Coding Camp 2026 powered by DBS Foundation berhasil mencetak ribuan talenta digital. Program pelatihan teknologi yang diselenggarakan melalui kolaborasi DBS Foundation dan Dicoding Indonesia edisi terbaru ini resmi meluluskan lebih dari 3.000 mahasiswa dan siswa SMK (sekolah menengah kejuruan) tanah air. Para talenta digital tersebut telah menyelesaikan kelas intensif yang membekali mereka dengan berbagai keahlian digital dan lainnya. DBS Foundation menyampaikan hal ini pada acara wisuda program belum lama di Jakarta.

Pada acara wisuda Coding Camp 2026 powered by DBS Foundation yang dimaksud, DBS Foundation mengungkapkan Coding Camp powered by DBS Foundation edisi tahun 2026 didukung oleh 354 perguruan tinggi dan 144 SMK di Indonesia. Sementara itu, Para mahasiswa dan siswa SMK yang menjadi peserta diklaim mendapatkan pelatihan intensif hingga 946 jam pembelajaran yang mencakup jalur karier di bidang data science, full-stack web development, dan AI engineering, serta literasi bahasa Inggris, aneka soft skill, kesiapan karier, dan literasi keuangan. Sebanyak 107 guru SMK pun turut beroleh pelatihan.

“Kami percaya bahwa pemanfaatan kemajuan AI [artificial intelligence] dan teknologi dapat menjadi penggerak yang kuat bagi kemajuan dan terciptanya dampak positif. Lebih dari 3.000 lulusan Coding Camp 2026 menjadi bukti nyata atas potensi yang dapat diwujudkan ketika generasi muda dibekali keterampilan dan kesempatan untuk sukses di ekonomi digital,” sebut Karen Ngui (Head of DBS Foundation). “Sejak bermitra dengan Dicoding pada 2023, kami mendukung lebih dari 229.000 generasi muda di seluruh Indonesia dengan keterampilan digital yang relevan untuk masa depan.”

“Kelulusan bukan hanya menjadi perayaan atas selesainya sebuah program pembelajaran, tetapi juga menandai dimulainya perjalanan baru bagi para lulusan untuk terus memperluas pengetahuan dan memanfaatkan teknologi guna menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari misi bermakna DBS Foundation dalam membangun ketahanan sosial dan finansial,” ujar Narenda Wicaksono (CEO Dicoding Indonesia).

DBS Foundation menambahkan Coding Camp powered by DBS Foundation merupakan bagian dari komitmen DBS Foundation yang lebih luas, yakni memberdayakan 620.000 individu dalam membangun ketahanan finansial hingga 2029. Coding Camp 2026 powered by DBS Foundation juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

“Kami mengapresiasi DBS Foundation dan Dicoding Indonesia atas kerja samanya dalam melatih talenta digital sampai hari ini. Kepada para lulusan, kalian sudah mampu membuat mesin untuk berpikir, maka pastikan mesin itu berpihak untuk memberikan solusi bagi kepentingan kemanusiaan. Masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh secanggih apa teknologi yang kita adopsi, tetapi oleh sebijak apa warganya menggunakan inovasi untuk memecahkan masalah bangsa,” kata Dr. Eng. Imam Machdi, M.T. (Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan).

Ke depannya DBS Foundation pun memastikan melanjutkan Coding Camp powered by DBS Foundation. DBS Foundation bahkan mengharapkan tingkat kelulusan yang lebih tinggi untuk edisi berikutnya dari program ini. Bila pada Coding Camp 2026 powered by DBS Foundation tingkat kelulusannya mencapai 88,9%, pada edisi berikutanya diharapkan bisa mencapai lebih dari 90%.

Capstone Project

Bukan hanya kelulusan, pada acara wisuda Coding Camp 2026 powered by DBS Foundation, DBS Foundation turut mengungkapkan sepuluh capstone project yang dikembangkan oleh para peserta dengan kinerja terbaik. Dua di antaranya adalah Stockation dan TaruPramana. Stockation oleh tim yang terdiri dari sejumlah mahasiswa, sedangkan TaruPramana oleh tim yang terdiri dari beberapa siswa SMK. Terdapat pula stan-stan dari para capstone project bersangkutan.

“Selamat kepada seluruh peserta yang telah berhasil menyelesaikan Coding Camp 2026 dan penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada DBS Foundation dan Dicoding Indonesia yang sudah menjalankan program ini dengan baik. Saya senang ketika melihat hasil capstone project yang luar biasa. Jadi anak-anak kita itu memiliki potensi yang memadai dan ini harus dikembangkan,” ucap Dr. Muhammad Muchlas Rowi, S.F,. S.H., M.M. (Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah).

DBS Foundation menjelaskan Stockation sebagai platform simulasi investasi saham berbasis edukasi yang membantu investor pemula memahami dunia investasi tanpa harus langsung mengambil risiko dengan uang nyata. Para pengguna bisa belajar membaca kondisi pasar, mencoba strategi investasi, dan memahami risiko melalui pengalaman simulasi yang interaktif. Stockation bisa membantu generasi muda membangun pemahaman investasi yang lebih baik sebelum mengambil keputusan finansial di dunia nyata.

Adapun TaruPramana, DBS Foundation menjelaskan TaruPramana sebagai platform kesehatan preventif digital yang mengangkat kearifan lokal pengobatan tradisional Bali, khususnya Usadha, ke dalam pengalaman yang lebih modern dan mudah diakses. TaruPramana bisa membantu generasi muda memahami dan menjaga kesehatan secara proaktif, sekaligus melestarikan pengetahuan pengobatan tradisional. Melalui pendekatan yang interaktif dan praktis, TaruPramana bisa menjembatani warisan budaya dengan kebutuhan kesehatan masa kini.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.