Grid.ID - Aktor Fedi Nuril didapuk sebagai pemeran utama dalam film komedi berjudul Bapakmu Kiper. Film ini ternyata menyimpan cerita lucu di balik proses syutingnya.

Salah satunya adalah penggunaan nama Mulyono dan Bowo yang muncul dalam film. Sambil berseloroh, Fedi awalnya menyebut bahwa ide tersebut datang dari Augie Fantinus.

"Oh, itu idenya Augie lah!" canda Fedi di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).

Fedi kemudian bercanda seolah tidak ingin disalahkan atas penggunaan nama tersebut. Aktor 44 tahun itu mengatakan nama-nama itu hanyalah nama biasa.

"Saya mah baek, nggak pernah nyenggol-nyenggol gitu ya. Nggak pernahlah, itu mah nama-nama orang kan, iya biasa ajalah," tutur Fedi sambil tersenyum.

Fedi menjelaskan, ide tersebut muncul saat hari pertama syuting. Nama karakter dalam naskah kemudian diubah menjadi Mulyono dan Bowo karena dianggap lebih menarik.

"Iya, hari pertama shooting. Jadi ya ada apa di skrip, terus dapet ide kayaknya lebih menarik kalo namanya kita ganti gitu," ungkap ayah tiga anak tersebut.

Augie pun mengonfirmasi bahwa munculnya nama tersebut awalnya dari Fedi. Bahkan, Fedi sempat bertanya ke pemain lainnya soal kecocokan nama tersebut.

"Lu cuman nanya ke kita 'cocok nggak?' Ya cocok itu nama bapak-bapak gue bilang," timpal Augie.

Lucunya, Vidi Bule mengaku panik. Ia pun menjauh dari Fedi setelah obrolan tersebut. Vidi mengaku takut percakapan mereka dipotong dan menjadi viral di TikTok.

"Gua pas dia ngomong gitu gua langsung rada jauh. Ntar gua kena potongan TikTok!" pungkas Vidi Bule.

Film Bapakmu Kiper disutradarai oleh Ody Harahap dan diproduksi oleh Entelekey Media Indonesia dan Entelekey Sinema Indonesia. Naskah ditulis Titien Wattimena dan Aaron Hart bersama tim Katatinut.

Selain Fedi Nuril, film ini juga dibintangi Ali Fikry, Tanta Ginting, Augie Fantinus, dan pria yang dijuluki Raja Tarkam, King Polo. Bapakmu Kiper tayang serentak di bioskop mulai 3 September 2026.

Film ini bercerita tentang Warto (Fedi Nuril) adalah penjual ikan sekaligus mantan kiper tarkam. Ia ingin membantu anaknya, Dino (Ali Fikry), striker berbakat yang ingin menang Tarkam Super Cup agar dilirik pencari bakat.

Namun, hubungan mereka yang sudah lama renggang membuat Dino menolak bantuan Warto. Kesempatan kembali muncul saat tim Dino, Serigala Sakti, dibajak konglomerat lokal menjelang final.

Warto pun membentuk kembali tim dari para mantan Serigala yang kini menjadi bapak-bapak pasar. Mereka terdiri dari kuli panggul, hansip, montir, hingga beberapa preman, dengan Warto sebagai kipernya.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.