Grid.ID - Publik dikejutkan dengan kronologi 512 santri keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG). SPPG Talang Angin resmi dijatuhi sanksi atas kejadian ini.

Ya, kejadian santri keracunan usai menyantap MBG ini menjadi viral di jagat maya. Kejadian itu terjadi pada Selasa (1/9/2026) siang hari.

Dikutip dari Tribunnews pada Rabu (2/9/2026), sebanyak 512 santri di Pondok Pesantren Manba'ul Hikam di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur mengalami gejala keracunan.

Pihak pondok pesantren mengungkap bahwa para santri mengalami beberapa keluhan sejak setelah salat Asar. Kemudian, sejumlah santri dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana pun menanggapi terjadinya peristiwa ini. Pihaknya masih menunggu hasil laboratorium dan akan ,mengumumkannya ke publik.

"Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan dinas kesehatan terkait ya, dan hasilnya nanti akan kita umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan," ujarnya.

Sedangkan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Dinas Kesehatan Sidoarjo, mengusut terjadinya 512 santri keracunan ini. BGN juga menjatuhkan sanksi pembekuan operasional kategori berat selama 30 hari terhadap SPPG Talang Angin, Kalitengah.

Lalu, bagaimana kronologi 512 santri keracunan usai menyantap MBG ini? Dikutip dari Kompas.com pada Rabu (2/9/2026), Ahsan, salah seorang santri menceritakan kronologi keracunan ini.

Dirinya menyebut bahwa makanan MBG tiba di pondok pesantren pada pukul 11.30 WIB. Kemudian, para santri menyantap MBG ini pada pukul 13.00 WIB.

"Makan MBG itu jam satuan tadi," ujarnya.

Ahsan mengaku bahwa dirinya tidak ikut menyantap MBG. Begitupun dengan beberapa temannya yang lain.

"Saya tadi enggak makan. Ada juga yang enggak makan termasuk saya," sambungnya.

Ahsan menuturkan kronologi 512 santri keracunan tersebut. Ia mengatakan bahwa teman-temannya mengalami keluhan setelah shalat Asar. Beberapa temannya beberapa kali ke ke kamar mandi lantaran mengeluhkan sakit perut.

"Pas habis Asar itu, ada yang bolak-balik kamar mandi teman saya. Begitu ditanyain kenapa, 'perutku sakit', katanya," lanjutnya.

Ketua Asrama Putra, Ferdiansyah mengatakan bahwa pada pukul 16.20 WIB, ia mendapatkan keluhan dari banyak santri. Para santri melaporkan bahwa mereka mengalami sakit perut.

"Mulai mual ini ketika pelajaran jam pertama setelah ba'da Asar, sekitar jam 16.00 WIB," terangnya.

"Baru terdeteksi kami mulai 16.20 WIB. Sudah banyak yang melapor ke UKS masing-masing unit, MA, MTs," ujarnya.

Ferdiansyah juga menjelaskan bahwa pihaknya langsung membawa beberapa santri ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Dirinya bersyukur lantaran para santri langsung mendapatkan penanganan yang baik. Sehingga, para santri mendapatkan pertolongan yang tepat.

"Semua sudah tertangani. Dari semua rumah sakit, semua alhamdulillah mendapatkan penanganan yang terbaik," terangnya.

Mengenai makanan yang disantap oleh para santri. Ferdiansyah mengatakan bahwa makanan tersebut merupakan MBG. Dirinya juga memastikan bahwa makanan ini bukan dari olahan dapur pondok.

"Ini makanan dari MBG," terangnya.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.