Grid.ID - Belum lama ini, publik dikejutkan dengan kronologi pria ngaku wartawan dan membentak guru SD di Sukabumi. Dirinya meminta uang hingga nyaris main tangan.

Kejadian tak mengenakkan baru saja terjadi di SDN Sukaraja 2, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pria yang mengamuk itu mengaku bahwa dirinya adalah seorang wartawan media.

Dikutip dari Kompas pada Rabu (2/9/2026), Kepala Kepolisian Sektor Sukaraja, PolresSukabumiKota,KompolAgukKhusaeni membenarkan kronologi pria ngaku wartawan hingga buat keributan. Ia mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi di sebuah Sekolah Dasar.

"Ya benar, ada dugaan oknumwartawanyang ngamuk-ngamuk atau marah-marah lah di salah satu sekolah dasar di wilayah Sukaraja," ujarnya.

Ia juga mengungkap bahwa pihaknya langsung turun tangan usai mendapatkan laporan. Pelaku yakni A, kini tengah dalam proses penyidikan.

"Ketika menerima informasi, kita langsung amankan, dan sekarang lagi dalam proses penyelidikan," jelasnya.

Kendati begitu, pihak kepolisian belum menetapkan pelaku sebagai tersangka. Pasalnya, A masih menjalani pemeriksaan.

"Belum, terduga pelaku belum ditetapkan jadi tersangka. Untuk pasal dugaan berupa 483 KUHP dan Pasal 448 KUHP juncto Pasal 126 KUHP," terangnya.

Lalu, bagaimana kronologi pria ngaku wartawan ini? Dikutip dari TribunnewsBogor pada Rabu (2/9/2026), dalam video yang viral di jagat maya, tampak seorang pria tengah marah.

Diketahui, sosok perekam video tersebut adalah anak dari guru di sekolah tersebut. Ia tak terima lantaran ibunya ditunjuk-tunjuk dan dimarahi oleh pria tak dikenal.

Menyadari dirinya tengah direkam menggunakan ponsel, pria tersebut semakin marah. Namun, pelaku tampak berbicara dengan artikulasi yang tidak jelas.

"Woy, apa masalahnya ngerekam-ngerekam. Masalahnya awal mulanya kamu," ujar pelaku.

"Kamu yang usik perut saya. Ditulis sama saya. Mau pensiun kan PNS. Pantas tidak seorangguru," ujarnya.

Pria tersebut juga berusaha untuk merebut handphone yang merekam dirinya. Ia terus berbicara dengan tidak jelas.

Kemudian, pada video selanjutnya, pria tersebut masih marah. Dirinya mengaku marah lantaran dituding mabuk.

"Apa sebut saya mabuk? Ditulis sama saya," ujarnya.

Anak guru yang merekam kejadian itu pun meminta bantuan di sosial media. Dirinya berharap agar kasus ini kian terang.

"Warga Threads minta bantuannya, ibu saya adalah seorang kepala sekolah di salah satu sekolah dasar negeri yg ada di Kabupaten Sukabumi, tepatnya di Kecamatan Sukaraja," tulisnya.

"Hari ini beliau dan beberapagurumendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari salah satu oknumwartawan. Terjadi adu mulut dan salah seorang pekerja mendapatkan kontak fisik drwartawantersebut, adakah warga di sini yg bisa memviralkan atau bantu untuk membuat laporan ke pihak berwajib?" tanyanya.

Sedangkan, Kepala SDN Sukaraja 2, Siti Julaeha mengungkap kronologi pria ngaku wartawan ini,awalnya pria itu meminta uang sebesar Rp100 ribu sebagai uang langganan media. Namun, pihaknya tak memberikan uang tersebut.

Kemudian pria tersebut marah dan menunjuk-nunjuk guru yang ada di sekolah. Siti menjelaskan bahwa pihak sekolah belum bisa memberikan uang tersebut lantaran uang BOS belum cair.

"Dia meminta yang untuk bulan September. Karena kami tidak memberi, akhirnya dia marah sampai menunjuk-nunjuk saya," terangnya.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.