Grid.ID – Musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah membawa kabar duka. Menyusul terungkapnya kronologi relawan pemadam Karhutla Palangka Raya meninggal usai bertugas memadamkan api.

Sang relawan, Ketua Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) Palangka, Akhmad Rijani (54), meninggal dunia pada Kamis (27/8/2026). Ia mengembuskan napas terakhir setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Akhmad sebelumnya mengalami penurunan kondisi setelah bertugas menangani karhutla di Jalan Rungan Ujung, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Sabtu (22/8/2026). Kabar tersebut dibenarkan oleh Ketua Emergency Respons Palangka Raya, Jean Steve.

Jean mengatakan Akhmad diduga meninggal akibat kelelahan setelah menjalankan tugas penanganan karhutla. Namun, kondisi tersebut belum dapat dipastikan sebagai satu-satunya penyebab karena kemungkinan adanya penyakit bawaan masih perlu diketahui.

"Benar, meninggal beliau kabarnya karena kelelahan. Tapi kita belum tahu apakah memang ada penyakit bawaan lainnya," kata Jean, dikutip dari Tribun Kalteng.

Kronologi Relawan Pemadam Karhutla Palangka Raya Meninggal

Kembali mengutip Tribun Kalteng, sebelum meninggal, Akhmad diketahui masih turun langsung ke lapangan untuk menangani kebakaran hutan. Ia bersama anggota TSAK Palangka melakukan pemadaman karhutla di Jalan Rungan Ujung pada Sabtu (22/8/2026). Namun, kondisinya kemudian menurun hingga dilarikan ke rumah sakit.

Wakil TSAK Kelurahan Palangka, Mulyadi mengatakan, Akhmad langsung dibawa ke rumah sakit setelah kondisinya drop di lapangan. Ia kemudian menjalani perawatan selama kurang lebih enam hari sebelum akhirnya meninggal dunia pada Kamis (27/8/2026).

"Iya, langsung dibawa ke rumah sakit setelah kondisinya drop di lapangan pada hari Sabtu itu," ujar Mulyadi di rumah duka Jalan Mendawai VI, Palangka Raya.

Almarhum bahkan disebut sempat hendak mengecek kembali lokasi untuk memastikan api sudah benar-benar padam. Fakta ini diungkap oleh Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin.

"Beliau ini memadamkan api bersama timnya, karena beliau ketua TSAK. Setelah tim beliau selesai memadamkan api, mereka melapor kepada beliau bahwa api sudah padam," kata Fairid, dikutip dari Kompas.com pada Jumat (28/8/2026).

"Maksud beliau ingin mengecek dan memastikan kondisi di lapangan sebelum akhirnya beliau roboh," lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Fairid Naparin juga menyebut Akhmad Rijani memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi. Sementara itu, Ketua Emergency Respons Palangka Raya Jean Steve mengatakan pihaknya belum mengetahui apakah terdapat penyakit bawaan lain yang berkaitan dengan kondisi almarhum.

Sayangnya, kronologi relawan pemadam Karhutla Palangka Raya meninggal usai bertugas turut menguak cerita sedih tentang kematian Akhmad Rijani. Pasalnya, ia dikenal sebagai salah satu relawan yang aktif dan bergabung dengan TSAK Palangka sejak terbentuk pada 2016.

Selama hampir satu dekade, Akhmad rutin turun ke lapangan membantu menangani kebakaran hutan. Tahun ini, ia bersama anggota TSAK Palangka telah mulai turun melakukan pemadaman sejak awal Agustus.

Akhmad juga diketahui meninggalkan seorang istri dan empat orang anak. Jenazahnya dimakamkan pada Jumat (28/8/2026) di pemakaman di kawasan Jalan Karanggan.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.