Grid.ID - Penyanyi sekaligus instruktur Zumba, Denada, belakangan ini tengah mencuri perhatian netizen lewat konten memasaknya di media sosial. Alih-alih dipuji karena keahlian kulinernya, Denada justru viral karena terlihat bingung dan kikuk saat meracik bumbu di dapur.

Hal ini memicu spekulasi dari netizen. Tak sedikit yang menuding bahwa ibu satu anak ini sengaja berakting tidak bisa memasak demi mengejar engagement dan viral. Menanggapi tudingan tersebut, Denada akhirnya angkat bicara.

Secara blak-blakan, pelantun lagu "King" ini mengakui bahwa dirinya memang tidak memiliki bakat alami dalam hal memasak. Kebingungan yang ia tunjukkan di depan kamera bukanlah sebuah rekayasa.

"Memang pada aslinya aku nggak bakat masak. Itu bukan passion-ku," ujar Denada di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2026).

Jawaban Menohok Soal Konten Settingan

Terkait tudingan netizen bahwa ia sengaja "berakting" tidak bisa masak demi viral, Denada memberikan jawaban yang cukup menohok. Ia meminta penonton untuk lebih bijak dalam mengonsumsi konten di media sosial.

"Segala sesuatu yang kita publish ke media sosial itu kan belum tentu semuanya riil. Jadi penonton memang harus pinter-pinter melihatnya. Namanya konten, tujuannya ya memang untuk mendapatkan respon yang bagus," ungkap Denada.

Ia pun tak menampik bahwa masakannya memang jauh dari kata lezat. Bahkan, ia sudah pasrah soal penilaian rasa.

"Jujur, nggak enak lah! Masakanku nggak seenak masakan beneran. Makanya aku sudah hopeless soal rasa," guraunya.

Ketidakahlian Denada dalam memasak ternyata sering menjadi bahan kritik di rumah. Sosok yang paling jujur menilai masakannya adalah Romi dan Roni.

"Biasanya si kembar, Romi dan Roni. Mereka jujur banget. Pernah masakanku dibilang sangat keasinan, atau pernah juga kebanyakan lada sampai mereka bilang tenggorokan sakit pas makan," kenang Denada sambil tertawa.

Meskipun menuai pro dan kontra serta sering di-nyinyiri netizen, Denada mengaku akan tetap melanjutkan konten memasaknya. Baginya, ada sisi lain dari memasak yang membuatnya merasa nyaman.

"Iya, selama itu membuatku bahagia. Aku baru menyadari kalau kegiatan memotong sayur dan menyiapkan bahan masakan itu sangat terapeutik. Meskipun lambat, itu sangat melatih kesabaranku," pungkasnya.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.