan pun bukan sesuatu yang dapat dicapai secara instan. Ada perjalanan yang harus dilewati, termasuk menghadapi berbagai persoalan dan memahami diri sendiri.
"Dan bahwa untuk mencapai ketenangan itu juga butuh proses," tutup Sherina.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.